<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489</id><updated>2012-02-17T08:11:46.547+07:00</updated><category term='About Me'/><category term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category term='Cerpen'/><category term='E-book'/><title type='text'>Gerakan Revolusi Cinta</title><subtitle type='html'>“Mengembalikan Senyum Bumi dan Menyeka Air Mata Melalui Kata-Kata Indah”</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-6264266437043725141</id><published>2009-05-16T12:54:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T12:55:48.605+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5VOhvJYoI/AAAAAAAAAEA/inTRS7yCLKE/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5VOhvJYoI/AAAAAAAAAEA/inTRS7yCLKE/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336296316543263362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kemudian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stjku menangis. Sudahlah tidak usah menangis, sudah terlalu banyak air mata yang terjatuh, aku sudah terbiasa dengan semua apa yang menjadi sifatmu, yang membuat aku lebih memahami kehidupan ini bahwa dirimu tidak layak medapatkan air mata dari cintaku. Dan juga sudah mulai terbiasa menerima perlakuan yang demikian ini, setiap saat aku selalu spot jantung bila ada sms masuk. &lt;br /&gt;Jantungku selalu bergetar saat mendapat sms darimu, kamu selalu memutuskan hubungan kita dengan tiba-tiba itupun melalui sms. Sini biar di ikat, agar jangan bercucuran lagi darahnya, Jingga menarik tanganku. Tubuhku mulai terasa lemas dan mulai sempoyongan tubuh penuh butiran keringat.&lt;br /&gt;“begini saja Jingga, aku datang ke dalam kehidupan hati dan jiwa cintamu secara baik-baik jadi aku ingin pergi juga dengan baik-baik”! Dirinya tidak bersedia menjabat tanganku. Sudah duduk saja dulu biar di beli handplas. Sudahlah Jingga, tidak usah biar aku pergi saja dari hadapanmu, aku mempertahankan situasi. Kalau kamu pergi lihatlah! Dia sedikit mengancam, tidak berselang begitu lama dia kembali dengan handplas “aku minta maaf, mau kan kamu memaafkan ku”?&lt;br /&gt;Kamu maafkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku meninggalkan egois dan emosi jiwaku, lagi pula tidak ada yang perlu dimaafkan atas kejadian ini, mungkin sudah garis tangan dan jalan hidupku selalu kamu sakiti...aku maafkan! Namun kenapa kamu terlalu mudah untuk minta maaf ya, akan tetapi tidak pernah berpikir sebelum mengambil sebuah keputusan, kamu minta putus aku terima tetapi tidak mau menjabat tangan dan merelakanku pergi. Masalah memaafkan teramat mudah dan gampang bagiku, kan kamu tahu sifatku bagaimana, walau bukan aku yang salah aku pasti duluan yang minta maaf kepadamu! Semua itu karena begitu sayangnya aku padamu tetapi jangan begitu dong. Mungkin sudah salah dalam status hubungan ini, yang mana terlalu percaya diri membina hubungan denganmu. Jadi aku terima atas perlakuan ini, yang tidak pernah di dasarin saling menghargai, bila ingin mengambil sebuah keputusan.&lt;div class="fullpost"&gt;Bila di pikir lagi ke belakang kenapa pada waktu itu aku sudah ikhlas kamu tinggalkan tetapi kamu balik lagi kedalam kehidupan asmara ku? Aku bisa bertahan dan akan terus bertahan atas semua ini, dan ketahuilah ini merupakan ikrar dan janji matiku sesaat kamu mengatakan memilih bersandar di relung hatiku di trotoar capital building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa dan mengapa? Jangan diam. Faham dengan statusku jauh-jauh hari kan sudah aku katakan pada saat kamu mengajak main kerumah “aku memilih mundur” karena sudah melihat status yang sangat tinggi, sangat teramat jauh perbedaan, seperti celah jurang yang begitu lebar yang tidak akan bisa di jembatani hanya dengan ketulusan kasih sayangku tetapi apa yang kamu katakan? Tidak gentelmant, banci dan pengecut. Ucapan stjku juga di perkuat oleh sahabatnya dalam menyakinkan bahwa perbedaan status tidak menjadikan hal yang penting untuk di bahas di zaman ini dan membuat aku untuk tidak mundur dalam mencintainya, kita sebut saja nama sahabatnya Decie secara tegas mengatakan bahwa Jingga tidak pernah memandang perbedaan status menjadi sebuah penghalang dalam berhubungan, percayalah dia tidak begitu, lagi pula kan tidak jamannya lagi perbedaan status berperan penting dalam hubungan asmara, sudah jangan khawatir kamu, Decie menyakinkanku. Namun aku memang saat itu ragu karena aku sendiri telah dua kali mengalaminya bahwa perbedaan status akan menciptakan jurang pemisah yang tidak dapat di anggap enteng, namun aku berusaha untuk menyakinkan diri untuk mempercayai ucapankan Decie karena aku tahu mereka telah saling kenal lebih dahulu dari pada aku mengenal sahabatnya. &lt;br /&gt;Setelah mengatakan semua itu apalagi? Habis bertengkar pasti roman dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang memang benar kata orang tua-tua dulu, hubungan yang paling indah dan roman adalah hubungan yang tercipta sehabis bertengkar, tetapi pertengkaran yang di landasi oleh sebuah kasih sayang, bukan pertengkaran yang di kotomi oleh emosionalisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya saling merapatkan sisi badan. Berbisik di telinganya “aku lelah kamu lakukan terus begini, spot jantung rasanya tolong jangan lakukan lagi yang demikian” Di balas berbisik tepat didepan bibirku sambil perlahan memberikan kiss love “maafkan aku ya tinta.” Perlahan aku jawab dengan kecupan panjang di keningnya. Jiwaku juga terasa hampa dan hilang bila tidak berada di jantungmu.&lt;br /&gt;Eeehe…Mantan kamu suka ribut, suka intrik di dalam berhubungan lain cara dia mencari perhatian dari kamu. Tidak pada umumnya perempuan-perempuan lain.&lt;br /&gt;Benar, itu yang dikatakannya sendiri kalau berhubungan lebih suka yang ada bertengkarnya lebih seru!!!  &lt;br /&gt;Jika boleh beri pendapat nih ya…berikan saja dia satu kali lagi kesempatan tidak lebih dan jangan merendahkan diri kamu terlalu melonjak nanti dia.&lt;br /&gt;Aku rasa bukan satu atau dua kali lagi, untuk memberikannya kesempatan telah berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhirnya menggagalkan agenda pernikahan sampai dua kali, itu kan sudah merupakan pemberian kesempatan kepadanya.&lt;br /&gt;Lho...sampai segitunya secara tegas saja dech aku katakan tinggalkan saja dia biar dia faham akan pahitnya mencari laki-laki yang benar-benar mau mengerti di zaman ini, juga agar dia tahu bagaimana rasa sakit dan hancurnya bila dia di gagalkan pernikahan oleh seorang laki-laki. Biasa laki-laki yang membatalkan agenda pernikahan tetapi ini kok terbalik, buat malu kaum perempuan saja, perempuan apa tuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih teramat sangat dan sangat sayang padanya.&lt;br /&gt;Kalau ingin terus berjuang untuk memilikinya percayalah seandainya kamu mendapatkan dirinya kamu tidak akan mendapatkan kasih sayang darinya, rasa menghargai pun tidak akan kamu temui darinya.&lt;br /&gt;Sebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia telah merasa berada di atas, dia merasa kamu berada di bawah ketiaknya, memang siap kamu di sepelekan?&lt;br /&gt;Kenapa kamu bisa berkata demikian, sedangkan lo juga perempuan sepertinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi stjku tidak demikian, karena yang menjadi penghalang sebenarnya belum siap atau tidak sanggupnya dia bila hidup serba kekurangan artinya di belum dapat bertahan bila kehidupan berada pada garis kesederhanaan, masalah kebaikan, perhatian dan kasih sayang aku masih punya kenyakinan bahwa stjku juga memiliki hal yang sama denganku, namun caranya saja kale yang berbeda dalam penyampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku perempuanlah, makanya lebih tahu terhadap sejenisku. Seorang laki-laki yang telah di sepelekan akan di pandang sebelah mata itu sangat menderita, bila kamu bicara tidak pernah menjadi bahan acuan dan tidak pernah benar malah di bantah terus. Akhirnya kelak pada suatu waktu akan membentuk kepribadian ketulusan jiwa kasih sayangmu untuk balas dendam pada dirinya kelak. Sia-sia kan cinta suci kamu?&lt;br /&gt;Terima kasih atas saran kamu, aku akan coba untuk merenungkannya. &lt;br /&gt;Akan tetapi banyak yang mengatakan jangan dengarkan perkataan orang lain tetapi dengarkan hati dan perasaan pasangan kamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata itu memang benar dan lo juga harus tahu, bahwa tidak selamanya kata hati itu benar. Apakah dia telah mendengarkan kamu, telah mendengarkan getaran hati kalian? Tidakkan! Dia malah mendengarkan dan lebih menyakinin kata-kata teman-temannya dengan tidak memikirkan apa yang telah terjadi padanya dan sangat banyak yang dia korbankan untuk hanya menanggapi dan memuaskan keinginan teman-temanya yang bisa jadi teman-temannya iri akan hubungan kalian semua itu tidak dapat di bedakan, mulut perempuan ini payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau permasalahannya masih memungkinkan terbukanya pemberian sebuah kesempatan darimu ya berikan, inikan kamu sudah berulang-ulang memberikan kesempatan “jatuh pada lobang yang sama dan luka yang sama kan teramat bodoh itu namanya.”&lt;br /&gt;Kamu sudah cukup membinanya, tiga kali tidak bisa dibina ke empat kali sudah wajib di binasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertutup kalee butiran makna mata hati...&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bisa bersabar inikan bulan ramadhan bulan yang penuh ampunan. Percayalah tanpa kamu doakan apa-apa pun dia, suatu hari nanti akan mengerti dan mengetahui sakitnya di sepelekan artinya dia tidak tahu hidup ini hanya milik allah. Dia itu lahir dengan membawa pakaian kalee. Hehheeh….&lt;br /&gt;Thank’s &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-6264266437043725141?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/6264266437043725141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/kemudian-stjku-menangis.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/6264266437043725141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/6264266437043725141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/kemudian-stjku-menangis.html' title=''/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5VOhvJYoI/AAAAAAAAAEA/inTRS7yCLKE/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-8017278851877223073</id><published>2009-05-16T12:40:00.003+07:00</published><updated>2009-05-16T12:42:20.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sambungan .....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5R2Xutg6I/AAAAAAAAAD4/iprS0YVu4FM/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5R2Xutg6I/AAAAAAAAAD4/iprS0YVu4FM/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336292603005338530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jadi pusing neh dapat kalimat-kalimat demikian. Cerita yang ringan-ringan saja dech.&lt;br /&gt;Tetapi tadi kamu yang mulai duluan bukan aku. Jika aku boleh jujur sudah malas membahas dan cerita sosial politik di negara ini.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Membuat darah tinggi kambuh, darah activis dan darah pemberontak karena melihat kesemena-menaan sang pembuat kebijakan. Agar kamu tahu, bila aku di berikan amanah untuk memimpin Negara ini dalam tiga tahun Negara ini akan dapat menjadi Negara super power!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahah…gaya lo!! Lain cerita pendapat tentang apa yang kamu ingin dariku? Kamu lagi ada problem sama pacar atau istri ya?&lt;br /&gt;Ya ille, aku belum punya istri coy! Gagal saat ingin mewujudkannya.&lt;br /&gt;Memang kamu pernah curah darah segar karena problem asmara kamu?&lt;br /&gt;Tiga kali, melakukan penyatan lengan kiriku. Kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya agar bisa menyakinkan hati dan perasaan bahwa dia telah meninggalkan dan pergi melenggang dari sisi jiwa cinta dan kehidupan aku.&lt;br /&gt;Maksud aku kok bisa bego begitu? Eheh…&lt;br /&gt;Setttan…aku pikir masih cerita itu tadi.&lt;br /&gt;Ini serius mulai pak dosen berapa sks nih?&lt;br /&gt;Tidak pakai sks dech hantam kromo saja…&lt;br /&gt;Jadi setelah kamu sayat lengan kiri, bagaimana perasaan terhadapnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plooooooong banget, bebas dan dada terasa lapang, tidak terasa perih dan pekat gitu, rasa keikhlasan atas perlakuannya semakin besar, sehingga tidak ada pertanyaan lagi di hati dan mempertanyakan dia dimana, aku lebih cuek dan hilangnya pertanyaan tentang dia lagi ngapain, apakah dia sehat dan tetek bengeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu bilang curahkan darah segar tiga kali berarti sama tiga orang perempuan dong setiap diputusin kamu sayat lagi lengan lama-lama mati.&lt;br /&gt;Bukan kepada tiga perempuan akan tetapi pada satu perempuanku Jingga tiga kali sayatan.&lt;div class="fullpost"&gt;Kombur molotup neh…Masih ada buktinya di lengan kiriku sampai sekarang dan mungkin sampai aku bersemayam di bumi....Kok bisa? Bego’nya…&lt;br /&gt;Kok bisa bodoh gitu! Ahah...&lt;br /&gt;Terus terang aku memiliki kelainan sifat bila sudah mencintai seorang perempuan pasti cinta mati. Karena bagiku “mati bukanlah harga yang pantas untuk cinta, harga mati adalah kebahagiaannya, berarti ada lagi yang lebih untuk mengatakan cinta dari pada mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah putus kalian nyambung lagi?&lt;br /&gt;Yupz…&lt;br /&gt;Anak-anak banget kamu tidak punya pendirian ya? Kamu kan laki-laki atau kamu mempunyai one target terhadapnya?&lt;br /&gt;Masalah target aku hanya satu yaitu menginginkan dia menjadi pendamping hidup dan sebagai gadis terakhir dalam perasaan dari jiwa cintaku.&lt;br /&gt;Munnnnnnna…munafik. semua orang di muka bumi ini mau melakukan hal-hal yang, yang gila karena ada sesuatu yang di anggap pantas dan dapat menguntungkan. Misalnya bisa mengangkat derajat dan status kehidupan kamu, mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi buktinya aku tidak, hanya semata-mata berharap dia menjadi bidadari samudera palung hati dan perasaanku.&lt;br /&gt;Setelah penyatan lengan kamu itu, apakah mantan kamu menganggap positip?&lt;br /&gt;Dia kelihatan begitu cemas. Apa-apaan nih sampai melakukan hal itu bodoh kali, “biar kamu puassssss dan agar aku terbangun dan sadar dari alam mimpi ini, sehingga tidak bertanya-tanya lagi semua tentangmu karena selama ini aku tidak bercermin diri dan intropeksi diri, selama ini juga ternyata aku hidup pada mimpi, juga ternyata cinta kamu ada pada sisi tidurku saja dimana mata terbuka seketika itu juga kamu menghilang, aku siapa dan kamu siapa, sebagai mana aku telah mengatakan kepada kamu di saat membina sebuah hubungan buatlah hati selalu bertanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, “bila hati sudah bertanya maka datang rindu”, selang beberapa jam dia nelepon dan minta jumpa.&lt;br /&gt;Kamu jumpain?&lt;br /&gt;Awalnya aku timbul kan ego untuk tidak menjumpainnya lagi, lembutnya perasaan dan garangnya emosional perang memenangkan pendapat masing-masing. Akhirnya menang juga perasaan kan?&lt;br /&gt;Ahah...emosional mati terkapar dengan tujuh tikaman manis tepat di jantung, akhirnya benar lebih memiliki kata perasaan yang memang selalu menyayanginya walau apa yang akan terjadi dan sudah merupakan ikrar pertama saat aku mulai mencintainya, apapun sesuatu yang akan ia perbuat padaku akan sekuat tenaga aku terima. &lt;br /&gt;Akhirnya kami jumpa di salah satu Mall setelah jumpa jalan bareng lagi, makan minum sama lagi, bercanda tawa lagi, lalu tidur sama lagi, sedikit demi sedikit luka hati mulai tertutup hilang kembali. Tiada sedikit dan sedetikpun jiwa cintaku dendam saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahah...bujang lapuk! Bego sekali sih, lelaki murahan dech kamu. Dia merasa kamu membutuhkannya sekali, dia merasa kamu tidak ada apa-apanya. Jangan begitu.&lt;br /&gt;Kamu orang yang ke 120 mengatakanku demikian. Thank’s. lagi pula aku jujur bahwa aku sangat membutuhkannya.&lt;br /&gt;Ya iyalah…Seandainya terjadi pada aku, lebih baik mengambil langkah membuka lembaran baru yang lebih baik.&lt;br /&gt;Sebenarnya lembaran baru itu selalu ada walau terletak pada satu hati perempuan yang sama, seperti SEKUNTUM TERATAI JINGGA yang selalu memiliki kelopak yang baru setelah terbuka kelopak yang lama sebelah luar, tergantung kita memaknainya saja. Benar tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar tuh…apalagi aku paling jijik pada putus nyambung, putus lagi dan nyambung lagi seperti tidak ada pendirian yang jelas, yang jelas dia menganggap kamu tempat persinggahan sementara sebelum mendapatkan lelaki yang lebih dari kamu, yang lebih kaya tetapi bukan yang lebih baik. Dia memanfaatkan posisi jiwa kamu yang teramat sangat mencintainya, namun kamu tidak bisa membaca isyarat hatinya karena kamu merasa dia telah mencintai kamu sebagai mana kamu mencintainya. Bodoooooh! Bosan banggget…..&lt;br /&gt;Kala aku sih tidak bosan dengan hubungan yang demikian akan tetapi kalau dia mungkin bosan melihatku karena memang sudah sifat lahirnya pembosan, makanya dia lakukan aku bagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sudah balikkan dengan dia pada saat itu apa yang membuat tetap tegar menghadapi segala sikap dan sifat dia yang selalu merendahkan dan mempermainkan ayunan cinta kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Number one; aku katakan padanya, ”jiwa cinta dan relung jantungku telah menunjuknya SEKUNTUM TERATAI JINGGA yang memiliki kelopak–kelopak dalam menjaga dan melindungi kuntum sari yang di dalamnya terdapat mengkristalnya madu hati sehingga aku harus membuka kelopak demi kelopak untuk sampai dan dapat menggapai hati jiwa cintanya yang berada pada kuntum sari indah madunya walau aku tahu dalam mewujudkannya sangatlah sulit dan penuh perjuangan, nyawa, darah dan air mata namun aku akan berusaha sekuat hati dan perasaanku untuk mempersembahkan yang terbaik dari seluruh jiwa cinta ini, meskipun akhirnya aku harus terbius oleh manisnya racun madunya.&lt;br /&gt;Indah sekalee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Number two; aku seorang laki-laki sudah menjadi kodrat dan realita alam bahwa seorang laki-laki harus mampu membimbing, menjaga, melindungi dan menaburkan benih-benih keharmonisan yang berujung kepada pemberian ketulusan kasih sayang penuh dengan selaksa jiwa dalam berhubungan walau dalam proses menuju semua itu benih-benih yang telah tumbuh akan layu bahkan mati sama sekali dan akan merelakan darah dan air mata, ternyata terbukti sudah. Dan semua goyangan perbedaan prinsip dan pendapat juga selera adalah merupakan pendidikan dasar untuk lebih memahami hidup kelak di saat berumah tangga, hingga aku mampu menyulam kekurangan yang ada dalam indahnya sebuah hubungan asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Number three; segala air mata yang runtuh dari kelopak teduh matanya, segala kesedihan saat bersamaku harus aku ganti dengan sejuta senyum dan kehindahan agar bening dan sucinya air matanya tidak luruh kembali melintasi pipihnya yang begitu putih seputih sutra surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh...aduh tidak tahan dech lihat kamu, aku saja belum pernah di perlakukan sedemikian indah sama pacarku.&lt;br /&gt;Minta dong…Fantastic coy…Curahan kedua begitu juga…&lt;br /&gt;Selang beberapa bulan, mungkin ada satu tahun lamanya itu terjadi kembali, kalau yang kedua ini pada saat stjku akan selesai sidang tinggal menunggu wisuda, yang bisa aku katakan kesulitannya dalam menghadapi meja hijau sudah tidak ada lagi. Mungkin merasa sudah tidak membutuhkan tenaga dan pikiranku lagi dalam menghadapi meja hijau makanya dia buat kembali hal yang sama tanpa ada sebabnya mutuskan hubungan kami secara tiba-tiba dan juga melalui sms.&lt;br /&gt;Sebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan selalu itu alasannya. Memang stjku memiliki sifat demikian, bosan dengan pasangan itu-itu saja. Mungkin dirinya ingin mencari pariatif yang lebih menantang dari seorang yang berwajah tampan dan berstatus macho.&lt;br /&gt;Lalu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan hanya bosan? Iya...Sudahlah karena kamu merasa tidak membutuhkan aku lagi kan, aku faham saat kamu menerima cinta ini kemarin adalah merupakan hubungan yang coba-coba, ternyata dari hubungan yang coba-coba malah terjebak di dalam danau kemesraan, sehingga kamu tidak mampu utuk keluar dari lekatnya air danau kemesraan yang aku persembahkan dengan tulus ke sisian hatimu. Kamu sekarang sudah selesai meja hijau, seperti itu sudah banyak aku lihat, banyak memanfaatkan cowoknya di saat mau sidang dan bila telah selesai sidang maka selasai juga hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kamu bosan kita bisa stop dulu berjumpa, intropeksi diri kenapa harus putus? Jangan nampak kali kalau kamu hanya minta kembali saat yang lalu hanya ingin agar dapat di bantu dalam menyelesaikan meja hijau, agar dapat teman untuk kasana kemari menjumpai dosen pembimbing. Kalau hanya untuk membantu meja hijau, seharusnya kamu tidak perlu menggadaikan semua yang paling berharga di dirimu. “maaf! aku juga tidak tahan, tidak kuat kalau stop dulu bila tidak bertemu kamu dan kemarin itu aku benar-benar belum siap kamu tinggalkan”, Jingga menyela ucapanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooh…!! Jadi sekarang kamu sudah siap?? Sekarang malah aku yang tidak siap untuk di tinggalkan olehmu! Impas kan?&lt;br /&gt;Waduh……..bosan banget. Enak kali dia ya, mengatakan demikian belum siap di tinggalkan oleh mu. Makanya dari kejadian yang pertama kenapa kamu mau kembalian lagi jadi kena kedua kali kan.&lt;br /&gt;Iya, aku jatuh pada lobang yang sama, dan terluka pada luka yang sama, bosen dengar ceritaku ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, bosan lihat hubungan asmara kalian, sudah di kibulin juga masih sok lelaki sejati. Sok menjadikan dia sebagai ratu yang gimana gitu….&lt;br /&gt;Saat itu aku lagi membawa tas berisi pakaian. Ya sudah, kalau itu sudah menjadi keputusanmu…Tidak ada lagi yang bisa mencegah keputusanmu. Dengan perlahan mengambil silet di dompet dan menyayat lengan kiriku di sisi luka sayatan yang pertama kembali. “ini adalah darah yang kedua kali pada permasalahan yang sama, pada luka yang sama pula. Aku juga sudah lelah selalu kamu perlakukan sedemikian rupa, kamu ternyata di sayang tidak tahu di sayang, di hargai tidak tahu menghargai.” Darah ini adalah darah keihklasan jiwa cinta dalam menerima dan mencintai jiwamu, kamu tahu darah keihklsan jiwa cinta? Sampai kapanpun dan dimanapun kamu tidak akan tahu apa itu darah keihklasan jiwa.&lt;br /&gt;Darah segar terus mengucur dari lengan kiri tanganku dan semakin membengkak, Jingga bingung, tiba-tiba tanganya menampar pipiku dengan pelan, kok melakukan hal itu lagi?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-8017278851877223073?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/8017278851877223073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/sambungan_16.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/8017278851877223073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/8017278851877223073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/sambungan_16.html' title='Sambungan .....'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5R2Xutg6I/AAAAAAAAAD4/iprS0YVu4FM/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-2179467431068661893</id><published>2009-05-16T12:28:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T12:32:46.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Darah Menangis Pergi Terisak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5PXIcaqCI/AAAAAAAAADw/qzGMWd9OOv8/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5PXIcaqCI/AAAAAAAAADw/qzGMWd9OOv8/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336289867302873122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrawala kehidupan terus bernyayi dan berlanjut, entah berapa uang telah aku habiskan untuk sekedar mencari cara untuk menghilangkan prahara kehidupanku, setelah tidak berada di depan computer lagi, kembali seluruh sendi-sendiku terasa ingin lepas dan nyeri bagai tertusuk berjuta-juta jarum kematian, debaran hatiku juga tidak pernah beraturan, seluruh kenangan kembali melintas manja bersanding ranumnya awan-awan tipis membuat teriris kembali darah dan air mataku, pertanyaan yang selalu tidak pernah absent dalam benakku adalah mengapa dia lakukan ini kepadaku? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dirinya sengaja menjauh, apakah cintanya tidak merasakan betapa pahitnya kejadian ini, apakah rindang matanya telah menemukan laki-laki yang terbaik untuk sandaran hatinya yang baru? Sedang apakah dirinya, dimanakah dirinya, sehatkah dirinya, sudah makankah dirinya, bagaimana hari-harinya, apakah tidak ada kendala di setiap dirinya berjalan dan menyeberang jalan, jalan-jalan dengan siapakah dirinya saat ini, apakah dirinya sangat tersenyum setelah kejadian ini? Ataukah memang jiwa cintanya telah hilang tanpa berbekas kepadaku? Begitu jauhnya kelarutan pengembaraan naluriku dalam pertanyaan, hingga sekajab matapun tidak dapat terpejam, berbaring lalu duduk, duduk lalu berbaring kembali, berbaring lalu duduk dan berdiri, berdiri kemudian duduk dan berbaring kembali, lalu berdiri dan meremas kepala yang kian mendenyut. Nyanyian nyaring para ayam jantan mengisyaratkan akan segera datangnya mentari pagi yang segera akan menyinari rerumputan rindu di sekitarku yang telah tertimbun ganasnya embun malam, namun begitu perkasanya mentari tidak mampu menyinari dan menghancurkan timbunan embun yang telah menjadi beku dan kaku sedingin es kutub utara di rerumputan asmara di bilik reot dan tua hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap mata belum ada tertidur namun aku telah bergegas untuk mencurahkan kembali gerah dan panasnya perasaanku, kembali aku membuka room dan secepat itu pula jiwaku kembali melayang ke dalam room cew_badung, 29 September 06  dengan mata yang pedas aku terus berusaha mengusik semua yang ada di dunia maya.&lt;br /&gt;Pagi jelang siang! Mengganggu apa tidak nih?&lt;br /&gt;Asl plaese….yupz tentu tidak, memang kenapa?&lt;br /&gt;Ichoet 30 male, kalau tidak mengganggu bisa aku minta pendapat, saran, petunjuk ataupun sejenis kata-kata yang dapat di jadikan sebuah renungan.&lt;br /&gt;Bisa saja asal jangan minta pendapatan, soalnya aku belum kerja&lt;div class="fullpost"&gt;Hehehe lucu kamu ya! Tidak mungkin lagee aku minta pendapatan kamu. Andai kamu sudah kerja mana mungkin juga kamu mau memberikan pendapatanmu ke aku, emang kita ada hubungan apa?&lt;br /&gt;Kaleee aja, mana tahu kamu salah seorang pakir miskin, jadi ya sambil beramal githo. Ahah….&lt;br /&gt;Lincah juga lidah kamu mencocor neeh, memang bibir nomor berapa tuh yang bicara? Asl please… Untuk apa? Perlu banget…&lt;br /&gt;Ya mana tahu cocok kan bisa nyambung.&lt;br /&gt;Nyambung-nyambung memangnya apa di sambung-sambung tali kalee?  25- f- Medan.&lt;br /&gt;Kuliah atau kerja?&lt;br /&gt;Ampuuun! Kamu seperti wartawan saja dech, kuliah di salah satu universitas yang terletak di dr. Mansyur, fisipol. Apa lagi tanyai saja terus, selagi aku masih ingin menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada lagi sudah habizz itu saja deh, takut minta pendapat dari kamu nanti bukan pendapat yang aku dapat tetapi ceramah sosial dan politik, maleeessssss banget tahu!&lt;br /&gt;Iya, kalau cerita tentang hal itu memangnya kenapa, kenapa dan kenapa? Kamu tidak suka cerita sospol Negara ini? Kalau begitu cabut sana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeeee goggul gito banget seeh. Kok di cabut kan belum di masuk kan?&lt;br /&gt;Ngeres kamu ya, bersihkan hati dan pikiran kamu biar mudah mati dan perjalanan hidup kamu.&lt;br /&gt;Aku tidak ngeres hanya sedikit ngeles saja, rem-rem sedikit remi. Mau minta pendapat apa mau cari berantem?&lt;br /&gt;Mencari dua-duanya.&lt;br /&gt;Anak-anak kalee kamu, usia 30 tahun masih seperti anak-anak.&lt;br /&gt;Wah…tidak ingat apa kata mantan Presiden Bill Clinton terkadang kita merindukan masa anak-anak kita kembali, yang hari-harinya tiada beban, tidak memikirkan apa yang akan terjadi esok, yang terpenting bagi seorang anak-anak masih bisa bermain dan bercanda tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak-anak kamu suram dan tragis ya?&lt;br /&gt;May be! Terasa suram dan menakutkan.&lt;br /&gt;Pantesan!! Kasian banget…&lt;br /&gt;Ok deach aku serius ingin minta pendapat kamu nih. “naif tidak kalau di putuskan dengan seorang gadis kita mengelurkan darah sebagai rasa ikhlas untuk di tinggalkan”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa? Kenapa bertanya itu? Kamu terlibat ya.&lt;br /&gt;Tidak ada terlibat we are good cipil and cipil never die.&lt;br /&gt;Bodoh! bego maksudnya kamu yang melakukan demikian sok banget kamu. Lebih baik darah kamu curahkan kepada Negara dan Bangsa ini. Melalui pmi. Ach sory con.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya selain butiran darah ga masuk kategori karena darahku sangat sedikit, lagi pula coba saja renungkan pada Negara dan Bangsa ini.&lt;br /&gt;Maksud lho...&lt;br /&gt;Rasanya bukan darah saja deh yang telah di persembahkan kepada Negara dan Bangsa ini, sudah semuanya, dan hal itu sudah terjadi dari zaman batu.&lt;br /&gt;Jadi intinya kamu membangkitkan apa yang telah kamu dan nenek moyang berikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadddduh! Renungkan entar saja dahulu baru berkomentar atau biar aku papar kan? Kamu pernah lihat dan rasa kan bagaimana rakyat kecil hidup di negara ini? Pernahkah kamu secara langsung ikut dalam membuat kebijakan-kebijakan Negara ini bagi rakyatnya? Pernahkah terpikirkan olehmu bagaimana sulitnya mencari kehidupan di Negara ini? Jangankan mencari kehidupan yang layak, mencari pekerjaan aja sulitnya minta ampun. Pernahkah kamu merasakan sulitnya mendapat persamaan hak di Negara ini? Kamu jangan mengganggap hidup di Negara ini bagai hidup di negara-negara mimpi, hanya mungkin karena kamu mendapat warisan dari kehidupan orang tuamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kebijakan negara inikan merupakan sebuah proses ke arah yang lebih baik dan ke arah yang lebih sempurna. Yang namanya sebuah proses sudah di pastikan memerlukan ruang waktu dalam mewujudkan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu termakan isu politik atau kamu sepertinya baru memasuki kanca perpolitikan? sudahkah kamu melihat beberapa dasawarsa hal itu terjadi? Adakah sebuah perubahan yang perlu di banggakan?&lt;br /&gt;Iya, aku faham, aku ngerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku saja yang telah bergumul di kanca perpolitikan sejak usia 10 tahun belum berani mangatakan bahwa aku faham akan percaturan perpolitikan di Negara ini, akan tetapi kamu cepat kalee katakan faham sedangkan aku saja tidak faham-faham.&lt;br /&gt;Maksud dari yang kamu kata kan tadi aku faham. Artinya: kebijakan yang dibuat oleh Negara dan Bangsa ini dalam menuju proses kesempurnaan tetapi meninggalkan luka dan coreng hitam kepada kalangan rakyat bawah, begitu kan?&lt;br /&gt;Tidak tahu juga, soalnya kamu yang lebih faham, makanya tadi aku katakan tidak faham. Hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok. Ingat ga kamu ada sebuah kata bijak yang syarat dengan waktu “jangan tanyakan apa yang telah Negara berikan padamu tetapi tanyakanlah apa yang telah kamu berikan kepada Negara dan bangsa ini”&lt;br /&gt;Ah…itu kata- kata yang sudah usang. Kenapa aku katakan sudah usang? Kerena kata-kata tersebut, rakyat berpikiran selalu menerima apapun yang di lakukan oleh pembuat kebijakan walau harkat dan martabatnya di injak-injak oleh pembuat kebijakan di negara ini. Semua pembuat kebijakan selalu meninggalkan norma-norma yang bertentangan akan pandangan hidup negara ini. Kalau aku lebih setuju kalimat itu diganti dengan “jangan tanyakan apa yang telah di berikan rakyat kepada negara dan bangsa ini, akan tetapi tanyakanlah apa yang telah di berikan dan di persembahkan negara dan bangsa ini kepada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu jangan memutar balikkan fakta dong. Bahaya entar kamu, kamu dapat dikatakan berindikasi melakukan tindakan makar.&lt;br /&gt;Nah! Di sinilah terkadang sebuah egomonis terhadap sebuah inspiratif, sebuah perubahan tidak mengambil hikmanya akan tetapi lebih mengambil nilai sisi gelapnya, siapa yang memutar balikkan fakta? Bila kita mencerna secara arif dan lebih dewasa secara luas, secara tiga dimensi ada benarnya. Renungkan! Sebenarnya pembuat kebijakan di negara ini melayani rakyat atau dilayani? Di negara ini rakyatlah yang melayani pembuat kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana letak kebenarannya? Kalau yang kamu katakan itu sama saja faham sosialis sedangkan kita tidak berfaham demikian.&lt;br /&gt;Kita lihat saja mulai nenek moyang kita sampai sekarang, kelaparan, nyawa, darah dan air mata, pikiran dan tenaga telah mereka persembahkan namun apa yang mereka dapatkan dari negara dan pembuat kebijakan di negara ini? Mereka mendapatkan tekanan berupa penggusuran, yang sama sekali tidak mencerminkan etika sebuah Negara kesatuan, yang katanya berdasarkan pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab, musyawarah dalam mufakat, Negara ketuhanan tetapi kenyataaan yang ada bagaimana? Semua meluluh lantak kan jiwa. Semua anggar punya kuasa, semua anggar punya kebijakan, semua anggar memiliki derajat yang paling tinggi, hanya karena memakai pakaian yang bertirai ketidak beradapan.&lt;br /&gt;Contohnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang di dapat para pejuang kemerdekaan dan nenek moyang kita, padahal mereka telah persembahkan seluruh hidup dan matinya buat negara ini. Apa yang mereka dan rakyat ini dapatkan setelah merelakan nyawa, kehilangan keluarga yang di cintai, kehilangan anggota tubuh, yang telah membayar pajak? Mereka harus bertahan hidup dengan mengandalkan belas kasihan, menumpang-menumpang, ada pun perumahan setiap hari selalu terkena penggusuran secara paksa walau berdalih telah diadakan pembicaraan secara persuasive dan mendahulu kan pendekatan dan kompromi secara kekelurgaan. Bila di Tanya kepada pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan di Negara ini mengapa dana yang ada di Negara ini tidak di berikan kepada orang yang paling membutuhkan, dengan mudah pembuat kebijakan masih ada lagi yang lebih penting dari semua itu. Akan tetapi kalau dana tersebut di minta untuk perbaikan hidup bagi pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan cepat-cepat di setujuin dan mengatakan itu hal yang sangat benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pantas negara dan pembuat kebijakan melakukan hal yang demikian itu? Aku rasa sangat tidak pantas, tidak bermoral sebuah Negara yang berazaskan pancasila setiap melakukan kebijakan meninggalkan rasa cinta jiwa sesama. Namun karena sudah terpatri semboyan tersebut di atas maka mereka tetap terima perlakuan yang tidak mencerminkan Pancasila tersebut, Negara ini adalah Negara yang memiliki dasar Negara yang paling sempurna di dunia, namun pelaksanaan saja yang tidak mengetahuinya, mengetahui bahwa dasar Negara ini di lahirkan atas nama cinta jiwa rakyat Indonesia. &lt;br /&gt;Mengasut neh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata kamu juga memeliki pikiran yang dangkal dan sempit, kalau kamu berpikiran yang demikian bagaimana Negara ini mencapai sebuah perubahan yang hakiki. Generasi dan bangsa yang beradab dan bermartabat adalah generasi dan bangsa yang ingat dan memperlakukan sebaik-baiknya para pejuang dan para pahlawan. Ingat itu! Ini masih dari sisi para pejuang, belum yang lain karena setiap individu di Negara ini adalah seorang pejuang akan tetapi apakah pejuang untuk sesama atau untuk pribadi atau golongan, itu masih di dalam sebuah tirani kemunafikan.&lt;br /&gt;Kalau itu memang pernah dengar.&lt;br /&gt;Jangan hanya dengar dong, resapin dan cari makna yang tersembunyi dalam kalimat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-2179467431068661893?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/2179467431068661893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/darah-menangis-pergi-terisak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/2179467431068661893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/2179467431068661893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/darah-menangis-pergi-terisak.html' title='Darah Menangis Pergi Terisak'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sg5PXIcaqCI/AAAAAAAAADw/qzGMWd9OOv8/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-4185017082526266636</id><published>2009-05-16T12:25:00.001+07:00</published><updated>2009-05-16T12:27:57.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sambungan .....</title><content type='html'>Mati ajalah wak, ternyata bisa juga kamu buat kata-kata indah. Buatkan aku satu wak!&lt;br /&gt;Malasssss! ga menarik lagi buat kata-kata indah buat kamu habisnya cerewet, bawel, bagai inang-inang dipajak jualan monja banget.&lt;br /&gt;Kelewatan kamu nih, entah apa saja yang kamu bilang, yang neneklah, yang cerewetlah, aku piting nanti kamu ya. Entar aku ludahi wajah kamu yang jelek itu baru nyaok, terpincut entar kamu kena aroma liurku.hahah…&lt;br /&gt;Silahkan saja ludahi emang aku pikirin, di piting kamu juga boleh, memang takut! Habis piting-pitingan, kita main ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main apa? Main catur.&lt;br /&gt;Jangan bodoh kale kenapa masa main catur yang asik-asik dong! Mimpi kalee yee…&lt;br /&gt;Samudera bernodakan setitik darah……Mentari sinarkan amarah……Camar tersenyum indah berlari menghadang ganasnya gelombang..…Menuju persinggahan tahta dinginnya malam, terhempas pada pelupuk mata penakluk jiwa….&lt;br /&gt;Berobat wak! Jangan sampai berkurang jumlah penduduk Indonesia, dan buat penuh rumah sakit jiwa jadi memberatkan Negara entar buat sediakan makanan. ga berbobot kata-kata indahnya aku juga bisa. &lt;br /&gt;Cakrawala memutar senja….Senja di nanti para pesona, pesona mati menelan asmara…Asmara lari entah kemana. Eh…eh…Weeeeeeeek!&lt;br /&gt;Ngejek kamu ya? Kali urang banget lo &lt;br /&gt;Iya, kenapa? Mau marah? Marah saja sana memang gue pikirin. Tidaklah cozzzzz.&lt;br /&gt;Teruskan saja apa mau kamu, apa kehendak perut dan udel kamu, hehehhe&lt;br /&gt;Aku teropsesi banget ml dengan kamu.&lt;br /&gt;Ml saja sama kambing dibilang dari tadi, kok ga ngah seeh?&lt;div class="fullpost"&gt;Wak! Aku nagntuk ni…udahan kita ya. Mau istirahat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok terima kasih atas waktunya. Boleh aku tahu nama kamu dan meminta saran kamu?&lt;br /&gt;Iya kalau aku bilang berusahalah tabah arif dan bijaksana dalam menanggapi masalah kamu, sesuatu itu sudah ada atura-aturan mainnya. Ranting-ranting takdir yang sudah di tentu kan oleh penentunya, tanpa dapat di ubah walau sudah berjuang dengan mati-matian. Penilaian aku terhadap kamu, walau kita tidak pernah bertemu. Kamu termasuk laki-laki idiot di zaman ini sudah tahu di sakiti masih memegang teguh bersihnya ketulusan hati dan cinta yang bermuara terhadap perasaan! Basi wak, makan itu hati! Akan tetapi dari hati aku yang mungkin kadar persentasenya sangat kecil berjuang terus untuk menggapai indahnya mahligai cinta bersamanya. Percayalah dan nyakinlah Jinggamu juga memikirkan, merindukan juga menantikan dirimu bahkan lebih besar atas penantian jiwamu. Ingat saja nama ku Insa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;Dan ketahuilah, bahwa aku bukan cewek yang memiliki ciri-ciri tersebut di atas. Sejujurnya aku berkelamin ganda alias banci, kasssssssian dech wak udin. Tertipu!! Namun aku jujur, aku sangat tertarik pada sikap kamu. By.&lt;br /&gt;Pantek kuda, ekor kambing!! Memang kandang kuda, pantas gila githo. Aku terdiam namun hatiku masih bertanya-tanya, apakah dia benar-benar banci atau tidak, biarlah tertimbun pada kusutnya rahasia alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-4185017082526266636?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/4185017082526266636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/sambungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4185017082526266636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4185017082526266636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/05/sambungan.html' title='Sambungan .....'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-4931331833688563739</id><published>2009-04-06T17:03:00.000+07:00</published><updated>2009-04-06T17:06:12.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnT1ghs03I/AAAAAAAAADo/FfZYKcEVWaQ/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnT1ghs03I/AAAAAAAAADo/FfZYKcEVWaQ/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321517350932763506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku juga tidak suka di duain, sifat aku cuek, pacaran lebih suka berantam, angkuh, egois, bila pacaran tidak suka jarak jauh. Setelah berkata dan menyumpai kamu apa tanggapan ke dia? Ya aku hanya bisa diam. Begitu kejamnya perkataan dan sumpah pacarnya tersebut tetapi stj diam saja dan tidak mau memutuskannya, tetapi kenapa dengan aku yang tidak pernah menyumpainya sedemikian dan begitu menghargai, begitu menyayangi, begitu perhatian, begitu mengahalalkan semua cara yang tidak bertentagan dengan norma untuk memberikan kebahagian tetapi kok malah selalu dia sakiti dan kurang terima? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus memberi dia semangat dan kenyakinan, sekaligus mejelaskan bukti nyata dari sumpah tersebut, ibu aku juga kena sumpah demikian, namun semua itu bisa di hilang kan dan tidak bisa terjadi bila pasangan tersebut saling sabar dan saling mencintai dengan tulus dan putihnya kasih sayang. Aku akan pertaruhkan segalanya walaupun nyawaku sebagai tumbalnya untuk menggagalkan sumpah itu, percayalah aku tetap disisimu apapun yang akan terjadi kelak. Percayalah aku tidak dan tidak akan pernah meninggalkanmu walau sedetikpun. Ingatlah itu sumpahku yang di saksikan ribuan taburan bintang di sana sambil menunjuk ke angkasa!!&lt;br /&gt;Kalau cewek memang maunya di mengerti kan ada lagunya karena wanita ingin di mengerti ada band, lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kalau masalah mengerti akan hati perempuan, sepertinya semua itu sudah aku lakukan mungkin sangat mengertipun sehingga mungkin menimbulkan kebosanan karena sedetikpun jiwaku tidak pernah berhenti memberikan perhatian tetapi Jingga tidak merasa kalau mengertinya diriku kepadanya sebagai rasa ketulusan kasih sayang yang dalam kepadanya. Ternyata dia dengan eks nya berhubungan sudah enam bulan, dengan pelan stj menyambung pembicarannya, aku juga kalau pacaran tidak pernah lama, yang paling lama ya dengan dia karena aku juga pembosan orang ya. Waktu berhubungan dengan dia sering ke kostnya, ngapain saja? Ya tidak ada hanya cerita-cerita saja, makan sama, canda tawa, tidur-tiduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munafik dia itu, di kost laki-laki berduaan di kamar masa hanya cerita-cerita saja. Mustahil!&lt;br /&gt;Aku tidak tahu, terserah kepadanya mau berbohong juga tidak apa-apa, mau jujur juga haknya. Aku kan laki-laki yang sangat mudah di bohongi, di kadalin, di hina dan di injak-injak harkat jiwaku. Aku terima saja karena terpikir olehku kalau memang jiwa tulus mencintainya bagaimanapun bentuknya akan berusaha tetap memberikan yang terbaik.&lt;br /&gt;Ayoo dong wak kita peraktekkan bagaimana ciuman yang hangat dan dalam, aku pengen nih!&lt;br /&gt;Crotttttt…….crott…..sompret  praktekkan saja sama kambing, lebih syahdu tuh. Bayangkan dulu bibir kambing, coba bayangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah aku bayangkan…&lt;br /&gt;Sudah di bayangkan, lakukanlah sedot terus birkam, ach….&lt;br /&gt;Ach…tidak enak bau, selama pasang dua pernah tidak ketahuan?&lt;br /&gt;Tidak pernah, selama tiga bulan karena kami memakai zona aman bila ingin kencan.&lt;br /&gt;Seperti perang saja pakai zona aman! Tetapi kan kamu yang mengatakan tadi bagai kudeta ya harus dong biar aman gitu. Zona kami kencan di beberapa bisokop, di mall, beberapa kampus, lokasi live musik pada salah satu hotel yang sangat terkenal di kota ini. Banyak lagi hampir diseluruh sexynya geliat tubuh kota belatung ini, liuk-liuk sudut kota ini telah kami ukir pada satu kenangan yang sangat indah, sangat manis dan menegangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saat dia kencan dengan pacarnya kamu tidak merasa di permainkan, tidak merasa di rendahkan, tidak merasa bahwa hatimu dan tahta cintamu lagi terjerumus pada tiga dimensi hati yang sewaktu-waktu dapat saja merusak dan memporak-porandakan salah satu sisi hati kamu?&lt;br /&gt;Tidak. Sedikit pun aku tidak berpikiran demikian karena yang terpikirkan olehku saat itu hanya menginginkan bagaimana aku mendapatkan sedikit celah di hatinya, lagi pula yang namanya posisi selingkuhan atau posisi yang kedua memang begitu, kan tidak ada selingkuhan yang terbebani melihat pacarnya kencan dengan pacar pertamanya. Ya sabar anteng-anteng saja. Memang sih beberapa saat kemudian di hatiku, mulai ada rasa perih, tahta cintaku seakan mulai oleng teriris rasa cemburu yang begitu menyentak lamunan impian dan alam hanyalku paling dalam.&lt;br /&gt;Masa dalam begitu lama tidak ketahuan sih.&lt;br /&gt;Benar!! Tidak ketahuan memang pacarnya mulai ada kecurigaan ke aku, karena rupanya pacarnya juga teman yang dirental. Terpikir olehku kalau demikian pasti mengenal dia juga akan tetapi belum tahu pastinya karena memang aku juga tidak begitu kenal baik dengan pacarnya dan belum pernah jumpa hanya bisa dengar namanya disebut-sebut. Kita sebut saja namanya Bigo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh...wak udin pagar makan rumah ya. Kejam kali kamu, tidak punya perasaan, bagaimana kalau hal tersebut menimpah pada hubungan asmaramu?&lt;br /&gt;Tersenyum bukan karena aku bangga bisa merengkuh jiwa cintanya, akan tetapi kenapa setiap dalam mencintai harus di pertemukan dengan gadis yang sudah memiliki pacar. Itu yang menjadikan senyum lucu, kamu tahu kan senyum lucu? Habis senyum di sambung kekeh. Sohib dirental juga sudah memberi wanti-wanti, kita sebut saja namanya Debu “aku tidak mau tahu kalau nanti terjadi apa-apa ya” Kamu teman aku, Bigo juga teman aku tetapi aku kurang cocok sama dia, sombong tinggi diri. Akan tetapi, aku mengerti ini adalah masalah hatinya jiwa, jadi teman ya teman, masalah hati dan jiwa ya perjuangkan masing-masing, benar ga bos! Aku tidak menyangka Debu sangat mendukung. Aku juga kurang setuju sama dia, tinggi kali gayanya, tahunya aku bagaimana dia di kampungnya. Lagi pula suka main kan anak gadis orang. Kata gaulnya BK. Tetapi kalianlah itu pusingpun jadinya memikirkan perseteruan asmara kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya perkataan teman kamu?&lt;br /&gt;Ternyata sobat aku juga sudah di interogasi oleh Bigo akan tetapi dasar Debu teman sohib jadi tidak bilang apa-apa malah tetap merahasiakan hubungan kami dan namaku. Bigo juga sebenarnya sudah ada feelling bahwa pacarnya lagi dekat denganku namun Bigo belum bisa dapat memastikan dan belum ada sebuah bukti yang dapat menguatkan akan  kecurigaannya itu.&lt;br /&gt;Pernah kalian bertiga bertemu walau belum mengetahui satu sama lain?&lt;div class="fullpost"&gt;Sebelumnya memang aku belum pernah jumpa dan kenal sama Bigo, tetapi tidak tahu kalau dia kenal aku dari mana, memang kami satu kampus, dan aku di kampus memang terkenal sebagai pemberontak ketidak benaran kebijakan birokrasi kampus. Memang aku kurang akrab dengannya, aku lihat saja mereka dari rental, karena aku lihatin terus Jingga gelisah ada rasa tidak enak, ada rasa serba salah, ada rasa menghianati namun sekali-kali Jingga tersenyum dan mengerlingkan mata kepadaku yang kemungkinan itu merupakan sebuah isyarat agar jiwaku damai-damai saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima menit setelah mereka pergi entah kemana, setelah mereka hilang di telan jalanan, habizzz dech aku di ejekin, diledekin, di kunyel-kunyel teman-teman di rental. Ada yang cengengesan nih yee, awas gila lagi, jangan lihat kalilah cing…entar stress lagi. ahahah kasian dech kamu. hahaha… sehingga sesaat di rental tersebut penuh dengan canda tawa namun kucuran keringat panas dingin dalam tubuhku ternyata gerah hingga air keluar dari pori-pori  karena di ledekin. Serasa makan cabai rawit saat itu semua wajah memerah. Emangnya enak jadi orang kedua, rasain lo coy! Hara terus ngeledekin.&lt;br /&gt;Jadi stj kamu gimana?&lt;br /&gt;Sepertinya dia mulai jaga jarak, secara halus agar tidak mencolok kali, ternyata dirinya begitu ahli dalam menutupi hubungan kami. Scienstis dalam memposisikan penemuan hati kepadaku membuat dia dapat hadiah nobel berbohong kali yee.&lt;br /&gt;Salut!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada senja yang mulai temaram mereka duduk-duduk di depan rental menghadap kejalan sambil minum-minuman dingin, pernah juga di tawarin pacarnya minum sama, aku terima saja karena dia langsung mesan tiga minuman dingin, ya kami bertiga duduk membentuk tiga sudut, bila di gambarkan dengan diagram, maka akan berbentuk sebuah kerucut tiga dimensi, hatiku hanya berguman sambil meneguk minuman yang telah di pesan, ya mata sendu bumi! kenapa aku terima tawarannya untuk minum di dekat mereka. Aku tetap memberikan daya rileksasi pada raut wajahku, agar tidak kelihatan bahwa jiwa dan emosianal sentimental perasaanku mulai cemburu, dengan senyum-senyum saja mengenang hubungan dan kejadian tersebut, begitu juga teman-teman yang ada di rental computer semua pada bicara kuat-kuat sambil ngeles-ngeles begitu. Tidak terkecuali si Hara yang memang gayanya bagai laki-laki dan mempunyai suara paling ceblos dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis bagai sinetron bah..! sudah mengada-ngada kamu nih wak, kalau mau jadi artis jangan gila dulu dong. Pamali atu kata urang Bandung.&lt;br /&gt;Ya ampun, siapa sih yang gila jadi artis “opsesi jadi pawang cinta jiwa tujuh samudera memang benar” ach...tidak kebayang m’bok. Jika boleh bertanya andai kamu mendapatkan posisi demikian apa yang kamu lakukan nek?&lt;br /&gt;Wah tidak kebayang, bingung juga. Asik kali ya dapat dan berada pada dua laki-laki yang mempunyai perbedaan karakteristik. Yang masing-masing mengeluarkan jurus-jurus maut (jurus-jurus ular sanca dan anaconda), mengeluarkan daya fitalitas, mengeluarkan segenap kemampuan penebar karismatik dan keluwesan. ahah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku jadian dengannya memang aku selalu di godain, Jingga selalu mengatakan “kamu ya pasti menanglah dalam pertarungan tiga dimensi hati ini habiszzz kamu ular, ularnya bukan kecil tapi ular anaconda”! Hehehhe….canda tahu, tegasnya. Akan tetapi kamu terkapar dengan deru nafas yang saling kejar mengejar kan? Iya iyyalah orang kamu memang penggombal… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu ya asik aja orang rakus, cantik-cantik rakus…tahu ga rakus? Raksasa kurus.&lt;br /&gt;Biar saja, kamu tidak minta keputusan dari dia tentang bagaimana hubungan kamu?&lt;br /&gt;Ada sih, akan tetapi masih kelihatan di keningnya bahwa rasa bingung belum dapat diatasinya. Sabar ya! Aku masih dalam menimbang-nimbang untuk memahami sebuah keputusan yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;Ribet banget atau kamu ingin mainin dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa memang kamu atau setiap perempuan di bumi ini sama ya bila memahami seorang lelaki? Sedikit-sedikit ingin mainin, sedikit-sedikit mainin, mainin kok sedikit. Perasaan khawatir dan ketakutan begitu kental di dalam ucapannya, sebuah kata yang tidak akan pernah aku lupa bisa jadi sampai jiwa dan raga ini menyatu ke dalam gelamnya bumi, “nanti setelah aku putusin Bigo dan memilih kamu ternyata aku kamu tinggalkan”? Tidak mungkin meninggalkan kamu, percayalah akan janji matiku, aku sangat memahami perasaan dan kegalauan hatimu akan keputusan yang akan kelak diambil, namun aku tidak bisa janji tetapi akan memberi bukti yang akan aku persembahkan kepada cinta jiwamu, sehingga jiwamu tidak akan mampu menerima dan menampung betapa besar dan kekarnya kesungguhan jiwaku terhadapmu, memang terlalu dini aku mengatakan bahwa rasa sayang cinta jiwa ini teramat sangat padamu. Selang beberapa hari dari ucapan tersebut kami jjs, pada saat duduk-duduk di teras salah satu kampus menghadap salah satu hotel, Bigo nelepon, dari pembicaraan meraka aku bisa mengambil kesimpulan bahwa masalah mereka sudah memuncak sudah sampai zona tempur. Dari suara yang keluar dari hp Jingga, Bigo mengatakan, “Aku sudah tahu kamu selingkuh, kamu menghianati cinta kita, kamu sudah menikam jantungku tanpa ada isu-isu asmara di antara kita” dibalas dengan garang oleh Jingga “aku apa kamu yang lebih dahulu menghianati cinta dan kesetiaanku selama ini?? Sudahlah siapa orangnya yang berani main belakang dengan aku? Awalnya Jingga tidak ingin menjawab panggilan dari hand phonenya. Sudah angkat saja, Percayalah tidak akan terjadi apa-apa, bila ada timbul masalah kita bicarakan baik-baik jangan kita tinggalkan, ciri-ciri sebuah masalah adalah bila kita tinggalkan masalah tersebut yang mengejar kita. Apa mau terus di kejar-kejar masalah? Tegasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkat telepon apa ngangkat orangnya?&lt;br /&gt;Dua-dua kale ya, mencermati pembicaraan mereka Bigo marah sekali, sangat marah, dimana ni? Mau tahu saja dimana, memangnya kenapa ya suka aku mau di mana, (memang Jingga kalau sudah marah dan datang garangnya demikian ya demikian) di Nomensen kenapa rupanya? Sama siapa? Mau tahu saja ya suka akulah sama siapa! Dalam hati aku, perang dech kacau nih. Mereka saling otot-ototan, “siapapun orangnya aku bunuh dia di depan kamu nanti ya, agar kamu mengetahui betapa sakitnya perlakuan ini” dengan garang seperti ular berjenis kelamin perempuan dangan tegas dan berdecis “enak saja mau membunuh anak orang, memang apa hak kamu seenaknya menghilangkan nyawa orang” udalah malas pun aku membahasnya, kita putus saja!! Jingga langsung mematikan hpnya.&lt;br /&gt;So what…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah di pasti kan siapapun orangnya mendapat kejadian tersebut dan berbicara melalui seluler ya sudah pasti tidak puas, karena tidak merasa puas begitu, ya pacarnya berkali-kali berusaha menelpon, namun tidak di angkat dan kadang kali di matikan. Aku diam dan memandangi dia, sudahlah kita makan nih taro, sebenarnya aku juga sangat marah sekali karena dengar mau bunuh membunuh tersebut, aku lagi orangnya tidak bisa di tantang dan di sepelekan sama laki-laki, siapapun orangnya apapun pangkatnya aku layani, stjku tahu sekali itu karena pernah lihat aku marah-marah di salah satu instansi di ruang bendahara di saat menfollow up dana kepedulian sebuah kegiatan ilmiah kemahasiswan. Akan tetapi aku tetap berusaha memberikan kearifan bahwa semua pembicaraan yang telah di dengar merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di dalam tiga dimensi tahta cinta.&lt;br /&gt;Dengan demikian suasana yang ceria tidak berubah menjadi suasana yang buram dan kusut. Yang lebih mendasari keadaan pribadiku tetap tenang salah satunya karena jiwaku sangat menghargai Jingga sebagai kekasih akhirku sehingga lebih mengambil posisi diam dan terus makan makanan yang telah kami bawa.&lt;br /&gt;Pacar kamu setelah mendapat terlepon tersebut bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bilang pacar dulu dong, pada saat itu belum dapat dikatakan Jingga sebagai pacarku kalau selingkuhannya itu baru benar. ya khawatir, gelisah, dengan terus menyakinkan dia, begini saja agar tidak berlarut-larut semakin ribet dan tidak di teror terus menerus jumpa kan saja aku padanya. Mari kita selesai kan secara arif, dewasa dan kesatria. Semua ini terpulang kepadamu, kepada perasaan hati jiwa cintamu, sesuatu yang bisa kamu pegang bahwa aku dan dia tidak bisa memaksakan kehendak hati untuk tetap memiliki segenap indahnya kharismatik cintamu. Percayalah tidak akan terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;Arif ni yee…terjadi wak.&lt;br /&gt;Terjadi! Lokasinya di salah satu café berbentuk joglo jalan hm Joni. Pada hari sabtu menjelang sore.&lt;br /&gt;Tidak di shoting waktu itu wak.akkkaka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pembuatan film? Pertemuanpun terjadi, aku melihat di wajah Bigo ada rasa tidak puas juga tidak senang di saat telah bertemu tatap muka denganku, dari raut wajahnya mungkin berkata ternyata benar fellingku tentang orang yang telah merebut pacarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga demikian teringat kata-kata mau membunuh rasanya ingin membela kepalanya. Namun sekali lagi karena sangat menghargai stj nirwanaku, aku hanya tersenyum. “kamu ya choet? Iya sory bertemu dalam suasana yang begini”&lt;br /&gt;Berkelahi …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya enggak sampailah berkelahi damai-damai saja. Lagi pula jelek amat sih kalau masalah perempuan harus berkelahi. “aku orang yang kamu ingin bunuh”! Yang telah berani memacarin gadismu, yang telah berani main api dengan bidadarimu ini, aku pula laki-laki yang kamu ingin temui. Kamu menyanyangi dia, kamu mencintai dia, tetapi aku ragu kalau dia adalah belahan jiwa cintamu karena kamu telah selingkuh, akan tetapi aku juga sangat menyanyangi dia mungkin lebih jauh dari apa yang engkau berikan kepadanya, artinya kita berdua berada tepat pada satu relung ruang kalbu bidadari ini, namun posisi kita berdua saling berseberangan pada sisi yang berbeda. Aku tidak menyangka saja kamu lakukan, karena kita berteman tetapi kamu telah menikam jantungku dari belakang, Bigo berusaha menggambarkan kegalauan dan kekederannya kepadaku. Bigo ini masalah hati dan perasaan, masalah teman ya teman masalah hati jiwa cinta perjuangkan masing-masing, kita memiliki kharisma tersendiri yang nantinya hanya dia yang dapat memberikan keputusan akan kemana hati dan cintanya bersandar, dan keputusannya aku berharap kita dapat menghargaai dan menerima secara ikhlas tanpa ada yang merasa terhianati. Bagaimana apa kamu setuju solusi yang aku berikan? Ya! Aku setuju memang hanya solusi itu yang dapat menyelesaikan hubungan kotor ini.&lt;br /&gt;Pagar makan rumah dan perabotan nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi sejujurnya, ini masalah hati dan perasaan, masalah kasih sayang dan perhatian sekaligus masalah kepercayaan dalam melindungi pasangan, masalah menghargai seorang kekasih belahan jiwa cinta kita, tidak ada pautanya dengan apa-apa. Kita berdua juga tidak bisa memutuskan dan memaksa dia untuk menerima cinta kita, sekali lagi ini masalah hati dan perasaan. Jadi biarkan dia yang memutuskan dengan sendirinya tanpa ada tekanan dari kita, bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawabanya pacarnya tersebut. Sepertinya kamu teramat sangat nyakin ya, terhadap kharismatik cintamu dan kasih sayangmu telah berakar dan mulai berbunga di hati cewek tersebut?&lt;br /&gt;Bigo deal, akhirnya diputuskan tetapi masih ada keraguan di wajah Jingga, sehingga keputusan tidak di ambil di depanku, mungkin tidak enak di depanku. Kami berdua juga sangat faham bahwa sebuah keputusan yang akan di ambil akan melukai salah satu hati dari kami. Bisa saja sisi jiwa cintaku yang akan hancur, bisa jadi pacarnya yaitu Bigo, semua masih dalam keadaan di balik sebuah tirai mahkota hasrat penilaian.&lt;br /&gt;Lho kok begitu, artinya stj tidak dalam satu komitmant dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stjku meminta ruang waktu untuk membicarakannya berdua, akhirnya mereka balik ke kost di belakang rental, dan ternyata di rental dan di kost – kostsan Jingga sudah banyak yang mengetahui bahwa telah terjadi pertemuan tiga dimensi cinta, aku langsung menuju Capital Buillding duduk di trotoar menantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama menunggu di Capital?&lt;br /&gt;Lumayan lama juga, aku pasrah saja atas putusannya apakah hatinya akan bersandar pada relung hatiku atau tidak, sekali-sekali aku misscall Jingga untuk membuyarkan pertemuan mereka. Namun ada sedikit kenyakinan bahwa aku akan memenangkan petarungan cakrawala dunia asmara dan mendapatkan cintanya. Dimana saat bergadang di warkop waktu itu kami sudah menginap di salah satu hotel di kota belatung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayooo…ayooooooo!!&lt;br /&gt;Habis curhatan di warkop sudirman telah menunjuk kan diatas pukul 01.23 wib. Karena sudah bosan duduk dan mau buang air kerjaanya kami memutuskan untuk berjalan menelusurin seluruh lorong-lorong jalanan kota medan sambil menunggu pagi karena mau pulang ke kost tidak ada kunci. Jalan – jalan tubuh sexy kota medan kami telusurin pelan-pelan dengan jalan kaki, sambil bergandeng tangan canda terbahak-bahak seperti tiada beban, sepertinya Jingga tidak merasa lelah, sekali-sekali aku kecup tanganya dan keningnya. waktu itu saksi bisunya ada yaitu sandal dan sepatu kami hancur dua-duanya, terkadang kala tukang-tukang becak ada yang usil, pak polisi juga terkadang hanya memandangi kami berdua, dari hal ini juga aku dapat memberikan bukti nyata bahwa kotaku adalah kota yang paling aman, semua berkat pak polisi. Heheh. Entah apa yang ada di benak pak polisi karena melihat kami, ternyata sudah sangat jauh kami selusuri jalan-jalan gelap tubuh sexynya kota kelihatan stjku mulai kelelahan, bagaimana nih kita? Tidur dimana? Balik ke kost pasti itu tidak mungkin, kalau tidak kita nginap aja di hotel? Ya udah kita ambil uang dulu di ATM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mencari ATM salah satu bank swasta saat itu kami jalan melewati tukang-tukang becak, dek jangan mau sama dia jalan bergandengan tiada tujuan seperti syair bung iwan itulah ocehan tukang becak tersebut, bagus sama abang naik becak. Mereka terbahak-bahak, setelah berada jauh dari abang–abang becak kami juga terpingkal-pingkal, gimana benar tuh apa yang di katakan oleh abang tukang becak, jalan dengan aku hanya bisa jalan kaki, dengan abang-abang itukan bisa naik becak. hehehh, enak saja, aku lebih bahagia jalan bersama kamu walau dengan jalan kaki. ATM dapat kami jumpai, sesaat kemudian kami sudah menuju salah satu hotel, setelah cek in kami langsung ke ruangan dan segera merebahkan tubuh. Kakiku keram! Aku pijitin kaki dan jari-jari kaki kamu, mau ya? Iya. Sembari memijitin kakinya perlahan Jingga terlelap, aku juga berusaha membaringkan tubuh di sisinya, pada saat itu stjku menggunakan celana jeans lea warna hitam. Tepat di wajahnya, aku terus memandangi wajahnya yang begitu cantik, sekali-kali membelai rambutnya, dan membelai dengan jemariku sekujur lika-liku wajahnya, Jingga menggeliat manja dan menghadapku, sambil berbisik “maafkan aku yang telah membuat jemari kakimu keram”, karena berbisik-bisik tersebut seketika tanganya memelukku, merasa tidak ada batas lagi, akhirnya kami terbuai pada kisah yang terjadi di bukit lawang tanpa ada yang mengganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjemput pagi dengan cepat meninggalkan jauh dan samarnya butiran embun seluruh tubuh penuh kejadian aneh pada diri kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila kamu ya, akhirnya dia datang. Benar, Jinggaku turun dari salah satu angkot, langsung menemuiku dan langsung menarik tanganku “aku memilih bersandar di relung hati kamu” puas kan? Kamu Jangan tinggalkan aku ya, janji ya! Bila kamu menyakiti dan meninggalkanku, enggak tahu sakitnya perasaan dan jiwaku kelak dan aku akan sangat marah!! Terimah kasih ya bumi, engaku telah kabulkan doa-doaku. Mulai sore itu juga sumpah dan ikrar dalam hati bagaimana pun keadaannya, bagaimana pun Jingga memperlakukanku nantinya, aku akan tetap menjaga, memelihara kuntum-kuntum yang telah aku semaikan di jiwa cintanya, akan memberikan perhatian dan ketulusan kasih sayang melebihi segalanya.&lt;br /&gt;Ahahah…pangeran kodok wak udin, kalau aku mau sama wak udin bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon aku diberi maaf, hatiku sudah teramat layu bagaikan mentari yang tidak memiliki perkasa sinarnya, kamu pasti tahu bagaimana bila mentari tidak memiliki sinarnya lagi kan? juga sudah tidak kepikiran tuh untuk mencari cinta yang lain, lain cerita kuliah di mana?&lt;br /&gt;Ngapain kuliah tidak enak, lebih enak hura-hura. &lt;br /&gt;Oooooooo……&lt;br /&gt;Alunan manja biola mengalun begitu sendu……. Menyelami jiwa cinta dalam keraguan………Kasih hidup menikam laksana gemuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai datang gilanya…&lt;br /&gt;Menghampa rindu timbulkan malu dalam rintihan kalbu jiwa cinta yang biru…!!&lt;br /&gt;Ah…ah…kucing garong!&lt;br /&gt;Bisikan kasta naluri tergantung hampa……Kehampaan menekan duka lara……Menghias kalut cerminan nestapa……Bahtera alam menangis nafas darah cinta dalam pelukan asmara…ah…ah…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-4931331833688563739?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/4931331833688563739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/aku-juga-tidak-suka-di-duain-sifat-aku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4931331833688563739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4931331833688563739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/aku-juga-tidak-suka-di-duain-sifat-aku.html' title=''/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnT1ghs03I/AAAAAAAAADo/FfZYKcEVWaQ/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-5479984250370715310</id><published>2009-04-06T16:53:00.001+07:00</published><updated>2009-04-06T16:55:25.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Tiga Dimensi Ruang Sisian Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnRQFP7gbI/AAAAAAAAADg/tWJxh-OHIlM/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnRQFP7gbI/AAAAAAAAADg/tWJxh-OHIlM/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321514508932055474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau play boy tidak mungkin dong aku menangis karena perempuan. Masa dalam waktu yang singkat, kamu sudah gaet cewek lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena wajahnya itu lho! Jangankan aku, biar kamu tahu gimana wajahnya aku buat deh ibaratnya, harimau saja bila melihatnya bisa tentram dan mungkin tertidur di pangkuannya. Bila mentari beradu dengan matanya pasti sinar mentari segera meredup malu, begitu juga rembulan, bila menatap kesexian senyumnya, aku nyakin rembulan serasa tertutup gerhana total. Memang sebenarnya, aku akui kadaristik dalam mencintainya saat itu berada leval tiga puluh persen bahwa pada saat itu dirinya masih ku anggap sebagai orang yang aku kasihi, aku tidak akan pernah munafik, wajarkan karena sifat hati emang demikian, tertutupi sebuah tirani. Namun seiring waktu, aku baru dapat memberikan kadaristik yang besar dan penuh kepada Jingga. Benerkah itu?&lt;br /&gt;Saat itu aku ada di mana ya, kalau ada di situ kan enak bisa minta traktir juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana tahu kamu di mana, mungkin masih di kandang kambing. Masalah traktir bentar dech aku traktir secara khusus mau kan nek? &lt;br /&gt;Jadi tersanjung nih. Aduh...aduh...…terbang dan terbang  tinggiiiiiiiiii kaalee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capung kalee, capung–capung kecil bersayapkan pelangi.&lt;br /&gt;Iya kalee… waktu dengar ucapan teman kamu bahwa dia sudah ada yang punya bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati tidak mundur, semakin membara dan berjuang untuk mendapatkan sedikit lubang dan mencari celah di hatinya, bila telah dapat sedikit lubang di hatinya untuk menebarkan berjuta-juta benih-benih kuntum kasih sayang maka seiring dengan waktu akan aku jadi kan lubang besar yang di penuhi oleh kuntum-kuntum indahnya Teratai Jingga cinta. Kebenaran bahwa cinta dapat tumbuh pada pandangan pertama memang terbukti nek. Filosofinya karena adanya pandangan pertama yang saling menatap dan membaca pancaran relung mata masing-masing sehingga mengkoordinasikan darah ke relung hati dan menjadikan sebuah tekad dan kemampuan untuk membuktikan bahwa pandangan itu tidak salah untuk merangkul indahnya cinta gadis pesona senja.&lt;br /&gt;Wak udin streesssss…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati jiwa ini berikrar tetap bersaing untuk mendapatkan dan menggenggam jantung cintanya langsung biar tidak tanggung-tanggung, merangkul kasih sayangnya, dalam pelukan rimbunnya asmara gemerlap jutaan risau cemburu bintang-bintang. Mungkin inilah kelainan sifat yang ada pada jiwaku.&lt;br /&gt;Apa tuh? Kelainan saraf ya, gila ya!&lt;br /&gt;Sepertinya sangat lebih tertantang, lebih bersemangat, lebih agresif, lebih gila, lebih bernafsu untuk mendapatkan gadis yang sudah punya pacar. Pada mantan yang kedua juga begitu.&lt;br /&gt;Kenapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ada rasa lebih menantang saja, seperti kita menaklukkan curam dan terjalnya berpuluh-puluh gunung, semakin curam dan terjal maka semakin tinggi teknik kemampuan dan adrenalin kita keluarkan agar dapat menaklukkan gunung tersebut, begitu juga pada seorang gadis aku lebih dapat mengetahui seberapa jauh, seberapa mampunya kebulatan tekad, seberapa besarnya kesabaran, seberapa besarnya kedewasaan dan kearifan, apakah termasuk lelaki yang lebih dia inginkan atau tidak sehingga dapat menunjukan apa yang tidak dimiliki sekaligus membuktikan bahwa merdunya alunan dan nyanyian hatiku lebih unggul dan nyaring dari pacarnya. Sehingga aku akan memberikan yang lebih dan lebih dari pada pacarnya. Aku pasti akan lebih mengutamakan kedewasaan, kesabaran, pemikiran yang positif perhatian yang penuh. Yang jelas kepribadian aku harus lebih dari apa yang ada di miliki pacarnya. Dan terasa lebih memuaskan dan lebih gregetan, dimana kita juga teropsesi memainkan peranan agar kita lebih dapat memberikan nuansa yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PD banget wak udin jelek. woi…jelek..trik kamu kenalan dengan dia?&lt;br /&gt;Memang sulap pakai trik? Aku hanya menawarkan diri saja, ingin bersahabat lebih jauh, sampai stj bilang sama teman aku saja ada yang lagi jomblo tuh! Aku bilang tidak mau aku mau sama kamu kok bukan sama temanmu yang lain. Dia hanya tersenyum. begitu indahnya sampai rembulan pun enggan memperlihatkan gemulai cahayanya untuk bersaing dengan gurihnya senyum yang terbias dari bibirnya eksotis tersebut, hingga panorama biru senyum gunung sinabung pada senja yang terlihat dari kost-kostsan tidak mampu bersanding dengan senyumnya, sudah ada yang punya ya? dia hanya diam. Pada saat di café di daerah jalan sm raja, dia di telepon pacarnya.&lt;br /&gt;Heng...ing...eng...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana? Tanya “Hara”, dari dia dengan berisik. Ya jawab saja kenapa takut. Dari mimik mereka aku tahu apa yang mereka bicarakan.&lt;br /&gt;What?&lt;div class="fullpost"&gt;Demi allah aku sangat iri dengan suara dia menjawab telepon tersebut, mesra dan manja banget. Begitu berbeda dimana saat dia berada disisiku, selama kurang lebih empat tahun. Hampir tidak pernah aku mendengar kemanjaan seperti hilang di makan imez, bahagia sekali bisa mendapatkan dirinya, cantik, manja, mesra tidak usil, pendiam, super cuek, pembosan, angkuh, segala pernak-pernik sifat tersedia deh. Lagi makan di café sama teman kost di depan salah satu universitas di jalan sm. raja, kapan pulang ke medan? Seperti ada rasa kesal yang terpancar dari wajahnya. Kok begitu, aku kekeh saja, dari cowok kamu ya? Bukan Jingga yang menjawab tetapi Hara, ya iyyyalah! Siapa lagee kalau bukan dia, Sudahlah dia saja tidak mikirin kamu tetapi kamu mikirin dia sampe mau gila, dia enak-enak kan di kampung dengan selingkuhanya, eee kamu yang uring-uringan, ya sudah kita makan aja dulu makanan yang di beri sama dodol satu ini, hehehe..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dalam kelihatannya hubungan mereka ya wak!&lt;br /&gt;Aku juga awalnya berasumsi seperti itu, tetapi teringatnya pada saat pacaran denganku dia tidak pernah manja sedemikian rupa. Sangat cuek dan selalu menunjukkan keras kepala dan tidak mau menunjukkan kalau dirinya tidak mampu jauh dengan aku.&lt;br /&gt;Jadi dia tidak ada manja ke kamu saat berhubungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sama sekali, manja saat ada maunya aja, stj cuek bagai bebek, egois, angkuh mungkin juga sudah dalam berhubungan dengan pacarnya, apalagi romantis no wey, walau aku terus berusaha memberikan nuansa yang sangat romantis. Akan tetapi aku sangat percaya dan menyakinin bahwa dia tidak begitu. Dia suka dengan romatis, suka dengan yang indah-indah, namun mungkin dirinya hanya jaga imez agar dirinya tidak dianggap terlalu lebih mencintai atau aku saja yang merasa sangat dicintai, agar dia merasa bahwa jiwa cintaku saja yang sangat membutuhkan kehadirannya.&lt;br /&gt;Setelah kamu dapatkan ciuman gimana rasanya perjuangan kamu buat dapat kan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wouw…semakin menggila. Ada secerca harapan yang menerobos masuk kecelah-celah pembaringan gairah darah yang sedang di lapisi tembok karang tujuh samudera nek.&lt;br /&gt;Nah mulai lagi manggil nenek, kenapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum pernah rasa kan ciuman yang begitu hangat, liar, berlangsung lama dan dalam (ahlinya dia) tidak pernah aku dapatkan dari ex sebelumnya seindah ciuman sedemikian itu, aku hanya mampu berguman kala itu ternyata dia memiliki pengalaman tingkat tinggi soal long kiss love.&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu memang sudah pengalaman dong dia, wah ketinggalan kamu wak! Dapat sisa-sisa nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi bisa tidak, karana aku hanya bisa percaya kepada semua yang telah dia ucapakan, yang membuat aku tidak bisa dapat melupakan ciuman tersebut adalah dimana ciuman itu sangat dalam dan hangat suasananya juga sangat mendukung.&lt;br /&gt;Dapat ciuman pertamanya di mana?&lt;br /&gt;Mau tahu? Sory ya rahasia pribadi nanti kamu masukkan ke infotemant pula kan bisa kacau.&lt;br /&gt;Jangan sok artis kenapa wak!&lt;br /&gt;Ciuman pertama di sebuah penginapan berlokasi daerah bukit lawang satu bulan sebelum bukit lawang menjadi puing-puing akibat air bah.&lt;br /&gt;Aduh…Indah sekali suasanya.&lt;br /&gt;Di saat fajar menjelang, dimana ayam jantan hutan juga sibuk berkokok, kami juga sibuk dengan activitas panas dingin, merapatkan desiran dan gesekan kaki menelan semua kehangatan yang teramat dalam. Disinilah terjadi percikan-percikan asrat bergelora nafsu birahi mengalir dalam darah menyentak-nyentak ke seluruh urat nadi membawa semua rasa ingin memiliki…oh...ooo&lt;br /&gt;Sudah ada keputusan rupanya dari dia, bahwa saling menyukai.&lt;br /&gt;Belum!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti dia sudah terbiasa dong dengan hal itu, dia kan perempuan kenapa mau memberikan kiss love tanpa ada komitment dan sedangkan dia juga masih punya pacar?&lt;br /&gt;Entahlah nek! Mungkin dia lagi kehausan karena sudah lama tidak dapat dari cowoknya. Maaf, aku tidak tahu. Yang jelas memang tinggal mencari waktu yang tepat saja.&lt;br /&gt;Waktu apa lagi kan tepat pada saat di bukit lawang tersebut lebih mantap lagi wak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar akan tetapi saat itu stj belum bisa memberikan jawaban pertanyaan hatiku. Ada ketakutkan yang terpancar dari wajahnya, bila memutuskan cowoknya dan menerima aku nantinya. Jiwa raganya takut bila aku akan meninggalkanya. Yang langsung di ucapkannya “nanti setelah aku mutuskan dia kamu nyakitin dan ninggal kan aku choet? Aku janji tidak mungkin meninggalkanmu, percayalah!! Itulah percakapan yang sempat terjadi pada saat kami mandi pagi di aliran sungai bukit lawang dan sambil aku membilas rambutnya dengan shampoo. Apakah ini jawaban semua ketakutan meninggalkan cowoknya kemarin saat mau menerima cinta ku? Ketakutan karena sudah sangat jauh berhubungan? Hanya dirinya dan eks nya yang tahu.&lt;br /&gt;Dapat waktu tersebut kapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kami lagi menikmati live musik di hard rock café (RC) pada pukul 00.00 aku bisikkan kata-kata di telinganya ”aku sangat menyayangi kamu” karena  deru nafas di dekat telinganya, stj menggeliat dan merapatkan badan ke dekapanku. Aku kecup rambutnya dari belakang, betapa aku sangat menyayangi kamu dalam benakku dan sampai kapanpun kamu tidak akan pernah mendapatkan kata putus dari bibir dan jiwa cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahahah...bisa juga rupanya wak udin romantis jadi apa jawabanya?&lt;br /&gt;Dia hanya tersenyum indah sambil mendaratkan cubitan dan semakin merapatkan tubuhnya dalam rangkulan tanganku. Bila mengingat semua itu, ingin rasanya mengulangi waktu itu kembali namun tidak mungkin waktu bisa kembali. &lt;br /&gt;Masih bimbang kali dia ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan demikian, masih bingung harus memilih yang mana di antara kami berdua tetapi hatinya sudah mulai menampakkan gejala kecondongan ke dalam ruang jiwa cintaku. Sudah mulai bergeser di antara tiga dimensi hati.&lt;br /&gt;Kamu tidak tanya ke dia sejauh mana hubungan dengan mantanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pada saat itu. Artinya dia pasang dua dong? Benar banget nek, tetapi setelah dia mengenalku, waktunya lebih banyak dihabiskan bersamaku. Kenyakinan hati kuat karena sudah memiliki satu kunci, lalu aku juga tidak tertekan perasaan saat itu di sebabkan posisi kedua di hatinya. Ibaratnya jadi kan aku yang kedua.&lt;br /&gt;Kunci rumah apa kunci mobil wak? Matree…cewek matree banget lo, ketbrak bajaj aje lo.&lt;br /&gt;Enak saja sayang dong wajah cantik aku, jelak amat sih doa kamu sejelek orangnya.&lt;br /&gt;Kenapa aku bilang demikian. Pertama; sudah dapat kan ciuman terhangat dan terindah darinya. Yang kedua; sudah mengetahui bahwa hubungan mereka lagi bermasalah tetapi entah masalah apa, tetapi yang aku bisa ambil garis lurus adalah masalah perselingkuhan, kan hal itu sudah memang lagi trend di zaman ini, bila tidak selingkuh tidak macho githo lho. &lt;br /&gt;Masalah apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hara teman sekostnya mengatakan, bahwa cowoknya selingkuh, teman rentalku juga sudah bilang kalau cowoknya suka main perempuan akan tetapi stj tidak mau terima dan tidak percaya. Walau Jingga juga pernah mengakui pernah melihat pacarnya selingkuh.&lt;br /&gt;Benar kan wak, cewek yang demikian itu karena sudah dalam makanya tidak terima apa yang terjadi.&lt;br /&gt;Aku tidak begitu tahu, disini kita bukan berbicara melalui medium emosional akan tetapi kita berbicara pada medium hati relung jiwa cinta, jangan fitnah stj itu kekasih akhirku walau telah berulang-ulang menyakiti tetapi aku tidak bisa dengar itu. Aku baru tahu saat kami bergadang di warkop sudirman (warkop anak gaul di kota medan)&lt;br /&gt;Begadang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz...mungkin karena sangat kebingungan, di sinilah ketahuan sejauh mana hubungan Jingga dengan pacarnya.&lt;br /&gt;Ngapain saja wak satu malaman di warkop?&lt;br /&gt;Biasalah, makan minum, sampai kami pernah di usir karena kelamaan duduk, semalaman curhatan tentang hubungan meraka. Kalau cowoknya suka selingkuh, dan yang tidak bisa dia terima pada saat cowoknya melayangkan sumpah “andai kamu menduakan dan meninggalkan aku, aku pasti sumpahi kamu agar mati jodoh”. Aku terus berusaha menyakinkan dengan berulang ulang bahwa sumpah tersebut dapat di henti kan dengan ketulusan hati kita dalam membina hubungan ini, kami juga sering ke karokean bersama teman dosennya. Aku berpikir sejenak, sedangkan aku saja laki-laki tidak pernah ke karaokean. Namun stj bilang hanya nyanyi-nyanyi saja, itu kan bukan tempat yang amoral. Biasa kan kalau ingin rileks ke tempat yang demikian, tegasnya.&lt;br /&gt;Wah mulai neh..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-5479984250370715310?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/5479984250370715310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/tiga-dimensi-ruang-sisian-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5479984250370715310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5479984250370715310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/tiga-dimensi-ruang-sisian-cinta.html' title='Tiga Dimensi Ruang Sisian Cinta'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnRQFP7gbI/AAAAAAAAADg/tWJxh-OHIlM/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-1817890565293794300</id><published>2009-04-06T16:45:00.002+07:00</published><updated>2009-04-06T16:53:12.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sambungan Dari Cerita Sebelum Nya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnP9gDDlWI/AAAAAAAAADY/23DSQ-UHh00/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnP9gDDlWI/AAAAAAAAADY/23DSQ-UHh00/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321513090196673890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf!! Aku bukan tife laki-laki hidung belang atau pun lelaki pemuas nafsu birahi. Aku juga bukan seorang gigolo, yang hanya mencari kenikmatan sesaat. Aku laki-laki normal yang mengutamakan akan ketulusan kasih sayang yang bertanggung jawab dalam membina sebuah hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach...palsu kamu? Maksudnya…&lt;br /&gt;Kain bekas….bisa kamu pertanggung jawabkan kata-kata tersebut?&lt;br /&gt;Dengan darah aku siap, sebagai mana yang telah aku lakukan pada mantanku yang terakhir ini ‘Jingga”, tiga kali aku curahkan darah segar melalui lengan kiri yang sampai sekarang terdapat tanda luka di lengan kiriku. Kalau kamu tidak percaya, dia masih hidup dan sudah bahagia pun kali saat ini. Itulah yang sebenarnya, menurut kamu lelah tidak berhubungan yang tidak ada komitment?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak juga, namun semakin aku cermati ya lelah dan sangat membingungkan, akan tetapi hubungan yang demikian makin asik tuh.&lt;br /&gt;Aku tidak pernah memaksakan kehendak kamu, harus lebih baik demikian. Artinya pendapat kamu seperti teman karibku “kita sebut saja namanya “ext_mic”. Dia juga memberikan kalimat yang sama, “kenapa kamu  pusing”? Posisi kamu lebih enak, lebih di untungkan, posisi menang, lebih leluasa untuk pasang banyak dan bercinta pada banyak perempuan. Bila kamu perlu dia kan bisa kamu pakai, bila tidak lagi kamu tinggal pergi santai, tidak ada ikatan apa-apa yang penting jangan sampai kamu hamili, karena dia yang mau hubungan demikian. Bodoh kali kamu sebagai laki-laki, sudahlah ambil saja manfaatnya choet!!&lt;br /&gt;Bener ambil saja manfaatnya dari semua itu, aku saja cewek bilang demikian apa lagi laki-laki jadi wak udin jawab apa ke teman karib tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian sama saja. Semua di tanyain bagaimana Nice terhadap aku semua bilang tidak tahu, sahabat macam apa kalian ini? Katanya sahabat tetapi sahabatnya di hianati tidak bisa bantu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang dong dengan sahabat kamu?&lt;br /&gt;Perang mulut aja, dia juga sedih dan terdiam tidak bisa bantu. Sudahlah choet “Perempuankan bukan hanya satu di dunia ini, bukan dia saja masih banyak diluar sana yang lebih dari dia.” Kamu bisa dapatkan perempuan yang lebih baik yang punya pengertian, yang lebih kaya, yang lebih kuat seknya, yang lebih periang, yang lebih dewasa atau yang lebih manja dan lebih bisa menerima kamu apa adanya, Ok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo…ooh.&lt;br /&gt;Tetap tidak terima perkataan sahabat aku, padahal bila di cerna dengan akal sehat dan hati yang dingin semua perkataannya benar semua, tetapi ini bukan hanya bisa mendapatkan perempuan lain, ini masalah hati dan perasaan kawan! Bukan masalah akan seknya kuat, bukan masalah kekayaan, bukan masalah dia cantik, ingat kawan ini masalah hati sekali lagi masalah hati, yang hanya mampu di di rasakan melalui medium hati jiwa. Kamu bisa kata kan demikian karena kamu tidak tahu bagaimana rasanya hati dan perasaan jika mendapat hubungan yang bertepuk sebelah tangan. Bagaimana teririsnya rasa setiap datang pertanyaan hati. Kamu tidak terima saran aku ya sudah, mau gimana lagi aku tidak bisa bilang apa-apa choet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Air mata mulai berderai, terkenang semua pengorbanan, waktu, perasan, pikiran, selama tiga tahun empat bulan ternyata sia-sia saja. Jangankan nyusun agenda kearah yang lebih jauh, jawaban dari pertanyaan hati aku juga tidak pernah di dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cengeng ternyata wak udin.&lt;br /&gt;Memang aku akui jika masalah hati dan perasaan memang cengeng dan sangat lemah, berderai air mata di lantai empat HDTI pada saat itu.&lt;br /&gt;Sebentar, aku ingin menangis juga nih. Ach yang benar aja ngejek ya? Ah…ah…aku ingin ke toilet sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok&lt;br /&gt;Hello any body home? Hello kemana wak udin apakah sudah mati bunuh diri? &lt;br /&gt;Wak udin aku sudah siap, sudah naik lagipun.&lt;br /&gt;Yupz, masih hidup dan jantungku masih berdenyut walau tidak teratur karena masih ingat dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pikir sudah bunuh diri tadi. Kalau tidak lompat saja wak saat di samping jendela Hotel tersebut? Eee…emang lagi ngapain di hotel tersebut ml ya?&lt;br /&gt;Tidak…… Hanya menumbuk dinding dengan sekuat tenaga, untuk melampiaskan gumpalan amarah, kesal dan kecewa yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun dan urat syarafku, darah terasa berantakan dari urat nadi, panas berasap menahan gejolak darah yang mulai bergemuruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang memang kamu tidak tahu apa yang menjadi sebab dia tidak membalas pertanyaan hati kamu?&lt;br /&gt;Satu minggu sebelum aku mengambil keputusan untuk pergi, dia ada berkata,” Maaf ya choet, aku akui dengan sepenuh hati dan segenap rasa, kamu itu begitu asik orangnya, arif dan dewasa, tidak pernah marah, sabar, enak di ajak ngobrol, bisa tempat untuk bertukar pikiran, suka memberikan dukungan di saat aku butuh dukungan, survive, enak di ajak jalan, sifat melindungi kamu juga sangat tinggi yang pasti semua itu aku akui. Bila aku boleh jujur lagi, bila aku ingin mencari dan mendapatkan ketulusan kasih sayang dan perhatian, kedamian jiwa, keceriaan, aku dapatkan semua itu pada kamu tetapi bila aku ingin mencari status dan kekayaan aku dapatkan dari dirinya, maafkan aku choet.” Aku bingung mengambil sebuah keputusan namun aku perempuan yang semua sifat perempuan itu senang dengan status yang tinggi, status yang dapat di banggakan kepada siapa saja dan berdampingan dengan seorang pendamping yang memiliki level di atas.&lt;br /&gt;Artinya, kamunya dong yang meninggalkan dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan jawaban dari mulutnya, aku mencari waktu yang tepat untuk meninggalkan dia. Karena terpikir juga buat apa dan tidak ada gunanya terus menghabiskan waktu dan menyiksa hati dan perasaan kalau dia menganggap diriku sebagai tempat persinggahan dan sebagai have fun saja dan aku bukan satu-satunya di hatinya, ternyata ada laki-laki lain di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus…&lt;br /&gt;Yang jelas dia takut akan status yang dia lihat begitu tidak jelas, porak poranda kesimpulan tersebut di kuatkan oleh sahabat aku “memang dia pernah bilang ke aku bahwa kamu hidup dengan status tidak jelas tingkat tinggi, siapa keluarga, dimana tinggal, ya itulah. Memang benar semua itu karena aku hidup mulai kelas dua SMP sudah mencari sendiri dan menanggung hidup sendiri, mencari makan sendiri, semuanya malalui kepercayaan dan belas kasih dari orang-orang sekelilingku yang melihat kehidupan aku bukan karena hiba tetapi karena memberi sambil menghina.&lt;div class="fullpost"&gt;Kalau demikian…&lt;br /&gt;Apa yang dia bilang tadi artinya; harta memang tidak ada tetapi jangan di tanya masalah kasih sayang melimpah, itulah artinya yang dikatakannya.&lt;br /&gt;Kan bagus kasih sayang melimpah, tidak semuanya bisa di beli dengan kekayaan wak, di saat kita tua nanti kasih sayangl, rasa cinta, jiwa melindungi dan kesabaran yang sangat di perlukan dan di butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya tidak ada yang mau dan tidak ada gunanya, tidak ada yang mau menerima lelaki yang hanya mengandalkan kasih sayang saja, cinta, perhatian, ketulusan semua itu tidak bisa di makan dan di bawa ke level atas, sampai sekarang juga teman-teman bila lagi guyon/canda selalu bilang, lihat ichoet “harta memang tidak punya tetapi jangan di tanya coy soal kasih sayang.” Jadi kalau ada seseorang cewek yang kurang kasih sayang maka jumpakan saja ke ichoet, biar di pacarinnya pasti tuh cewek akan kenyang dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahaahh...pasti di akhiri dengan tawa mereka. Aku tahu bahwa ucapan tersebut adalah sindiran buat aku. Tapi aku hanya bisa ikut tertawa menghargai canda mereka.&lt;br /&gt;Jika boleh tahu sampai dia bilang demikian pengorbanan apa yang telah kamu berikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru tahu di belakang hari bahwa dia pergi ke puncak tersebut hanya untuk menenangkan pikiran dan hatinya dari cowoknya yang tidak tahu bagaimana meninggalkannya.&lt;br /&gt;Ada cerita dia apa alasannya?&lt;br /&gt;Ada, cowoknya teramat egois suka mengabiskan uangnya tidak tahu apakah itu benar atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Setiap kepuncak dia selalu melamun, sudah banyak kejadian kalau di hutan kita tidak boleh melamun dan pikiran kosong, ternyata dia sudah di idam-idamkan oleh penunggu puncak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach masa?&lt;br /&gt;Awalnya juga aku tidak percaya dan tidak nyakin, kejadiannya terakhir kami tidak ke puncak lagi, penunggu puncak tersebut mendatangi aku saat waktu ashar jelang magrib, di mana saat itu aku lagi istirahat dengan tidur-tidur ayam.&lt;br /&gt;Kemudian bersenggama kalian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi di alog, kamu jangan halang-halangi untuk membawa dia ke alamku, dia akan menjadi permaisuri pada singgah sana aku, dia telah terpilih menjadi pendampingku. Aku tertegun dan berontak, akan tetapi tidak bisa terbangun. Jika aku tidak bersedia memberikannya? Kembalilah ke alammu, kamu dan dia berbeda alam, tidak mungkin bisa bersatu, jika kamu tetap menghalang-halangi, artinya kamu siap memberikan darah kamu sebagai gantinya, apapun yang menjadi permintaan kamu semua aku terima, karena aku juga sangat menyayanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh...he... seperti di film-film misteri di tv saja, masa hantu seperti mafia?&lt;br /&gt;Lebih parah dari mafia, ini hantu bego!!&lt;br /&gt;Jadi…&lt;br /&gt;Aku siap bila itu menjadi keinginan kamu, dengan perlahan terbuka mata indah ini. ah…ah.. sesuatu terbukti kepada tubuhku, satu hari setelah kejadian tersebut seluruh tubuhku membiru dan tidak dapat dikontrol, aku segera putuskan pulang ke rumah agar ada yang merawat, ternyata apa yang aku pikirkan sama dengan jawaban tukang kusuk keluarga, “kamu ini lagi ada masalah ya dengan alam lain?” aku hanya terdiam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tahu telah terjadi demikian? Kamu tidak lagi teropsesi dengan sinetron misteri ditelevise kan?&lt;br /&gt;Tidak akan deh, biasa saja lagi. Dari kejadian tersebut aku bawa diam saja, saat dia mulai menjauh baru aku katakan apa yang sebenarnya telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik kamu agar dia tidak pergi meninggalkan dan memberikan jawaban atas pertanyaan hati kamu?&lt;br /&gt;Dalam pikiran Nice menganggap demikian, namun aku hanya ingin memberikan sesuatu yang harus dia ketahui agar bisa lebih waspada. Aku menceritakan hal ini, sejujurnya bukan untuk menahan kamu pergi dari aku, tiada niat demikian karena aku sudah tidak bisa apa-apa lagi, sekarang tinggal diri kamu lah yang bisa menjaganya, perbanyaklah sholat ya!&lt;br /&gt;Jadi gimana keadaanya sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baik-baik saja&lt;br /&gt;Hubungan yang tidak jelas saja kamu melakukan hal itu, bagaimana kalau hubungan kalian jelas?&lt;br /&gt;Tidak tahu dech.&lt;br /&gt;GR kamu wak udin, pernah temu lagi dengan dia?&lt;br /&gt;Pernah, secara kebetulan di pajak petisah, saat aku menemani Jinggaku shopping, saat itu stjku sama temannya, jadi aku biarkan saja dan sembari duduk sambil minum teh botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar terbaru dari dia?&lt;br /&gt;Yang aku dapat informasi bahwa dia juga sedang mengalami kegagalan dalam pernikahan karena calon suaminya sudah punya istri. Hampir saja. Ya mudah-mudahan sekarang ini dia telah menemukan pangerannya. Amin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wak chat dimana?&lt;br /&gt;Dari warnet. Kalau kamu di mana? Dari rumah kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran saja, bisa bertahan gitu, jika di hitung sudah empat jam juga kita ngobrol. Memang sudah mulai bangkrut?&lt;br /&gt;Iya seeh, lumayan juga minum saja sudah habis tiga botol, belum lagi rokok berbungkus-bungkus nek. Memang aku demikian bila lagi ada masalah.&lt;br /&gt;Apa kamu bilang nek? Iya nenek? Kenapa rupanya?&lt;br /&gt;Enak saja nenek, aku masih mudah, cantik, montok enak saja kamu sembarangan manggil nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tuh manggil aku wak, tetap di terima dan tidak sewot.&lt;br /&gt;Ya kalau kamu tidak apa-apalah di panggil wak udin, dari usia kamu saja sudah mendekati tanah kuburan, pantaskan?&lt;br /&gt;Busyet…egonya kamu! Harus dong kalau tidak egois akan selalu di pijak-pijak. Di pijak-pijak dengan kuda liar kan.&lt;br /&gt;Jika aku telahaa dari semua cerita kamu termasuk tife cowok gila. Gila kenapa?&lt;br /&gt;Gila diputusin, gila di sakitin, gila dikadalin. Ah….ah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantek kudalah! Chat di kamar dong saat ini?&lt;br /&gt;Ember, sambil kaki lurus enak nyantai lagi bisa membayangkan yang hot-hot.&lt;br /&gt;Memang parah kamu nih, cuci otak kamu dengan air tujuh warna dari tujuh danau terletak tujuh benua.&lt;br /&gt;Ihh!! kenapa? kan itu hak perogratif aku, mau chat sambil onani kek, sambil ml kek, kenapa kamu yang murah-murah? Atau kamu mau gabung? Lagi sendirian nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau saja, tapi maaf saat ini aku masih basi, tidak hidup kalau lihat perempuan. Ahah...&lt;br /&gt;Ach munafik, nanti naik bila lihat kuda dan lihat bebek lagi ml di pinggir danau, wak udin strees.&lt;br /&gt;Tidak ach, aku masih berkonstrasi pada masalah yang terjadi dengan stjku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa ingin lihat wajah kamu jadinya, fs kamu ada? Ciri-ciri kamu gimana?&lt;br /&gt;Tidak ada fs, email ada. Aku tidak butuh email yang aku butuhkan fs, agar bisa lihat wajah kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu kan sudah tahu, kata kamu aku jelek, hidung pesek ya sudah memang benar itu.&lt;br /&gt;Wak udin aku serius.&lt;br /&gt;Aku megarius, tinggi 167 cm, rambut saat ini ikal sebahu, kulit sawo busuk, hidung pesek, lingkar pinggang 27 lingkar dada 30 berat badan 49 kg, dan jangkauan 200 meter, 50  kali bertanding, KO melulu. Hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ich ampun dech, jelek banget kurus lagi, ya pantas saja kalau begitu di tinggalin dan di kadalin terus dengan perempuan.&lt;br /&gt;Sudah menghina terus, terus, terussss!&lt;br /&gt;Tidak kok, canda kalau memang iya kenapa? Memang kurus ya, tetapi aku nyakin punya kamu besar kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woouuww…stjku bilang kecil. Ya besar dong! seperti punya gajah githo.&lt;br /&gt;Bodoh! Gajah yang besar itu badannya bukan anunya, anunya kecil panjang. Ahhahaha…..&lt;br /&gt;Jangan salah memang kecil tetapi tusukkanya bagai mesin jahit m’bok, deras. Ahahahahh, biar tahu aja.&lt;br /&gt;Gila kamu nich jadi pengen. Jika boleh tahu ciri-ciri kamu?&lt;br /&gt;Malas entar kamu terangsang. Benar gila, paling-paling kamu juga jelek.&lt;br /&gt;Enak saja bilang jelek, jangan terangsang ya! Tinggi 165 cm, pinggang 28 kulit putih susu, rambut panjang lurus kemerah-merahan, wajah bujur sirih, hidung mancung dan bra 34, gimana terangsang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar saja masa terangsang, sudah gila dong, sory tidak tuh.&lt;br /&gt;Kamu sudah makan? Aku sambil makan nih. Belum, kenapa mau di sulangi?&lt;br /&gt;Enak saja kamu jelek, cerita kamu tiga kali gagal, kamu baru dua perempuan yang di ceritakan, satu lagi mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis makan cacing, tidak jadi kamu tidak serius.&lt;br /&gt;Eee...ee gila, jika serius banget menanggapinya bisa rontok rambut indahku, rontok tahu, bego amat sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, marah-marah nenek, jangan marah nek! Entar gigi nenek pada copot semua.&lt;br /&gt;Kampret nenek lagi, please jangan panggil aku nenek, risih bangeet aku kamu panggil nenek.  Panggil aku cantik atau bidadari kenapa? Biar terangsang begitu dengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uyeee, males banget tahu, panggilan itu hanya untuk stj yang lagi ngambek dan pergi tergantung pada rimbunnya awan malam dan tebalnya ranting para kerlip bintang. Tidak sempat, kamu ego banget ya. Kok ada ya cewek seperti kamu gilanya. Ahhahaha…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka kamulah, cerita lagi dong kisah kamu dengan cewek ketiga.&lt;br /&gt;Memang kamu tidak bosan? Lagi pula tidak keluar rumah malam ini?&lt;br /&gt;Bosan sih tidak, lagi tidak mood keluar rumah andai kamu ada fs kan lebih enak cerita sambil lihat kamu, cam juga tidak ada ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada juga, komputernya tidak dilengkapi server nih, kalau kamu pernah di putusin ya?&lt;br /&gt;Mau tahu aja pribadi orang, aku jadi teringat sebuah lagu buat kamu.&lt;br /&gt;Lagu apaan tuh, bagaimana syairnya?&lt;br /&gt;Wak…wak…wak udin mau kawin, potong kerbau panjang potong kerbau pendek…tak gudel ewel-ewel. Wak..wak..wak udin tidak jadi kawain..kaccccian dech wak udin. ehehehehe&lt;br /&gt;Eeuy...kalau lagu itu sejak kecil sudah ada, basi dan busuk tahu.&lt;br /&gt;Setelah putus dengan yang kedua berapa lama wak ngejomblo?&lt;br /&gt;Sekitar dua minggu namun yang pastinya dua bulan.&lt;br /&gt;Buaya darat juga wak udin ya, maksudnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang kamu telur buaya dan lubang buaya. Setelah pisah dengan yang kedua, bertemu gadis yang sangat memiliki wajah kharismatik, wajah yang baby face, perfected girl. Kalau aku lebih sering mengatakan stj itu dengan titisan sinderella, karena hampir tiada bedanya. Dapatkan stj secara nyata setelah dua bulan dengan sebuah hot kiss love panjang dan dalam yang begitu hangat.&lt;br /&gt;Ooooo…ganas juga rupanya. Ganas? Ganti nasi maksud kamu? Temu dengan dia paling-paling di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sok tahu kamu, tidak usah sok tiunglah kamu, emang di kampus saja yang ada cewek cantiknya? aku temukan stj di tepian karang samudera biru…bercadarkan sutra surgawi..melambaikan jemari ramping dan duduk manis dengan syahdunya senyum senja di bibir mungilnya, ahah di saat awan putih tipis yang melintas berayun indah dan gemulai menebarkan senyum sambil menitihkan air suci pesona jiwa….&lt;br /&gt;Sok puitis kamu wak! Serius kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelung ombak di tepian hati…membakar amarah sejuta kata…membeku seiring warna pelangi, gemuruh darah bangkitkan gairah. Ehm.&lt;br /&gt;Sudahlah jangan sok puitis gimana ceritanya, mulai nih.&lt;br /&gt;Suka-suka dong biar saja tidak puitis, kenapa sibuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woi…biar kamu tahu saja ya sekarang aku tidak lagi belanja, lagi tidak beli bawang, cabai, jengkol dan pete jadi tidak mungkin aku sibuk, lagi pula aku bukan omak-omak yang mau masak di dapur. Wek...wek...Weeeeeeeeeeeeek..!!&lt;br /&gt;Masalah bertemu sebenarnya sich bisa di bilang secara tidak sengaja, di depan rental computer teman saat itu baru selesai dalam kegiatan seminar nasional di HDTI.&lt;br /&gt;Berarti di bulan yang sama dong saat kamu pisah dengan pacar kedua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ember, eee jangan bilang pacar ke dua dong, akunya aja kali yang menganggap dia pacar sedangkan dia tidak begitu, entar aku jadi malu dan di ponis memfitnah lagi, saat   kala pulang dari Hotel tersebut naik angkot 46 jurusan amplas.&lt;br /&gt;Memang rental teman kamu di daerah mana?&lt;br /&gt;Sisingamangaraja disamping gallon SPBU tepatnya didepan simpang air bersih.&lt;br /&gt;Rumah kamu di situ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah di bilang tadi di atas tidak punya tempat tinggal, numpang di rental itu, numpang tidur dan mandi. Saat turun dan mau masuk rental di situlah saat-saat yang paling mendebarkan dalam hidupku melihat wajahnya, dia lagi duduk manis di sore hari santai dengan gaun tidur warna birunya. Kami saling pandang sebentar berdetak dalam hati “ya tuhan cantik sekali gadis ini bisa kah aku memilikinya, hatiku begitu bergetar?” Aku akan memiliki hati jiwa cintanya.&lt;br /&gt;Ngapain dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku lihat kala itu, stj duduk nyantai di sore hari dengan rambut hitam panjang bergelombang lewat sebahu yang tergurai oleh angin sore, bibirnya ya ampun mungil banget. Wajahnya baby face bagai anak SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wouw…wouwwwww&lt;br /&gt;Hei…apa kabarnya sombong kali sementang sudah kaya, mana oleh-olehnya pasti tidak ada pelit kali pun dia. Hei Hara, Nantilah atau aku teraktir saja ya, tidak ada oleh-oleh lagi pula tidak kemana-mana kok minta oleh-oleh, letak tas dulu ya, berat nih. Cepat ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak samperin dia?&lt;br /&gt;Belum, belum berani! Aku cerita dengan teman yang satu kostnya, hei itu siapa? &lt;br /&gt;Cantik kali. Ya teman akulah kenapa sorrrrrrrr? Ach gila kamu, jangan kuat-kuatlah bilangnya. Memang kenapa? malu! kirim salam ya, masa kirim salam pakai perantara langsunglah kalau berani. Dia kost di belakang juga baru pindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kost juga kalau mantan yang kedua anak mana?&lt;br /&gt;Anak medan, aslinya binjai tetapi selama kuliah tinggal di tempat saudaranya, kalau stj tinggal di Labuhan.&lt;br /&gt;Tetapi dari Labuan ke Sisingamangaraja kan dekat kenapa kost?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan saja sama dia aku juga masih bertanya-tanya saat itu. Memang kamu tidak jadi kenalan sama dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu masih bertanya-tanya tentangnya dengan teman satu kostnya. Gimana nih jadi traktirnya? Pelit kali pun, ayolah uda laper kali nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Aku mau teraktir kamu tetapi salam dulu sama gadis yang begitu cuek terhadap kehidupan bumi dan yang duduk bagai tidak berdosa itu. Oohh woiiii……...ya bilang saja sendiri, masa pakai perantara tidak gentelmant kamu nih potong ajalah kasih bebek sana. Tidak mungkinlah! Belum berani. Ach gitu saja tidak berani? Yee pengecut rupanya kamu. Atau ajak saja dia makan biar sambil kenalan, benar nih? Iya cepatlah mau tidak?&lt;br /&gt;Dia jawab apa, setuju?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dia hanya tebar senyum-senyum cuek, tebar pesoan gitu. Ayolah! Jingga, wooi Jingga ayoo!! Dia tidak mau ikut. Mau kalau di traktir martabak mesir (makanan kesukaanya). Kemana saja aku siap dech, tidak tahu dia di kantong masih banyak uang 50 ribuan segepok. Lagi numpuk duit coy.&lt;br /&gt;Enak banget, aku di traktir dong. Biar aku traktir juga, tetapi bukan traktir makanan namun yang satu tu…tuh.&lt;br /&gt;Dengan desakan yang menyakinkan, akhirnya stj mau juga ikut. Sudahlah dia kan lagi pulkam tidak ketahuanlah! Temannya menyakinkan.&lt;br /&gt;Sudah punya pacar ya dia?&lt;br /&gt;Sepertinya sudah terlihat dari makna kata-kata teman tadi, di saat kami makan dan minum di café depan salah satu universitas yang ada di jalan sm.raja. Play boy  yee!    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-1817890565293794300?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/1817890565293794300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelum-nya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/1817890565293794300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/1817890565293794300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelum-nya.html' title='Sambungan Dari Cerita Sebelum Nya'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnP9gDDlWI/AAAAAAAAADY/23DSQ-UHh00/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-6025370728223452732</id><published>2009-04-06T16:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-06T16:33:00.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sambungan Dari Cerita Sebelumnya.........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnL0-SWdpI/AAAAAAAAADQ/Mfjp7Pw2kRA/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnL0-SWdpI/AAAAAAAAADQ/Mfjp7Pw2kRA/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321508545648555666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ach sebel…Sebenarnya kamu ini kenapa? maniak ya?&lt;br /&gt;Tidak ada apa-apa? Ach mustahil, aku juga pernah ke sinabung ga mungkin dech begitu dinginnnya kamu tidak melakukan apapun di sana. Ya ampun tidak ada, karena berduaan terus tidak terasa malam kembali lagi, malam ini teman-teman di luar main gitar, aku berada di dalam tenda sendirian berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia di mana? Tidak tahu dimana dia, ternyata dia cerita sama teman lamanya. Tiba-tiba dia masuk langsung berbaring di sampingku. Dari mana? Dari luar cerita-cerita, sudah ngantuk memangnya maka kamu masuk? Belum ngantuk. Jadi kenapa? Mau minta buatkan kopi panas ya? tidak juga sudah minum tadi di buatkan sama teman-teman yang di luar, untuk aku mana? Rusuh kali tidak bagi-bagi. Dingin benar malam ini ya? Minum susu saja mau? Bener ni kamu mau buatkan aku susu panas.&lt;br /&gt;Saatnya tiba ni yee…Ah kamu main-main saja. Susu panas ya mau dong, tapi campur sedikit kopi ya. Siapa yang mau membuatkan kopi susu, yee...sory...orang mau nawarin susu aku kok. Ah…ahah...gila kamu kelewatan candanya, emang ada susu kamu? Ya adalah, ehehehe…kalau di peras.  Memang kambing di peras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dong kenapa berhenti.&lt;br /&gt;Uda dech kita tidur saja yuk, cepat kali tidurnya, kalau tidak mau tidur ya sudah di luar sana nyanyi-nyanyi sama mereka. Tidak dengar tuh lagu-lagunya makin asik “mahadewi” lagu padi tu kan, lagu-lagu gun roses? Iya, tidak enak di luar choet! tidak ada kamu…cik ille dodol…dodol banget. Apa? Kamu bilang aku dodol? Iya…lembut juga elastis ehah...tidak tahu siapa yang memulai dahulu akhirnya kami….&lt;br /&gt;Woouw...ya, dodol memang lembut juga elastis, enak banget tuh!&lt;br /&gt;Kami hanya saling geliti kan saja kok. Saling tertawa sampai kedengaran keluar, sampai temen-temen di luar mengatakan “woii ikutan dong”&lt;div class="fullpost"&gt;Uhh....benci kali aku lihat wak udin. &lt;br /&gt;Tanggung-tanggung ceritanya. memang sih ada kalanya yang gantung-gantung itu buat penasaran tapi kan asik dan buat geregetan lagi.&lt;br /&gt;Itu awalnya, ternyata benar cewek berbulu tinggi hasratnya, nafsunya juga bagai gajah. Tiba-tiba dia menimpah tubuhku, tidak menyadari hal itu tentu aku terkejut, ngap-ngapan dapat serangan demikian. Apa-apaan nih? tidak ada habis kamu yang mulai dulu mancing-mancing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan kamu sudah tahu, kalau aku tidak kuat bila sudah di pancing? Ahhah… jangan bongkar rahasia dong entar ketahuan mereka kalau aku sudah tahu titik syaraf kelemahanmu, akhirnya teman-teman masuk…ya kami tetap berdekapan, tendakan gelap mereka sebenernya tahu tapi cuek-cuek saja paling-paling gerutu dalam hati…activitas kami semakin panas dingin, kemana arah tangan kami enggak ada yang tahu, hanya kami berdua yang tahu berserta basahnya angin malam pegunungan.&lt;br /&gt;I like it...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa lagi kamu nih? Woi…woi...sadar…sadar ini bulan puasa. Nembak aku nih. Sedeng...sedeng cerita begitu saja nembak. Iya, tapi meleset tembakannya. Ach main-main saja kok. Yang bener, memang nembak kamu kan?&lt;br /&gt;Jadi begitu saja?&lt;br /&gt;Hari terus berlangsung, perjuangan semakin tinggi dan menungkik tajam, awalnya hubungan ini tanpa komitment. Aku berani kan diri untuk mengatakan “gue cinta lo = gcl” aku ingin jawaban dari kamu. Aku belum bisa jawab sekarang. &lt;br /&gt;Kenapa? Ya belum bisa saja, kita lalui saja siring dengan waktu, mau kan? Ok lah aku menunggu jawaban dari kamu setelah kamu siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa katanya?&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu, aku tanya kan kembali gimana? Gimana ya, aku rasa jawaban itu tidak penting kali, kembali dia mengingatkan kita jalanin saja seiring dengan waktu, sebenarnya dia sangat sayang ke aku, kecemburuan telah mulai datang ke jiwanya, kasih sudah ada, begitu indah sebenarnya saat bersamanya, bila ingin temu ya temu, bila lagi sibuk kami santai-santai saja, tanpa ada jadwal-jadwal kencan, bila di kangen dia yang hubungi aku dan minta temu, bila aku kangen sudah pasti aku yang hubungi dia dan minta temu, tiada di temui keegoan dari kami berdua. &lt;br /&gt;Bila siang hari jumpa di luar, malam hari jumpa di rumah tantenya, nah setiap malam minggu biasa aku tidak dapat bertemu dengannya, hampir sama dengan waktu pacaran dengan stjku, karena setiap hari sabtu pulang ke rumah orang tuanya di Binjai. Senin baru kembali lagi ke Medan. Namun itulah keegoisan aku kali, yang bagi aku jawaban itu sangat penting, karena hatiku setiap saat mempertanyakannya dan tidak bisa menjawab. Telinga memberontak mengasut hatiku sehingga hatiku mulai gelisah dan bimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya telinga berontak? Ada apa kudeta ya?&lt;br /&gt;Pas juga kata-kata itu, kudeta. Soalnya telinga tidak pernah mendengar jawaban yang akan di sampaikan ke dalam hati. Sehingga hati kudeta pada bagian tubuh yang lain. Semua sudah mendapat bagiannya, sedang kan jawaban itulah yang dapat menentramkan kudeta tersebut. mendengar kata-kata “gue juga cinta lo” tidak pernah di dengar oleh telinga. Telinga hanya dapat hangat lidahnya yang lihai dan liar, sehingga tidak ada kata kata yang ingin di salurkan ke hati sebagai muara terakhir dalam sebuah rasa. Terjadilah segala pertanyaan tantang dirinya sehingga timbul kudeta. Mau tahu kudeta hatiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau dong. Layaknya kudeta TNI, aku tidak terima semua ini, renungkanlah dalam-dalam dan seksama, semua telah mendapat bagian. &lt;br /&gt;Telinga sudah dapat liar lidahnya, tangan sudah dapat juga, bibir apa lagi semua bagian sudah dapat merasakan keindahan tersebut sedangkan aku belum dapat jawaban yang aku tunggu-tunggu! Bisik hatiku. Apakah ini adil? &lt;br /&gt;Apakah ini sesuatu yang seimbang di dalam kehidupan? Apakah ini fenomena keseriusannya terhadap kamu? Tentu tidak, itulah maksudnya aku ingin dapat jawaban tersebut agar dapat menentramkan dan menenangkan, menceriakan, dan mendamaikan, menyakinkan hatiku bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Wajarkan? Apa hal tersebut tidak realities?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aku tidak sih namun seseorang perempuan ada pemikiran yang selalu di kendalikan oleh sebuah perasaan, sehingga perempuan selalu berhati-hati dan tidak gegabah dalam mengambil sebuah keputusan, jadi tidak dapat juga kata-kata itu? Seharusnya kamu sudah mendapat dan menarik kesimpulan atas hubugan tersebut. Namun yang aku lihat sebenarnya hubungan asmara lebih indah di bangun tanpa harus ada kata-kata “gue cinta lo atau gue juga cinta lo” biar saja mengalir seperti air surgawi sejuk dan damai.&lt;br /&gt;Begitu besar, begitu dalam dan luasnya, begitu tidak berdayanya aku dalam menyayangi dirinya telah membutakan mata hati dan pikiran, sebenarnya juga di dukung tingginya kenyakinan bahwa akan dapat menaklukkan cintanya, disinilah yang saat ini aku fahami dan resapin bahwa memiliki kenyakinan yang begitu tinggi juga dapat menghancurkan segalanya, aku tidak mengambil kesimpulan apa-apa. Hati terus nyakinkan diri mungkin lain waktu ada kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada kesempatan itu?&lt;br /&gt;Untuk berapa lama tidak ada. Walau hubungan terus makin panas syarat dengan hubungan yang mengeluarkan butiran-butiran halus dan kental dari dalam tubuh masing-masing yang sudah pastinya berakhir dengan deru nafas erangan dahsyat terus terjadi, keheranan hati semakin bertambah. Hati ini mengakui bahwa dia sangat sangat baik, sangat perhatian, humoris, dewasa, pleksible dalam bergaul dan berkomunikasi, tidak selalu jaga imez dimana pun kami berada, sudah di pastikan selalu tertawa tanpa ada beban, bagai orang gila. Perhatian terhadap kesehatanku juga teramat membuat aku terkapar dan tak berdaya, dia juga sering bawa kan puding dan buah-buah ke kost dalam seminggu sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang ke kost, bila lagi banyak masalah, curhatan dan mencari solusi bagaimana dalam menyelesaikan kuliahnya. Dan bagaimana menghindari desak kan orang tuanya untuk segera menyelesaikan perkulihannya sedangkan dia masih belum bisa konsen dalam hal tersebut. Bagaimana perasaannya tertekan di dalam keluarga yang membuat terkadang tidak betah di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keren juga, mau dong.&lt;br /&gt;Entah kenapa aku selalu jadi tempat curhatan, baik teman-teman, terkadang aku juga sangat butuh tempat curhatan tetapi tidak ada saat itu, namun bagi aku hal itu tidak berarti karena yang paling aku harapkan dan paling berarti  hanyalah sebuah jawaban yang pasti dari pertanyaan hatiku. Saat itu aku teropsesi dari lagu dewa yang sebagian syairnya berkata begini “beri sedikit waktuuuu”&lt;br /&gt;Dari teman-teman dekatnya tidak kamu cari tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman dekatnya sudah aku tanyain, semua teman-temannya juga bilang kami tidak tahu bagaimana sebenarnya dia terhadap kamu. Kami juga heran kenapa dia lakukan hubungan yang demikian itu.&lt;br /&gt;Mustahil kalau teman dekatnya tidak ada yang tahu, ngarang kamu? Atau memang sengaja mereka sembunyikan?&lt;br /&gt;Ini sebuah fakta bagi aku, tetapi tidak tahu juga bisa saja mereka teman dekatnya menyembunyikan apa yang terjadi. Sampai saat ini belum dapat informasinya dari mereka. Yang membuat aku bagaikan orang linglung saat dia mengatakan!&lt;br /&gt;Apa katanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai kilatan petir, “choet! Baru kita melakukan hubungan yang begitu indah dan erotis ini” jangan salah pengertian ya, anggap semua itu tidak pernah terjadi dan tak pernah ada juga bukan merupakan jawaban sebuah hubungan kita.” lain cerita bagus tidak milikku? Karena sudah mendengar kata-kata yang menyakitkan tadi, dengan sedikit kesal, iya bagus…bagaimana? Ach udalah. Ah…ah...ayoo dong seperti apa?&lt;br /&gt;Wah enak juga posisi kamu ya wak! Tidak ada kamu jawab pertanyaan dia?&lt;br /&gt;Enak apanya? Iya bagus bagai buah pepaya bangkok mantap, Puas?&lt;br /&gt;Kamu dapatkan kehangatan dan segalanya dari dia, tapi tidak ada ikatan yang dia minta, enak dong.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-6025370728223452732?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/6025370728223452732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelumnya_06.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/6025370728223452732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/6025370728223452732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelumnya_06.html' title='Sambungan Dari Cerita Sebelumnya.........'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdnL0-SWdpI/AAAAAAAAADQ/Mfjp7Pw2kRA/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-6631486890862480367</id><published>2009-04-03T03:23:00.000+07:00</published><updated>2009-04-03T03:24:48.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sambungan dari cerita sebelumnya .....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUe2-xfmxI/AAAAAAAAADI/lE8izT4fve4/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUe2-xfmxI/AAAAAAAAADI/lE8izT4fve4/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320192464720468754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Tidak sempat pula untuk merenungkannya, lagi banyak job. Ahaha.…Benar – benar tragis juga ya. Setelah menerima sms itu, kamu sudah ada temu dengan dia lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada, aku meminta waktunya untuk jumpa, stj bilang tidak bisa keluar, memang aku sangat memahami hal itu. Kalau di rumah stj tidak ada yang menjaga ibunya yang lagi sedang sakit, karena stj perempuan satu-satunya dan anak terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  kamu datangi kerumahnya?&lt;br /&gt;Ada niat juga, karena ada sesuatu hal maka aku urungkan niat, aku takut emosiku tidak terkontrol dapat membahayakan kondisi ibunya yang lagi sakit keras.&lt;br /&gt;Ahahah…rasain lah, enak banget tuh di campur madu dan telor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan lagi rasain. Tetapi benar-benar berasa sakitnya.&lt;br /&gt;Aku mulai faham keinginan kamu, jika aku bilang kamu termasuk laki-laki terbodoh di zaman ini yang pernah aku ajak ngobrol. Ahah...&lt;br /&gt;Kamu adalah orang yang kesekian kalinya mengatakan demikian, semua orang juga akan berkata yang sama bila mengetahui kisah ini, tapi tidak apa-apa, terbodoh tetapi masih memiliki hati jiwa cinta sejati.&lt;br /&gt;Kasian banget lho…biar kamu tahu saja, aku tetap angkat jempol sama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Me too, akan tetapi angkat kaki dan angkat tangan. Aaah…. terima kasih! Aku tidak bisa maksa apa yang menjadi hak perogratif kamu, semua itu hak pripadi kamu, aku sangat menghargai stetmant tersebut.&lt;br /&gt;Tife cowok kaku ya? Kaku, mannna laku! Romantis tahu! Namun stj yang tidak suka roman-romantisan “tetapi dia adalah stjku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hati yang paling dalam, aku sebenarnya iri pada dia yang telah menemukanmu, tapi kamu jangan ge er dulu, aku tetap lebih senang melihat dia lakukan hal itu pada kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar ada kawan ya..! Thank’s for you.&lt;br /&gt;Udahan dulu ya, aku mau pergi. Soalnya, lagi ada yang boking neeh, uda dari tadi pun dia nelf aku. Jika ingin curhatan lagi, curhatan aja ma kambing-kambing. Bye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach…Ternyata temanku curhat perempuan stres dan kupu-kupu malam atau hanya bicaranya saja, aku juga tidak tahu pasti karena dia juga entah berada di mana, yang aku bisa sebut dia dengan sebuah nama Tara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan curhatan dengan teman yang diatas tersebut aku juga terus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang dari teman curhatan pada room yang lain, namun aku memilih room yang memang memberikan antusia responsive dengan masalahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak yang aku sapa melalui berbagai room dan nickname ada yang menanggapi dengan serius akan tetapi banyak juga yang menertawakan hal ini. Namun aku tetap bisa terima dengan semua yang terjadi dalam room. Kembali jiwaku memasuki relung room dari nick name [putrie_gunda].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helooo..!! bisa tidak ini? Maksudnya? Bisa godain kamu untuk ngobrol sedikit.Tidak mudah buat aku agar tergoda… godain aku dengan gelitik-gelitik manja dong, bisa juga pakai bunga citra lestari, bunga juga bisa dech.hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matree ke ketbrak kereta api aje…pakai bunga uang gitu?&lt;br /&gt;Eheh... ketebak deh.&lt;br /&gt;Basi campur kecoak kalau itu mah. Asl pls? You one…Ichoet, 30 – m/medan.&lt;br /&gt;Kamu cowok? Kenapa namanya ichoet? Yang aku tahu nama itu biasa untuk cewek di aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang nama cewek, aku laki-laki tulen, nama itu sesuai sifat orangnya kalee lembut….Tidak menarik tuh, nama asli kamu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya panggilan. Dari mana asalnya? Atau kamu ada sifat dua alam ya?&lt;br /&gt;Enak saja, laki-laki cozz! Kok dapat nama tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu bilang kan tidak menarik dan tidak lucu, bagaimana mau menjelaskannya. Ok bos, godainlah sepuas hatimu lewat sentuan-sentuhan nafas ngobrolnya? Terus kamu ngambek, yeee….pasti kamu banci ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah aku bilang laki-laki biasa, masih berasumsi aku banci.&lt;br /&gt;Kenapa ichoet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kamu tahu setiap orang akan menanyakan hal yang sama seperti pertanyaan kamu. Teman-teman aku yang gelari nama tersebut, masih SMA pada saat menjadi komandan upacara memakai celana cutbrai, tanpa tersengaja salah satu teman cewek aku mengatakan, “woiiii…cutbrai” nah dari situlah awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu…&lt;br /&gt;Semua anak-anak kelas I sampai kelas III setiap aku lewat dan berpapasan dengan mereka pasti manggil nama itu.&lt;br /&gt;Antusias juga neeh mendengarnya. Akakak…akakkk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngejek neh! Berasimilasi dengan waktu karena sulit memanggil cutbrai maka disingkat mereka menjadi cut…cut! Jiwa seni aku timbul, bagus juga kalau gelar itu di jadi kan nama panggilan namun perlu sedikit kreasi lagi. Yang mana pada saat itu aku sendiri tidak tahu kalau nama tersebut panggilan buat cewek bagi suku Aceh. Maklumlah wong deso.&lt;br /&gt;Jadi kamu tambah huruf dan mengganti salah satu huruf gitu?&lt;br /&gt;Bukan aku ganti melainkan memakai ejaan lama; u = oe agar lebih fleksibel di bubuhi h jadi dech ichoet. Ahah… iri kamu kan? Sudah begitu saja? Dimana seru dan lucunya, sial aku pikir asik rupanya gitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa lagi yang bilang lucu, nama itu sampai sekarang tetap aku pakai. Hitung-hitung ingat sahabat – sahabat lamaku, lalu ya emang kreen, sehabis aku pakai celana itu setelah selesai upacara langsung di panggil guru BP, karena pada jaman itu celana yang demikian di larang di pakai di sekolah, namun karena aku dari kelas satu sampai kelas tiga tidak pernah melanggar kedisiplinan, guru BP hanya ikut-ikutan tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama kamu sebenarnya? Mahabiru ehehe bukan dong, maharuddin di panggil Udin&lt;br /&gt;Ya ampun jelek banget, ahah….tidak ada seni dan nilai jualnya, bila di panggil pun buat malu. Wak udin…wak udin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cek ille segitunya deh kamu! Emang sih stjku juga selalu tertawa terbahak-bahak kalau sudah ingat nama tersebut, apalagi bila dia mengingat nama itu untuk di buat ke undangan pernikahan, ga mimpi kale deh, celotehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wak udin mau ngobrol apa neeh? Mau ngobrol sambil curhatan, itupun jika kamu mau mendengarkannya.&lt;br /&gt;Buat wak udin aku siap deach. Sompret! Jangan pakai nama itulah.&lt;div class="fullpost"&gt;Emang enggak ngaku itu adalah nama kamu, ahaha…&lt;br /&gt;Iya sih… tapi benar juga emang jelek ya. Ahah…&lt;br /&gt;Baru nyadar lagi, ok aku serius ni. Curhatan masalah apa?&lt;br /&gt;Sepertinya garis tangan aku jelek sangat dan tersakiti terus, setiap membina hubungan selalu di tinggalin dengan alasan yang sama, yaitu adanya perbedaan status kehidupan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasian, sudah nama jelek selalu di tinggalkan lagi, berapa kali rupanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perempuan yang namanya Jingga ini sudah tiga kali, masing-masing dalam membina hubungan memiliki jangka waktu yang lama.&lt;br /&gt;Semua gagal wak? Bukan gagal lagi, kandas coy….&lt;br /&gt;Yang pertama anak mana? Salah satu kota di propinsi palembang, bidan saat ini.&lt;br /&gt;Lama dengan dia? Tiga tahun dua bulan&lt;br /&gt;Kenapa kandas wak udin? Karena nama kamu jelek atau karena orangnya jelek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua-duanya, yang benar saja dech, aku tidak tahu alasannya, namun yang pernah terdengar ucapan dari teman-teman dekat aku di sana karena jarak kami yang berjauhan saat itu.&lt;br /&gt;Seberapa jauh hubungan dengan anak Palembang coy? Uda hancur kalee ya wak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hancur-hancur kalee lah, paling rodi…..robek dikit. Ahahaha.…hampir seperti yang ke dua dan yang ke tiga semua mempersembahkan nyawa dan air mata. Ya itu makannya aku bilang tadi garis tangan serasa jelek banget atau gue kena kutukan cinta kali ya! Yang jelas satu hal yang tidak dapat aku lupakan pada saat aku dan dia sudah putus, sesuatu hal yang sadis terjadi kepanya. Dia di jual ke Batam oleh calon suaminya. Aku juga tahu karena dia menghubungi ke kontrakanku, yang saat itu aku lagi kuliah, tamanku yang menyampaikan pesan tersebut bahwa dia sangat membutuhkan bantuanku untuk mengeluarkan dirinya dari mami di sana dengan membayar sedikit uang, yang saat itu dia harus melunasi hutang sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah. Dengan tidak mementingkan perasan bahwa dia telah menyakiti hatiku langsung aku menghubunginya. Kamu jangan khawatir sore ini juga aku akan transfer dan segeralah keluar dari sana. Atau bila perlu aku akan menjemput kamu ke batam. Tidak usah choet kirim aja uangnya pasti aku bisa keluar. Begitulah akhirnya dia terbebas dari cengkraman setan. Bila di kaji mengapa aku mau membantunya? Karena aku tidak munafik, aku masih menyanyanginya saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelek nama, jelek orangnya, jelek juga ketawanya. jelek juga nasibnya. Busyet dech lo…Salah pandang kali dia, makanya saat itu mau sama wak udin. Maksudnya? Bila di pandang buat tegang, ahah…Gila kamu ni yah…Yang kedua wak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya gitu deh porak poranda juga hati di bantainya, meluluh lantak kan segenap jiwa cintaku, ampun deh begitu menyayat perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia suka pegang pisau rupanya wak. Tidak pisau tapi suka pegang yang lain, enggak nyangka dan terbayang dalam benak hal itu dia lakukan pada hati dan perasaan aku. &lt;br /&gt;Apa tuh? Tiga tahun empat bulan ternyata berhubungan dengan dia hanya bertepuk sebelah tangan, bahasa gaulnya cinta kelapa, awak cinta dia ga apa-apa. Yang paling pas adalah syair dari lagu dewa “bertepuk sebelah tangan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakai bokong aku aja bertepuknya pasti bunyi.&lt;br /&gt;Serius apa mau ketawa saja kita? Enggak mau dengarnya ya sudah enggak apa-apa, biar aku minum capuccino ni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minta dong haus juga ni, wak udin ngambek terus dech. kenapa serius-serius banget, nyantai saja asal masuk. Ahah….biasa wak yang serius-serius banget itu meleset, juga yang serius-serius pasti putus, jadi ada baiknya rileks saja kita. oke.&lt;br /&gt;Kotor dan berdebu otak kamu, kamu bocor ya!! Tapi memang benar juga, waktu aku gituan juga serius banget memang meleset. Ahaha…&lt;br /&gt;Terserah dech wak udin kamu mau bilang apa, so…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan dengannya terjadi di tengah-tengah puncak Gunung Sinabung dimana saat itu mereka lagi tersesat. Karena situasi pada malam hari begitu gelap sehingga tidak kelihatan jalan menuju puncak, tiba-tiba mereka memanggil-manggil kami yang lagi jalan, posisiku lagi di belakang teman-teman.&lt;br /&gt;Ngapain di belakang wak? Ayooooo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah manggil-manggil demikian, kami menunggu mereka masuk ke barisan dan rombongan kami, posisi mereka memang dekat dengan pinggir jurang, karena gelap gulita lokasi hanya di terangi bintang di langit wajah mereka enggak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti ngambil kesempatan di belakang wak, pegang-pegang dan raba-raba yang di belakang?&lt;br /&gt;Gilber kamu, di belakang rombongan hanya duduk-duduk sambil merokok menunggu mereka sampai ke dalam rombongan. Asik tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo enggak lihat wajah mereka, raba ajalah wak!&lt;br /&gt;Gimana mau di raba, posisi dia berdiri saja tidak tahu di sebelah mana.&lt;br /&gt;Enak dunk…Apanya yang enak, sedikit-sedikit enak. Sedikit-sedikit enak, enak kok cuma sedikit-sedikit. heheh… Kedengaran dari ocehannya seperti kamu, bocor dan ngee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach masa, apa iya nih.he…he…Sampai kepuncak ternyata kabut tebal, tidak bisa lihat matahari terbit jadinya, mentari tertutup kabut. Tidak begitu lama di puncak kami turun kembali.&lt;br /&gt;Kabutnya masukkan saja ke karung. Kalau kamu baru bisa di masukkan ke dalam karung, baru di jual perkilo jadi barang bekas. Ada cerita yang asik-asik tidak ni? Gempuran asmaranya ada tidak? Ahah… enggak ada pula itu, ini cerita untuk segala usia. Selang dalam beberapa jam kami sudah di tenda lagi, aku langsung tidur karena teramat lelah. Ternyata teman-teman sudah berkenalan dengan dia. Teman-teman memanggilnya dengan nama Nice, jadi kita panggil saja Nice ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu?&lt;br /&gt;Ada juga keinginan melihat wajahnya. Soalnya teman-teman semua pada bilang, gilber…gilber itu cewek cantik banget, mana tangannya berbulu-bulu halus lagi, matanya sangat tajam bagai mata burung elang, bibirnya belah tengah, kuat tuh di ranjang.&lt;br /&gt;Emang bener cewek berbulu kuat main di ranjang, cobalah sama monyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan minta lauk pauk buat makan, akhirnya bisa melihat wajahnya. Busyet dach cantik gila euy…lahir hari rabu ya kamu? Ach tidak enak saja hari rabu, sok tahu, iyyalah rabu lihat tangan kamu “Ratu Bulu” kurang ajar kamu ya…emang setttttan.&lt;br /&gt;Dia gimana lihat kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau kali dia, mau muntah githo…biasa saja, tidak ada respon. Wajar saja karena wajahku paling hancur dari teman-teman yang ada.&lt;br /&gt;Malang nasib kamu wak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh tahu nomor telepon kamu? Minta saja sama teman-teman kamu uda ada pada mereka, oh iya...ya. saat mendengar kata-kata tersebut malu banget rasanya, ga tahu mau di taruh kemana wajahku yang aduhai (agen dunia akhirat) ini. Tetapi dia malah senyum-senyum bagai gadis yang tak berdosa. Cepat-cepat aku berlalu sambil ucapin makasih ya lauknya. &lt;br /&gt;Ah…ah...kasian kalee wak udin dalam berapa lama kamu dapatkan dia coy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tiga bulan melalui perjuangan panjang dan sedikit memalukan, kenapa…&lt;br /&gt;Saat bicara panjang lebar di telepon, dia suruh datang ke rumah pada ulang tahunnya, perasaan senang ada di hati yang paling dalam. GR kalee ya...Gigi rontok gitu atau gembung rebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman-teman aku khabarin bahwa dia akan berulang tahun dan diharapkan datang.&lt;br /&gt;Sooo…&lt;br /&gt;Sampai waktunya aku minta sama teman-teman untuk membelikan kue tar dengan ucapan selamat ulang tahun sedikit bunga-bunga di atasnya lumayan besar kuenya. Dengan mengendarain sepeda motor kami langsung menuju rumahnya. Sampai dirumahnya, semua terkejut! Kok sepi-sepi saja seperti tidak ada acara apa-apa.&lt;br /&gt;Kenapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah temu dia, heran juga terlihat pada wajahnya yang cantik itu, ada apa ni? Kok seperti mau demo! Tetapi kamu bilang hari ini ulang tahun, selamat ulang tahun ya! Itu apa? Kue tar...ah…ah... masuklah dulu, tidak ada yang ulang tahun aku hanya bercanda waktu itu kenapa kamu anggap serius? Ya ampun ichoet! Tan…tante! Lihat ni mereka bawa kue…kamunya sih suka bercanda tegas tantenya. Kan enak datang kerumah bawa kue, ah…ah…entah mau di taruh kemana wajahku saat itu, semua pada tertawa sedangkan aku hanya senyum malu, teman-teman aku terus saja mengucel-ngucel kepalaku. Oh…oh icoet ketipu!! Ahhaha….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat GR yang terlalu jadi kena batunya kan wak.&lt;br /&gt;Gitu dech, senyum kulum saja.Makin jelek dong wak udin pakai senyum kulum. ahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah kan lebih baik datang bawa kue, kalau bisa sering-sering. Tertawanya begitu lepas. Maaf ya choet! Telah bohongi kamu. Tidak apa-apa biasa aja. Lagi pula bukan dari aku saja itu kue, semua temen-temen juga punya andil, paling tidak kami bisa bersilaturahmi ke rumah kamu. Mana tahu semakin dekat semakin hangat githo lho. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saja ceritanya wak? Mana nih heng...hing...hengnya sudah enggak tahan. Yee...kalau kamu enggak tahan pergi saja kekamar mandi, tidak ada yang lihat dan tidak ada yang larang.&lt;br /&gt;Yech…mana enak, tidak berasa. Gilber…gila bener. Ach...trus…trus dong! Woiii…ngapain kamu ni? Lagi terangsang ya? Jangan sibuklah, terus…teruskan saja cerita kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke hari hubungan kami semakin dekat dan panas dingin, tiga tahun empat bulan sedikit pun tidak ada pertengkaran. Kedewasaan tingkat tinggi selalu menyertain setiap canda, perjalanan, cerita dalam hubungan kami. Ajakkan camping datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke Sinabung lagi? Yupz…dia ternyata kalau ke sinabung suka berada di atas bus. Memang asik di atas, sesampainya di sana malam hujan rintik-rintik, tenda terpasang semua pada berada di dalam tenda. Karena hujan dinginnya semakin menusuk tulang sumsum. Satu tenda kami berdua, malam semakin dingin dan larut akhirnya kami tertidur tanpa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Wah ini dia cerita dewasanya...ah...ahh&lt;br /&gt;Ya malam itu tidak terjadi apa-apa hanya tidur berdekapan. Dekapan sama angin malam maskudnya. Hehehe&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-6631486890862480367?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/6631486890862480367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelumnya_03.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/6631486890862480367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/6631486890862480367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelumnya_03.html' title='Sambungan dari cerita sebelumnya .....'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUe2-xfmxI/AAAAAAAAADI/lE8izT4fve4/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-4192008233488442299</id><published>2009-04-03T03:14:00.002+07:00</published><updated>2009-04-03T03:16:01.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sambungan dari cerita sebelumnya .....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUcwZEzD1I/AAAAAAAAADA/rp0TMaKCND0/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUcwZEzD1I/AAAAAAAAADA/rp0TMaKCND0/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320190152498417490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf! Membuat kamu mengingat kejadian yang telah terjadi. Nah, kamu berani mengakui hal tersebut diatas, bahwa telah melakukan hal yang harus di pertanggung jawabkan secara agama dan secara moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kamu berani mengatakannya kepadaku? Karena kita tidak saling menyanyangi dan tidak bertatap muka kan? Seandainya aku adalah seorang lelaki yang ingin mencintai kamu, berani tidak kamu mengutarakan hal tersebut kepadaku ataupun kepada lelaki yang ingin memintamu menjadi kekasihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berani karena kita tidak saling kenal dan tidak pernah saling jumpa. Ya kalau kepada orang yang aku cintain dan yang aku sayangi tentu aku takut, takut dia berubah, takut dia tidak dapat menerimaku apa adanya diriku. Ah Biasa aja lagi…….lagi pula sekarang mulai terbiasa dengan hal itu, menambah pengalaman liarku. Menambah koleksi cakrawala hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ups!! dalam juga jadinya……jika boleh tahu berapa lama berhubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun lebih sedikit, kami selalu melakukan hal-hal yang asik-asik dan dan setiap minggu kami merenggut dan mengempaskan butiran kehangatan bersama. Dasar laki-laki….!!! Yang kamu ceritakan tadi, artinya kamu ingin menjadi kan dia sebagai istri?&lt;br /&gt;Iya…&lt;br /&gt;Tapi kenapa kamu pusing kalau kamu sudah dapatkan kepuasan, dapatkan segalanya darinya? Kan lebih di untungkan, bila dia memutuskan, tiada tuntutan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang tidak ada tuntutan dari dia, malah yang aku lihat dia have fun saja yang dia katakan dari bibirnya langsung namun aku sedikit membaca dari pikiran dan perasaannya bahwa dirinya juga sebenarnya tidak ingin melakukan pemutusan hubungan tersebut karena ada sesuatu hal yang tidak bisa dia robohkan, sekokoh tembok cina, seperti sebuah keinginan dari segala line social dan semua keluarganya  makanya mengambil keputusan yang sebenarnya juga tidak sanggup diterimanya, sebagaimana yang telah aku katakan tadi bahwa apa alasannya masih dalam gelap dan angkernya sebuah mesteri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana hatiku tetap ingin kan untuk hidup bersama sampai azal menjemput.&lt;br /&gt;Ehm… sok pahlawan kamu, biar dianggap sebagai laki-laki sejati gitu kan? Jangan begitulah, tidak zamannya lagi sekarang. Kalau memang kamu tulus mencintainya mengapa kamu membuka aib dirinya kepada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah ada niat untuk membuka aibnya, aku hanya ingin ketulusannya cinta ini dia mengerti, dan bukan itu yang menjadi masalahnya, aku tidak sanggup, jiwa cintaku sangat teriris dan bernanah hingga terkapar, darah dalam urat nadiku serasa berhenti mengalir dan mengkristal, karena tidak mampu untuk menjawab semua pertanyaan hati dan perasaan ini, sejak dia pergi satu butiran air mata pasti jatuh dan luruh dari mataku setiap memulai memejamkan mata, dan begitu juga setiap mataku terpejam pasti dia datang dalam tidurku, begitu sakit saat terbangun dan tidak menemukannya di sampingku, aku tahu bahwa satu butiran air mata tersebut mengandung selaksa kerinduan yang sangat dalam. Bahwa jiwaku sangat menyayanginya, bahwa stj adalah unsur hemoglobin yang mampu menghentikan segala penderitaan dan sakit dalam tubuh dan syaraf kehidupanku, apa itu hal yang naïf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wouwww….Sangat, sangat dan sangat munafik ternyata, mengapa demikian? Jika perempuan sudah memberikan butiran halus embun tubuhnya tidak mungkin dia lakukan untuk meninggalkan kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kamu bilang benar, namun kita juga harus melihat daun-daun argumentasi dan ranting-ranting keinginan di sekitar kehidupan sosialnya, sehingga keputusan tersebut di ambil. Bisa jadi dari pihak orang tua, bisa jadi dari pihak teman-teman yang sentimental, bisa jadi dari cintanya yang tidak mengandung kerinduan lagi, bisa terjadi kan semua itu?&lt;div class="fullpost"&gt;Kalau ada penghalang dari orang tua atau keluarganya, semakin tidak mungkin dia lakukan untuk meninggalkan kamu? Makin membuka aib dan coreng hitam dirinya ke orang tuanya dong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban terberat dan baru aku sadari yang telah membuka dan menyentak alam imajinasiku adalah posisi stj benar telah melakukan hubungan dalam empat tahun ini secara backstreet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kalau demikian kamu laki-laki bodoh dan tolol..! Tidak bertanggung jawab, karena menerima hubungan backstreet. Itu salah kamu. Tersirat sebuah ketidak jujuran kamu dalam membangun pondasi dalam berhubungan?&lt;br /&gt;Awalnya hanya ingin menurutin kemauannya, sejujurnya aku juga tidak mau berhubungan yang demikian, di dukung usia yang tidak memungkinkan membina hubungan dengan cara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecut! Kalo memang dia tidak mau keluarganya tahu, kamunya dong yang ambil inisiatif, lagi pula ngapain kamu terima hubungan yang demikian? Sepertinya ada niat kamu yang tidak baik, aku tetap menyalahkan kamu&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ingin aku katakan semua, tetapi malah dia mengancam “jika kamu beritahukan hubungan kita ke orang tuaku, lebih baik kita putus, lebih baik kita tidak berhubungan lagi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak berani menerima ancamannya?&lt;br /&gt;Hanya mengurungkan niat tersebut. Karena stj melampirkan sebuah alasan bila diberitahukan sekarang tentang hubungan kita, kamu sendiri yang rugi yang nantinya sulit untuk kita bertemu, kalau begini kan aku masih bisa curi-curi waktu, walau selalu berbohong kepada ibuku, dan yang perlu kamu fahami orang tuaku punya penyakit komplikasi, kamu mau orang tuaku meninggal kena serangan jantung karena kejujuranmu bahwa kita sudah berhubungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paok kali kamu, akhirnya inilah yang bisa kamu terima, di permainkan dan tidak bisa wujudkan keinginan menikahinya. Tetapi kamu harus lihat juga dong perjuangan stj yang berani membohongi orang tua hanya karena ingin selalu bersama disisi kamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yupz..!&lt;br /&gt;Andai orang tuanya kamu beritahu dan tidak menerima, sudah tentu tidak berlarut-larut hubungan yang hasilnya sia-sia waktu, usia bertambah, perasaan semua sia-sia, pengorbanan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang inilah yang sesungguhnya yang aku dapat atas kesalahan yang telah di perbuat, dengan memberikan segala kemauannya, segala apa yang menjadi keinginannya, dan sedikitpun aku tidak berusaha untuk tegas hanya karena takut jiwanya salah mengartikan ketegasanku, tidak menerima apa yang menjadi keinginan dalam berpacaran dengan seorang stj yang hanya keinginannya saja di turutin. Aku berpikir dia akan lebih hormat, lebih syahdu, lebih berpikir dewasa, lebih memahami, lebih menghargai dan segan dan bertambah arif ternyata salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya iyyyalah!! Sampai saat ini orang tuanya juga belum mengetahui hubungan kalian?&lt;br /&gt;Feelling orang tuanya ada, akan tetapi belum menjadi nyata bagi mereka.&lt;br /&gt;Kok bisa sakit hati, karena di sakitin dan di gagalkan agenda pernikahan. Kalau orang tuanya sendiri tidak mengetahui tentang hubungan kalian tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah bicara bahwa pernikahan yang agenda tersebut atas desakan darinya, akan dilaksanakan pada bulan Maret 06 tepat pada tanggal kelahiran dan bulan kelahirannya, setelah membicarakan ke stj baru ke orang tuanya. Karena bila sudah di bicarakan secara hati dan matang-matang semua yang menyangkut pernikahan juga pernak-perniknya akan lebih memudahkan menyakinkan orang tuanya, tetapi belum semua itu dapat dilakukan tiba-tiba Jingga memutusin tanpa alasan.&lt;br /&gt;Tapi bulan Desember 06 ini kamu bilang, mana yang benar seeh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar dulu, setelah hal itu terjadi aku pertanyakan ke stj, tega amat kamu mengambil keputusan sebelah pihak apa alasannya? “aku tidak nyakin hidup dengan kamu! walau aku ngotot meminta sebuah alasan yang pasti, stj hanya mampu memberikan sebuah alasan yang bersifat fatamorgana. Serasa tidak percaya, aku terpaksa menerima keputusan tersebut. “Ini lihat darah segar sebagai saksi ke tiga kalinya kamu lakukan hal tersebut padaku”. Sekarang di saksikan darah  hati jiwa cintaku ini!! Aku ikhlas menerima apa yang menjadi putusan kamu berikan, aku pergi bukan aku tidak mencintaimu, aku mundur dengan gagah karena aku tidak ingin menjadi penghalang cintamu dengan yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saat itu aku dan stj berada di Matang glumpang Biruen tepat di pinggir jalan raya setelah tujuh jam menunggu dirinya di salah satu warung. Begitu sakit perasaan ini sehingga terasa semua sendi-sendi tubuhku berpatahan lunglai, bagai di tusuk sejuta jarum beracun yang racunnya lebih keras dari racun ular berbisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus…&lt;br /&gt;Kami berbicara dalam nuansa pesona penuh dengan kemunafikkan yang keluar dari mulut masing-masing. Hati dan seluruh relung cinta jiwaku tetap hancur walau mulut mengatakan aku sanggup menerima semua ini, semoga kamu dapat yang lebih baik dari aku tetapi aku tidak nyakin itu, yang lebih kaya, yang lebih perkasa, yang lebih tampan, yang lebih lebih dan lebih mungkin. Dan semoga kamu selalu dalam keadaan yang bahagia. Dia juga membalas demikian dan mengatakan satu hal. “Sebenarnya, aku tidak menyangka hal ini terjadi, sebenarnya aku tidak sanggup menerima semua kata perpisahaan ini, aku mengakui pacaran dengan kamu, aku sangatlah senang, bila kita mau makan, minum, dan pergi kemana saja kamu bisa berikan kepadaku, kamu begitu penuh perhatian dan penuh kesabaran terhadap semua keinginanku akan tetapi agar kamu tahu bahwa saat ini, hati jiwa cintakuku lagi tidak tahu bagaimana permintaan perasaan terhadapmu dan aku juga mengakui tidak mampu berjauhan denganmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari membalut luka di lengan kiriku dengan pengikat rambutnya, mungkin sudah ada yang menyayangi kamu di sini, udalah jangan bicara itu lagi di minum saja dulu capuccinonya agar fresh, belum ada yang memiliki hanya itu tadi bingung saja, kami berpisah karena sore itu aku langsung kembali ke Medan yang telah satu harian menunggu stj. Dari atas kendaraan yang dia parkirkan dengan jarak seratus meter dariku, malalui telepon, nspnya bagus ya, saat itu aku pakai nsp lagu Padi menanti sebuah jawaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan penantian hatiku saat ini! jawabku, hati-hati di jalan ya? Hati-hati juga bawa kendaraan, karena aku sudah tidak ada lagi di sisimu, lenganku begitu sakit dan membengkak. Tiba – tiba dalam waktu tiga minggu kemudian dia balik ke kota belatung ini, dan menghubungiku dan minta temu, aku temui dia, di salah satu plaza kami bertemu dan makan apa yang biasa kami makan kalau sudah temu yaitu pizza, dia mengatakan satu hal yang membuat aku tidak berpikir panjang untuk menerima cintanya kembali, “aku sengaja balik dari Matang dan meninggalkan pekerjaanku hanya untuk kamu, jadi kita baikkan lagi ya!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah kamu balik ke kota ini kan karena kamu saja yang tidak tahan kalau tidak ke plaza? Ya itu satu asalan juga, tetapi yang paling mendasar adalah aku tidak kuat menahan rasa sepi di sana, tidak bisa tertawa sama kakang-kakang baik seperti kamu, heheh…ya kamu baru saja temu sudah ngeledeki aku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu terima akan permintaannya?&lt;br /&gt;Hatiku tidak munafik, hatiku tidak mempunyai dendam atas apa yang telah stj lakukan kapada kehidupanku, hatiku masih teramat menyayanginya, tiap detik, tiap jam, tiap hari, tiap bulan aku selalu memikirkannya. Atas sebuah pertimbangan perasaan, jiwa cinta dan melunturkan rasa emosi diri, aku menerima kembali kehadiran Jingga di sisi jiwa cintaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih harmonis hubungan kalian setelah kejadian itu?&lt;br /&gt;Aku bukan laki-laki yang punya sifat dendam, hubungan kami seperti semula bertemu, selalu harmonis, selalu romantis, penuh pertengkaran yang mengharuskan aku untuk mempertebal kesabaran, terus menyakinkan bahwa hubungan yang terjadi adalah karena hati, jiwa cinta kami telah menyatu dan penuh canda tawa, melakukan hubungan yang mengeluarkan butiran halus embun dalam tubuh juga. Kembali kami membicarakan agenda pernikahan, stj mau aku nikahi di bulan Desember 06 ini, kembali aku persiapkan segala apa yang menjadi pernak-pernik yang di inginkannya, seperti rumah sendiri, perabotan rumah tangga yang serba lux, seketika itu kehidupanku kembali bagai cerahnya mentari pagi di gurun pasir, jiwaku hidup kembali seperti indahnya air terjun Niagara, besarnya semangat dan gejolak darah tidak lagi mengkristal untuk mengarungi gurun pasir kehidupan, tiba-tiba tanpa ada badai, tanpa ada hujan, tanpa ada gelombang, tanpa ada mendung terjadi lagi hal yang serupa memutuskan hubungan. Seperti di hantam batu karang, bagai terhantam badai katerina, bagai di bantai gelombang tsunami, bagai terkubur pada gempa nias, sehingga jiwa indah yang hidup seperti indahnya air terjun Niagara seketika berhenti mengalirkan air sucinya, rasanya jantung berhenti berdebar, sesaat aliran darah berhenti mengalir, berhenti akal syarafku, berhenti semua imajinasi indahku. Pupus hanya karena kalimat bodoh. Cobalah renungkan!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-4192008233488442299?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/4192008233488442299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelumnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4192008233488442299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4192008233488442299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/sambungan-dari-cerita-sebelumnya.html' title='Sambungan dari cerita sebelumnya .....'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUcwZEzD1I/AAAAAAAAADA/rp0TMaKCND0/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-5434536683308970610</id><published>2009-04-03T02:41:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T02:49:40.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kontroversi Relung Jiwa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUWfZuLq4I/AAAAAAAAAC4/QBZhkPkvwlo/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUWfZuLq4I/AAAAAAAAAC4/QBZhkPkvwlo/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320183263544454018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ubungan kami sebenarnya begitu sempurna, karena Jingga juga sangat memiliki sifat yang sempurna, artinya sifat dan karakter yang klop, adanya keseimbangan karakter di antar kami berdua membuat kisah asmara ini harus aku perjuangkan sampai kapanpun. Seperti halnya dengan hubungan yang kamu lakukan dengan mantan kamu.&lt;br /&gt;Entar kamu main-main ingin menikahinya, hanya untuk menyenangkan dia, benarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin main-main, kenapa aku harus susah-susah curhatan, susah-susah membuang air mata, susah – susah membuka aifku, kepada orang yang sama sekali tidak aku kenal dan tidak pernah tahu siapa kamu.&lt;br /&gt;Benar juga, bisa juga tidak benar. Masa sekarang ini melihat dan mendengar kata- kata laki-laki aku sudah sulit untuk percaya, sulit untuk dapat dijadikan pegangan, notabene saat ini laki-laki di bumi semua sama bejat dan tidak bermoral sebagai satria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebalik!! Bagiku memandang seorang perempuan demikian juga, namun aku faham dan sangat mengerti bagaimana di tipu dan di kadalin, di hianati dan mendaptkan kekasih yang pencundang or the loser. Sebenarnya posisi perempuan di sakiti laki-laki dan laki-laki di sakiti perempuan saat ini menjadikan sebuah fenomena yang sangat berliku dan menanjak, yang lebih menggambarkan sebuah fenomena menang dan kalah di dalam rajutan egoiszem belaka, bila kita pertanyakan kepada masing-masing anak manusia selalu tidak menemukan sebuah keseimbangan, sebenarnya semua itu terjadi akibat menurunnya kadar tanggung jawab pasangan-pasangan untuk mengabadikan hubungan tersebut sampai kepada ketepian, artinya tidak mengambang, tidak terapung-apung di tengah-tengah deru ombak samudera, secara kejujuran posisi perasaan, jiwa, mentalitas, semangat, tingkat kepercayaan hidup,  perempuan dan laki-laki yang telah di sakiti oleh pasangannya adalah sama. Perbedaannya bila seoarang laki-laki selalu memendam apa yang menjadi masalahnya kepada orang lain kalau orang lain itu tidak benar-benar sahabat, nah kalau seorang perempuan sangat mudah untuk membicaraknnya dengan teman-temannya yang penting mau mendengarkan walau nantinya hal itu menjadi cibiran buatnya.&lt;div class="fullpost"&gt;Tetapi aku tetap salut pada dia. &lt;br /&gt;Salut di mana! Telah dapat menyakiti laki-laki? Yes…yes...you know!&lt;br /&gt;Tiada niat menyakitinya, keinginan ini untuk menyelamatkan kehidupannya di hari yang akan datang. Walau, mungkin itu hanya rasa ke egoisanku sesaat, atau hanya sekedar merasa paling bertanggung jawab. Atau karena belum mendapatkan pengganti dirinya. Tetapi semua itu dapat aku nyakin kan kepada siapapun bahwa aku hanya ingin mengarungi bahagia derita bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak laki-laki yang tidak mempermasalahkan hal itu (virginitas), laki-laki yang masih mempermasalahkan hal itu dalam mencari pendamping hidup itu sama laki-laki udik, laki-laki pengecut! Nah sangat terlihat egoisnya seorang lelaki ya di situ, artinya seorang laki-laki meminta calonnya selalu virgin tetapi bisa tidak seorang lelaki mempersembahkan keperjakaannya terhadap pasangannya? Tidak bisa kan.&lt;br /&gt;Artinya kamu termasuk menganut free sex dong kalau kamu tidak memandang hal itu perlu di pertanggung jawabkan  baik secara agama dan moral? Kita bisa menyelamtkan bumi ini dari penyakit yang begitu ganas (aids) hanya dengan rasa tanggung jawab cinta terhadap pasangan kita. Memang benar pendapat kamu, bahwa masih ada laki-laki yang tidak mempermasalah kan itu, tetapi bila di lihat persentasenya sangat kecil. Mohon maaf bila kehidupan asmara kamu saya buka kembali sebagai refleksi dan bahan statistik dalam hal ini, mantan kamu saja meninggalkan kamu setelah melakukan hal yang hangat dan mengeluarkan butiran-burtiran halus dan kental dari tubuh yang berakhir dengan hempasan erangan erotis. Apa lagi laki-laki yang mengetahui hal itu tidak ada lagi pada pasangan yang akan dia persunting? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kah pernah seorang perempuan jujur terhadap pasangannya bahwa dirinya tidak lagi memiliki sesuatu yang paling berharga? Tidak pernah kan, semua itu di ketahui setelah adanya pernikahan. Bagaimana laki-laki tersebut memandang calon pendamping hidupnya, sudah jelas dia beranggapan perempuan yang dia nikahi adalah perempuan tidak benar bahasa gaulnya semua kita tahulah itu apa. Kemudian bahwa kita juga lupa akan nada sebuah kejujuran yang paling hakiki di dalam ruang jiwa dan perasaan kita bahwa hal tersebut menjadikan sebuah sandungan dan sebuah butiran kerikil-kerikil tajam yang dapat mengganggu keharmonisan perkawinan, apa yang kita lupakan yaitu sebuah kejujuran yang persentasenya sangat kecil yang tertutupi oleh keangkuhan jawaban mungil bibir bahwa hal tersebut tidak menjadikan masalah besar, padahal modal utama dalam membina hubungan adalah kadaritas sebuah kejujuran yang penuh tanpa ada kekurangan nol koma satu % pun.&lt;br /&gt;Sok tahu kamu! Sok laki-laki paling wwahh! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sok tahu ataupun sok wwwah, ya kalau memang sesuatu yang paling berharga pada seorang perempuan tersebut telah hilang, dan seorang perempuan berusaha jujur kepada pasanganya dan pasangannya menerima secara ikhlas itu baru dapat dibenarkan bahwa cinta yang ada memang hadir pada sebuah hubungan dengan rasa ketulusan kasih sayang, namun beranikah seorang perempuan tersebut jujur akan hal tersebut? Dan apa seorang pasangannya mampu menerima hal tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab hal tersebut, sebenarnya kita tidak membutuhkan kadaritas kejujuran yang besar, hanya dibutuhkan kadaritas kejujuran dalam lubuk hati sebesar tiga persen saja, akan tetapi kadaritas kejujuran yang besarnya hanya tiga persen tersebut sangat sulit di dapat. Aku laki-laki, sudah seharusnya lebih tahu yang namanya sifat dasar laki-laki. Bila laki-laki yang mengatakan tidak apa-apa mendapatkan perempuan yang demikian pasti ada hal yang di lihat sehingga mampu menutupi atau mengurangi status perempaun tersebut misalnya: kekayaan, kecantikan, tubuh nan sexy yang dapat memuaskan nafsu birahi sehingga menjadi topeng berlapis dan bertahtakan emas yang mampu menopang atau merobah nasib dan gairah aromatic dalam berfantasi seksualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti bukan dia yang meninggalkan, tapi kamunya yang ninggalin dia, bila di lihat dari pembicaraan tersebut dan menyia-nyiakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah aku bersumpah atas nama hati jiwa cinta sang bumi dalam hal ini? apa aku harus mengumandangkan di seluruh media bahwa aku tidak pernah ada niat untuk meninggalkan dirinya? Apa harus membunuh diriku dan menyayat tubuhku dengan tulisan “bahwa aku dan segenap jantung jiwaku tidak akan pernah sanggup sedetikpun meninggalkannya”? seperti yang di lakukan pasangan-pasangan saat ini di saat mau mengungkapkan cinta kepasangannya melalui media? Rasanya tidak perlu sampai demikian, aku sangat mengetahui kadaritas hatiku dalam mencintainya. Di dalam filosofi hidupku selalu memegang teguh yang namanya hakikat kepercayaan, dimana aku tidak pernah memaksa seseorang harus memberikan kepercayaannya kepadaku. Karena kepercayaan yang di paksa kan tidak akan ada gunanya dan pasti berujung dan berakhir pada penghianatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pakai sumpah-sumpah dech, zaman sekarang yang namanya sumpah tidak memiliki kesucian, tidak memiliki harkat kualitas yang dapat di jadikan sebuah pondasi bahwa ucapan seseorang itu benar, tidak memiliki kekuatan yang dapat dipegang sebagai pedoman bahwa perkatan yang di ucapkan memang benar dan tulus apa adanya,  mantan aku juga menggunakan semua sumpah yang dia berikan padaku, tapi dia hanya ingin menikmati geliat tubuhku saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-5434536683308970610?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/5434536683308970610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/kontroversi-relung-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5434536683308970610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5434536683308970610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/kontroversi-relung-jiwa.html' title='Kontroversi Relung Jiwa'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUWfZuLq4I/AAAAAAAAAC4/QBZhkPkvwlo/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-8325655125804469998</id><published>2009-04-03T01:27:00.003+07:00</published><updated>2009-04-03T02:31:53.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Gelegar Cinta Ku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUEOOucxPI/AAAAAAAAACw/RyKkpdJ9pBc/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUEOOucxPI/AAAAAAAAACw/RyKkpdJ9pBc/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320163177325708530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gelegar Jiwa Kekasih &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kebingungan dan kehancuran hati,perasaan dan jiwa yang teramat sangat di dalam sebuah kubangan kalbu….Dengan serta merta Jinggaku meninggalkan dan menghapus semua riangnya alunan gemelan dan tarian salsa cinta terindah yang pernah ada dalam kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehancuran tahta asmara jiwa mengharuskan aku ingin membagi sedikit ruang kepedihan dengan seseorang tetapi entah kepada siapa karena telah lama kehidupanku dalam kesedirian karena di tinggalkan teman-teman terbaikku, dengan perlahan dan gontai berusaha untuk mencari teman untuk berkeluh kesah terhadap prahara perasaan saat itu yang kemanapun aku melangkah pergi tidak ada tempat untuk membagi duka dan nestapa hati jiwa cintaku, aku benar-benar seorang diri yang terbalut terbenam dalam beragam problema kehidupan dan asmara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa aku mengerti dan sadari telapak kaki layu berjalan malas dengan di saksikan bening air mata ke salah satu warnet, seketika itu pula muncul dalam hati kenapa tidak coba untuk membagi derita asmara dengan bebas tanpa ada yang tahu dan mengganggu, semakin terbuka pikiran untuk berkeluh kesah kepada teman-teman yang bentuknya maya, yang sedikitpun tidak punya hubungan dan mengenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku berusaha menyeka air mata yang jatuh akan tetapi tidak juga dapat aku hentikan. Semakin kuat berusaha untuk menghentikan air mata, semakin kuat pula rontaan, hempasan dan gejolak sesaknya dada “ya sudahlah hatiku pasrah dengan membiarkan saja air mata ini jatuh dan mengikuti aliran derita deras dan bergelombangnya lara nestapa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se akan semua bayangan tentangnya terus bergelayut lembut dan manja dalam pikiranku, perasaan, hati jiwa. Selama hidup baru saat itu aku merasa kan dan melihat banyaknya air mata yang tercurah dari mataku dan tanpa henti-hentinya. Seakan turut menghiasi duka lara yang dihadapi oleh pemuja jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat membuka room chat serasa seluruh hasrat dan gelora kesedihan tertuang ke dalam room tersebut. Pada tanggal 28 September 06 siang hari itu adalah hari pencurahan besar-besaran terhadap alunan ritme dendang gemalen kedukaanku terhadapnya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helloo selamat siang! Asl Please? Apa boleh bertanya ke kamu? Boleh tidak ya…Asl please…! ichoet, 30 male Medan. U? Mau bertanya tentang apa? Tapi kamu jangan bertanya macem-macem ya!! Tidak akan. Hanya biasa-biasa saja, aku juga berharap dapat curhat ke kamu? Oh itu, aku pikir mau bertanya yang macem-macem dan yang usil-usil karena biasanya banyak sekali kalau sudah chat bertanya yang ga benar githo. Emang mau curhat apa, patah hati ya? Mudah ya menebak apa yang mau di curhatin? Apa kamu punya telepati atau kamu anak tukang ojek? Benar, jujur saja aku mau curhatan denganmu tentang kejadian yang aku alami dengan kekasih belahan ruang jiwa cintaku.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalau masalah itu bakar saja fhotonya, bantingnya bingkainya, injak-injak wajahnya habis itu cucikan lagi filmnya kok susah-susah. Ternyata masih ada ya laki-laki yang cengeng, bego di alam era globalisasi, era teknologi super canggih, era dimana semua orang terfokus dan sedang memikirkan fenomena pemanasan global dan manusia di luar sana sudah memikirkan bagaimana bulan madu di bulan, bagaimana menyatukan gen hewan dan manusia namun kamu masih memikirkan bagaimana mengatasi prahara cinta kamu. Weak...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serius dong, andai kamu tidak ingin dengar curhatan aku ok deh tidak maksa. &lt;br /&gt;Memang benar yang kamu katakan, apa yang kamu utarakan, bila di kaji dan di analisa dengan kehidupan manusia di luar sana aku sangat jauh ketinggalan dan terlihat sangat merendahkan jati diri seorang laki-laki. Apa aku salah bila problem ini telah mempengaruhi drastis kehidupan mentalitas dan jiwaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan deh mau kamu! Sepertinya kamu memiliki IQ yang lumayan jongkok dalam dimensi berbicara hati dan juga sepertinya kamu sangat nyakin kamu faham akan nuansa hati yang disebut asmara seorang perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih sentilannya, sebenarnya, aku juga merasa tidak faham akan nuansa hati yang kamu katakan itu, beberapa hari lalu baru saja di putusin stj, itu pun melalui sms.&lt;br /&gt;Lalu…Dia lakukan telah berulang-ulang kali, jelasnya sampai yang kemarin telah empat kalinya.Tapi tidak kamu bunuh dia kan? Jika bisa bunuh saja biar kota ini tidak sumpek lagi. Hehehee canda lagee, nah refleksi diri yang kamu bisa ambil dari semua kejadian tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeri banget ucapan kamu, yang dapat aku ambil refleksinya terhadap kehidupan adalah bahwa banyak gaya atau sketsa yang bisa di jadikan pemahaman atas artinya sebuah kehidupan. Dan yang jelas zaman ini bukan tempatnya lagi bagi seorang lelaki yang mempunyai cinta sejat. Rasanya terlalu naïf punya cinta sejati.&lt;br /&gt;Ah…ah…ah… terus mengapa kamu menjadikan hal itu sebuah problem yang tidak mampu untuk mendewasakan dan menjadikan arti indahnya lika liku kehidupan manusia di dalam berhubungan, memang seberapa jauh hubungan kalian sudah lama ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun ke empat, sebuah agenda pernikahan juga sudah kami sepakati pada bulan Desember 06 ini.&lt;br /&gt;Kaciaaan banget nasib kamu, uda minum saja tu baygon…! Kenapa bisa begitu? Apa kamu selingkuh? Apa kau hyper, apa kamu miskin, apa kamu egois, apa kamu jelek, apa kamu pengangguran, apakah kamu berekonomi keluarga rendah? Apa kamu angkuh, apa kamu telah melakukan yang terbaik buat dia dan keluarganya? Apa kamu termasuk omong besar? Apakah kamu pemarah?&lt;br /&gt;Sebuah alasan yang sangat mendasar dan fundamental aku tidak tahu, masalah selingkuh aku nyakin tidak pernah melalukan hal itu dalam prinsif dalam hidup satu ya satu, kalau hyper sedikit kali ya, miskin sudah jelas, egois tidak tetapi tidak tahu soalnya sifat tersebut yang dapat melihat adalah orang di sekeliling kita, bisa jadi dia melihat dan merasakanya demikian, jelek so pasti iya, seperti kakang-kakang katanya, pengangguran tidak tetapi tidak bekerja pada level tinggi, benar ekonomi kelurga sangat rendah, memang terkadang sambil tertawa dia langsung mengatakan ke padaku, “ ah hidup sama kamu sepertinya tidak punya masa depan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach…..Tidak mungkin kalo demikian terjadi, nanti ada sebabnya, tetapi dia tidak beritahu ke kamu, agar permasalahan tersebut menjadi sebuah misteri selama lamanya, cari tahu donk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang-ulang sudah mempertanyakannya, dia selalu bilang tidak tahu dan tidak mengerti goyangan centil akan perasaannya. Terkadang tidak nyakin akan diriku, terkadang mengatakan kalau aku genit, terkadang mengatakan kalau hidup denganku tidak punya masa depan, terkadang dia juga mengatakan ke aku bahwa mencintai dan menyayangi dirinya hanya untuk mendapkan tempat pelampiasan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat..!! Aku dukung demikian…biar tahu saja laki-laki bahwa perempuan juga bisa mempermainkan, bisa melakukan apa yang sering di lakukan laki-laki, bisa menunjukkan bahwa perempuan juga tidak lemah di dalam menyiasati kelangsungan hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oo...oo...!! Kamu lagi di sakitin laki-laki juga? &lt;br /&gt;Dua kali aku di permainkan laki-laki sampai aku serahkan semuanya setelah dia dapatkan seenak perutnya meninggalkan aku, dengan alasan bahwa cintanya tidak akan berubah walau telah mendapatkan apa yang dimau, terkadang aku juga mengakui kebodohan dari kaumku bahwa terlalu mudah untuk di beri janji-janji manis hanya karena terkadang hanya menunjukkan kesetiaan dan perhatiaan sesaat. Aku senang, ada juga dari kaumku yang dapat balaskan sakit hatiku&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Waduh jadi terbalik nih, tapi aku kan tidak seperti itu, seperti mantan kamu, aku malah ingin menikahinya, menjadikan dirinya air kehidupan dalam singgasana ruang hati kehidupanku kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi aku mau di nikahi atau tidak, bertanggung jawab atau tidak semua itu tidak masalah bagi aku, walaupun kalian sudah seatap dan satu ranjang birahi bagai suami istri selama berbulan-bulan yang penting aku senang, aku bangga.&lt;br /&gt;Dengar dulu dong, posisi aku bukan ingin menyakiti kaum perempuan, malah ingin menjadikan dia sebagai pendamping hidup dan bersama – sama mengarungi bahtera samudera kehidupan ini yang memang aku ketahui dan sadari bahwa mengarungi samudera kehidupan bukan hal yang hanya di ucapkan namun kemampuan dan keahlian kita dalam menghadapi dan menetralisir seluruh gelombang dan badai yang terjadi dalam samudera warna-warni kehidupan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Trus….&lt;br /&gt;Membatalkan agenda pernikahan dengan memutuskan hubungan kami, tanpa satu pun alasan pasti. Jika pembatalan tersebut memiliki alasan yang dapat di terima secara logika, aku pasti akan menerima keputusan pembatalan tersebut, tetapi bagai sebuah misteri yang harus jungkir balik untuk mencari sebuah jawaban dari dalam diriku sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memangnya sudah sejauh mana kalian berhubungan? Tetapi jika kamu memang sangat menyayangi dirinya, kamu harus mampu menjadi seorang sahabat. Ehm itu pun kalau kamu tidak banci. Sesuatu yang perlu kamu ketahui bahwa alam di ciptakan saling berpasang-pasangan jadi artinya dalam hal hubungan kamu sudah ada padanya, yaitu menyakiti dan di sakiti, terluka hati dan tidak terluka, semua itu membuat seseorang harus lebih mengetahui bahwa zaman ini lebih cepat berkembang ke arah negative daripada ke arah yang positip. Semua itu sudah ada pada buku-buku usang dari zamn ke zaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-8325655125804469998?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/8325655125804469998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/gelegar-cinta-ku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/8325655125804469998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/8325655125804469998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/04/gelegar-cinta-ku.html' title='Gelegar Cinta Ku'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SdUEOOucxPI/AAAAAAAAACw/RyKkpdJ9pBc/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-4194888082568185174</id><published>2009-03-28T02:04:00.001+07:00</published><updated>2009-03-28T02:06:42.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>CV Sang Penulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0jfq1sz_I/AAAAAAAAACo/qhhHnLuK_SM/s1600-h/Maharuddin.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 305px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0jfq1sz_I/AAAAAAAAACo/qhhHnLuK_SM/s320/Maharuddin.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317945761976864754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maharuddin Simbolon_Ichoet dilahrikan di sebuah desa kecil Paya Lombang Kecamatan Tebing Tinggi Sumatera Utara, setelah menamatkan S1 Fakultas Ekonomi pada tahun 1999 kembali mengambil Perkulihan di Fakultas Mineral &lt;br /&gt;Institut Teknologi Medan sampai dengan semester 4 secara perlahan meninggalakan kampus demi mendirikan dan sekaligus memimpin NGO Forum Masyarakat Peduli Pertambangan Indonesia (NGO FMPPI) yang sekarang telah memiliki Devisi-Devisi diantaranya Devisi Analisis Kebijakan Pemerintah dan Perusahaan dalam Dunia Pertambangan dan Devisi Kebumian dan Kebencanaan. NGO ini berdiri sejak april tahun 2002, pada tahun 2003 kembali mendirikan NGO Sosial Ekonomi Nusantara (NGO SENtra) Mempraktisi di bidang Sosial Ekonomi.&lt;div class="fullpost"&gt;Bersama dengan NGO FMPPI pada tahun 2004 mengupas Fenomena Gempa Bumi dan Tsunami Aceh dengan Judul Artikel “ Benarkah Gempa Bumi dan Tsunami 2004 adalah Fenomena Alam Atau Bom Ekologi Bawah Laut?” kemudian pada tahun 2005 memulai mengadakan penelitian secara independent tentang “ Dampak Dampingan Gunung Supervolcano Toba” dengan Top Corner  Star Wars Scientis “ Fenomena Terbelahnya Dasar Danau Toba” sengaja di angkat ke permukaan pada tahun 2007 dalam bentuk seminar.&lt;br /&gt;Secara berkala namun dengan pasti secara jantan terus mempersiapkan sebuah buku Revolusi Cinta “ STJ_Sekuntum Teratai Jingga” sebagai Edisi Pertama, di mulia dari tahun 2006.  Salam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-4194888082568185174?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/4194888082568185174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/cv-sang-penulis.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4194888082568185174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4194888082568185174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/cv-sang-penulis.html' title='CV Sang Penulis'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0jfq1sz_I/AAAAAAAAACo/qhhHnLuK_SM/s72-c/Maharuddin.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-4633770500227274271</id><published>2009-03-27T23:27:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:28:45.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sekuntum Teratai Jingga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Daftar Isi - Sekuntum Teratai Jingga</title><content type='html'>Daftar Isi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar&lt;br /&gt;Pesona dua Warna Tahta Jiwa Cinta “Kasih Sayang &amp; Alunan Birahi Materi” Oleh Maharuddin Simbolon  i&lt;br /&gt;Prakata Penulis   v&lt;br /&gt;Pendahuluan Medium Jiwa “Arti Janji Bumi”   xii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi&lt;br /&gt;Stj_1 : Gelegar Jiwa Kekasih   1&lt;br /&gt;Stj_2 : Kontroversi Relung Hati   7&lt;br /&gt;Stj_3 : Tiga Dimensi Ruang Sisian Cinta   49&lt;br /&gt;Stj_4 : Darah Menangis Darah Terisak   73&lt;br /&gt;Stj_5 : Syahdu Alunan Mistik Tirani Cinta   92&lt;br /&gt;Stj_6 : Genggaman Eksotis Akar-Akar Sekuntum Teratai Jinga   107&lt;br /&gt;Stj_7 : Teduh Kharsimatik Bersandar Damai Dalam Palung  Biru Matamu   119&lt;br /&gt;Stj_8 : Jiwa Mati Bersemayam Maniak Racun Madu Sekuntum Teratai Jingga   127&lt;br /&gt;Stj_9 : Tubuh Sexy Lintas Kota Pelangi Fatamorgana Kerinduan   135&lt;br /&gt;Stj_10 : Halus Untaian Air Mata Kasta Diri   147&lt;br /&gt;Stj_11 : Marwah Gelisah Derita   156&lt;br /&gt;Stj_12 : Pupus Senyum Malu Filosopi Jiwa   160&lt;br /&gt;Stj_13 : Gemulai Tarian Salsa Syarat Makna Kata    171&lt;br /&gt;Stj_14 : Depresi Jiwa Amukan Badai Tujuh Gelombang Samudera   177&lt;br /&gt;Stj_15 : Kata Usang Keindahan Abadi   188&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog  : Maha Jiwa   218&lt;br /&gt;Daftar Riwayat Hidup&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-4633770500227274271?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/4633770500227274271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/daftar-isi-sekuntum-teratai-jingga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4633770500227274271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4633770500227274271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/daftar-isi-sekuntum-teratai-jingga.html' title='Daftar Isi - Sekuntum Teratai Jingga'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-8734963424159808359</id><published>2009-03-27T23:21:00.002+07:00</published><updated>2009-03-27T23:25:14.661+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Pendahuluan - Medium Jiwa "Arti Janji Bumi"</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Medium Jiwa&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Arti Janji Bumi”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz9iHk3eaI/AAAAAAAAACA/pUlc8zsP5nM/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz9iHk3eaI/AAAAAAAAACA/pUlc8zsP5nM/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317904022608771490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa dan keanggunan Cinta adalah sebuah tombak bermata dua, yang satu sama lain memiliki kadaristik kekuatan dalam mewujudkan segala apa yang akan dimiliki terhadap seorang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa dan Cinta hanya berbeda pada cara memandang dan meraih keagungan nulari kebahagian kepada kedua pasang kekasih, yang semua itu hanya dapat dilihat dan dirasakan dengan renungan propaganda yang terjadi dalam penyelamatan ketulusan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang melalui sisi jiwa akan pasti mampu menganugerahkan karakteristik terindah seperti janji matahari yang selalu terbit di Ufuk Timur dan tenggelam di Ufuk Barat, begitu seterusnya sampai alam tidak lagi berputar. Seperti janji syahdu bumi, selalu memberi tempat kala kita berduka juga di kala kita bahagia. Tanpa harus meminta untuk di balas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji matahari tidak pernah memandang apa dan siapa yang akan diberikan kehagatan sinarnya, baginya janji ya tetap janji. Kasih sayang dengan sisi mata jiwa tidak pernah berubah dalam sedetikpun dengan apa yang akan terjadi kepada belahan jiwanya. Kasih sayang dari sisi cinta akan mencerminkan menerima atau tidaknya sebuah pengorbanan walau pada kalanya pengorbanan harus melibatkan sisi jiwa yang tidak terbalas. Kasih sayang melalui sisi cinta pasti mengalami pasang surutnya gejolak rasa dalam memiliki. Cinta yang datang bersama jiwa mampu melakukan apapun yang dinginkan kekasih meskipun mengorbankan segala apa yang sangat berharga seperti lilin yang merelakan tubuhnya meleleh dan melebur untuk memberikan cahaya agar kekasih tidak khawatir akan gulitanya malam yang pekat dan berusaha memancarkan kenyamanan jiwa kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata tombak dari sisi cinta selalu melibatkan emosional, kedewasaan, kearifan, perhatian, dan segala sensasi yang menjadi symbol kehidupan sepasang kekasih yang umumnya akan dapat di lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti hadirnya rembulan di setiap bulannya, ditandai dengan kekuatan sinar terus bertambah, redup dihari pertama, terang benderang di hari terakhir, dan akhirnya redup kembali. Kasih sayang dari mata sisi cinta memberikan kita makna bahwa dalam membina sebuah hubungan sudah dipastikan akan mengalami grafik plus minus, grafik tersebutlah yang membuktikan bahwa kasih sayang melalui sisi mata cinta tidak akan langgeng bila tidak berjalan bersama pada kasih sayang sisi mata jiwa.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kasih sayang pada sisi mata jiwa dalam sebuah hubungan terhadap kekasih sangat di butuhkan medium yang sama sehingga mampu duduk sejajar dengan kekuatan yang dilahirkan oleh kharismatik jiwa cinta tersebut. Itu berarti bahwa relung hati harus bersandar dengan Medium Jiwa kekasih yang semua tindakan sisi mata jiwa hanya dapat di lihat dan dirasakan dengan naluri ketulusan, secara mutlak bertolak belakang dengan pandangan dan rasa logika.&lt;div class="fullpost"&gt;Kasih sayang pada sisi mata jiwa, seorang pemuja akan mampu melakukan hal-hal yang di pandang logika adalah sebuah kebodohan, kegilaan, ketidakwarasan pikiran. Maka kasih sayang pada sisi mata jiwa tidak pernah melibatkan rasa logika tersebut, logika akan bertindak binal bila seorang pemuja nekat bunuh diri, nekat membakar diri, menutup hatinya pada gadis lain. Kasih sayang dari sisi mata jiwa bersedia mati bersama belahan jiwanya bukan mati bersama raganya, seperti halnya pemuja Khalil Gibran yang seumur hidupnya mempertahankan keindahan jiwa kepada belahan jiwanya sampai ajal menjemput. &lt;br /&gt;Secara logika ini adalah sesuatu yang gila, strees, ketidak warasan, kebodohan, sesuatu yang bahasa trendnya “gombal lo”….namun bila kita masuk ke relung medium jiwa hal itu adalah ikrar suci dari kasih sayang pada sisi mata jiwa yang menghasilkan kesyahduan dan kenikmatan jiwa tersendiri yang tidak dapat di beli dan di tukar dengan apapun, yang mampu dirasakan oleh pemuja. Sehingga kepergian jiwa pemuja akan di iringi selaksa senyum bidadari nirwana.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akankah tujuh lapis bumi, tujuh lapis gelombang samudera, tujuh lapis kehidupan, tujuh bidadari akan berpihak kepada kasih sayang pada sisi mata jiwa yang terus memandangnya dari relung hati meskipun kehidupannya tidak milikku lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud kasihku tetap memohon masih ada satu kesempatan untuk membawa jiwanya kedalam relung jiwaku walaupun itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi secara logika, seandainya terjadi itu hanya ada dalam sebuah film yang mana masih dapat kesempatan walau belahan jiwanya akan bersiap-siap membacakan ikrar suami istri di depan penghulu, dalam realita hal itu adalah hal yang mustahil, akankah hal yang mustahil tersebut akan terjadi pada cinta ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun aku terus berjuang dengan jungkir balik untuk mewujudkannya artinya; waktu untuk mewujudkan hal tersebut tinggal hitungan hari lagi. Agar aku dapat menghapus semua air mata yang pernah jatuh dari biru matanya dengan mengganti menjadi senyum terindah seumur hidupnya dan sampai zaman tidak lagi berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan dalam realita juga tidak akan ada seorang dermawan cinta jiwa alam yang melihat kisah ini adalah cerminan kesucian jiwa dan cintaku terhadapnya, namun dalam relung jiwaku ada kenyakinan adanya sebuah keajiban dari seorang sesepuh jiwa cinta alam yang berbudi luhur yang ikut dalam mewujudkan nyatanya kenyakinan jiwaku untuk merangkul cinta dan hidupnya kembali.&lt;br /&gt;Ataukah ini adalah isyarat yang telah di wariskan kepada jiwaku untuk ”mempertebal rasa sabar”. Ini adalah untaian kesucian jiwaku untuk memilikinya walau Tuhan tidak akan pernah memberikan mukjizatnya kepada tulusnya kasih sayang jiwaku. Namun dengan raga dan jiwa ini tetap berjuang dan berusaha untuk mengambil kembali nyawa jiwaku yang sebentar lagi akan pergi selamanya. Bukan raganya akan tetapi aura jiwanya. [ stj ]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-8734963424159808359?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/8734963424159808359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/pendahuluan-medium-jiwa-arti-janji-bumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/8734963424159808359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/8734963424159808359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/pendahuluan-medium-jiwa-arti-janji-bumi.html' title='Pendahuluan - Medium Jiwa &quot;Arti Janji Bumi&quot;'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz9iHk3eaI/AAAAAAAAACA/pUlc8zsP5nM/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-5580164416308881186</id><published>2009-03-27T23:13:00.004+07:00</published><updated>2009-03-27T23:17:55.482+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Sepatah Kata Dari Penulis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRAKATA PENULIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz7vetDsjI/AAAAAAAAAB4/Gupied8xDo4/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz7vetDsjI/AAAAAAAAAB4/Gupied8xDo4/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317902053132186162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Novel ini diangkat atas kisah yang ada terhadap kekarnya pertanyaan tirani belahan jiwa yang terjadi  dari tahun 1997 s/d November 2006 sengaja di gali dari dalamnya untaian kenangan dari seluruh syaraf kepala pada aliran butiran-butiran sel darah merah jiwaku. Pada realita kehidupan, pemuja jiwa cinta yang tersakiti, bila terjadi prahara cinta selalu mengubur dalam-dalam semua kenangan indah, romantis dan tragis pada relung palung hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyatnya gelegar jiwa stj saat mengatakan “semua hubungan indah kita harus sampai disini”, tertunduk dan merengkuh dinginnya air bumi yang dihiasi bening warna pelangi ketidak percayaan air mata atas gelegar jiwa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan jantung bumi berbisik penuh kelembutan dan kedamaian ditelinga, mengapa bathin jiwa teramat memilukkan sendi tulang belulang? Mengapa terjadi tangisan sesaatmu, bhatin yang terus menggerutu bahwa keluhuran dan kesucian kasih sayang terhalang tirani glamornya alunan dan nyanyian materi dunia, mengapa selalu raga dan perasaanku yang dijadikan kambing hitam atas munafiknya nafas stj. Bercerminlah pada cermin dunia, pada realita alam mengapa stj mampu melakukan sesuatu yang sangat tragis. Sudah kewajaran stj selalu mendewakan materi untuk dijadikan pangeran pelindung dunianya, semua itu telah digariskan pada edannya zaman ini, jangan larutkan diri hanya karena saat jiwa sedang sendiri tanpa pesona gemercik senyum dan tawa stj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah sepuas-puasnya di pundak dan pelupuk sandaran jantungku! Aku setia menemani keguncangan hasrat asmaramu, dimana dan kapan pun air matamu berderai. Percayalah hanya aku yang mampu menyuguhkan kedamian jiwa, karena aku tidak pernah berubah walau semua anak manusia melupakan bila saat bahagia. Bukankah cinta dan kasih saying, bukan harus memiliki? Itu semua terjadi padaku! Setiap saat sampai zaman berganti “BUMI”. &lt;br /&gt;Aku hanya bisa memberi keindahan, keromantisan terhadap seluruh pasangan jiwa-jiwa yang kasmaran tetapi tidak pernah berharap memiliki jiwa-jiwa mereka. MAMPUKAH JIWA BELAHAN HATIMU BERADA SEJAJAR DISISIKU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak filsapah bumi yang telah menusuk masuk ke telinga namun begitu tetap saja hati bergejolak, menyudutkan takdir yang terasa tidak fair terhadap ku, juga terus mempertanyakan ketegaan hati stj pada penghianatan ikrar.&lt;div class="fullpost"&gt;Novel ini berusaha membuka arti hidup yang dapat di lihat dari kisah ini adalah: “adanya dua sisi jiwa dari sekuntum teratai jingga yang masing-masing sisi memiliki kekuatan dan kharismatik sendiri terhadap kelangsungan sebuah hubungan”. Dimana dua sisi di lapisi tirani marwah mutiara diri yang tersembunyi manis dan manja, tidak selalu menampakkan keculasan masing-masing sisi, “keinginan kesucian kasih sayang dan keinginan glamornya nafsu alunan nyanyian materi dunia”. Keinginan kesucian kasih sayang selalu mendapat posisi terdepan sebagai umpan coba-coba dalam memberikan jawaban kepada pumuja keindahan jiwa, sehingga keinginan glamor nafsu alunan nyanyian materi tetap berada dalam relung hati yang memiliki ruang tersendiri yang tidak akan pernah muncul bila dipertanyakan pemuja. Seluruh anak manusia, bila dipertanyakan disaat memulai penyatuan hati “sebenarnya apa sih yang stj cari dan menjadi keinginan dalam berhubungan asmara? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu jawabnya adalah kesucian kasih sayang, pengertian, kejujuran, kesetiaan, kesabaran, pengorbanan dan  segala yang berhubungan sifat keindahan dan keromantisan, sudah dipastikan pemuja akan memperlihatkan bahwa apa yang menjadi keinginan stj tersebut ada dan dapat di suguhkan dalam membina sebuah hubungan walau syarat dengan waktu namun itulah kekutan nurani cinta jiwa, pernahkah kita dapati bila mempertanyakan hal tersebut diatas, stj menjawab dengan apa yang menjadi keinginan sebenarnya adalah glamornya alunan nyanyian materi? Tidak akan pernah, mengapa? Ini satu tirani yang memang sengaja di sembunyi kan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa budayanya “senyum ketimuran nurani cinta jiwa kebarat-baratan”&lt;br /&gt;Atas jawaban stj itu dapat dipastikan untuk memulai hubungan melalui yang diinginkan, karena yang dinginkan adalah berupa pembuktian sifat maka dalam mewujudkan harus berada pada sisian waktu, waktu yang dapat memberikan jawabannya bahwa apa yang disuguhkan memang dapat diterima oleh ruang relung kasih sayang jiwa stj. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perhatian, semua kesabaran, semua kearifan, semua kedewasaan, semua pengorbanan materi, nyawa, darah dan air mata menjadi salah satu fenomena yang harus terjadi. &lt;br /&gt;Setelah hubungan berusia bertahun-tahun dan mengakar di jantung cinta, terjadi pengakuan dari ruang relung kasih sayang jiwa stj bahwa yang menjadi keinginannya telah mampu merobek semua sendi-sendi relung jiwa, stj terkapar dan terbuai dengan segala keromantisan keindahaan atas kesucian kasih sayang dari pemuja. Sadarkan pemuja tersebut dalam membina hubungan itu telah berada pada posisi menakluk kan liarnya ke egoisan dan keangkuhan jiwa stj? Setelah merasa telah dapat menaklukkan hati, pasti menginginkan hubungan yang berlanjut ke arah penyatuan jiwa dalam satu ikrar yaitu; pernikahan. Apakah benar, itu salah besar karena semua pemuja tidak menyadari bahwa masih ada satu sisi relung yang lebih tebal  untuk diruntuhkan yaitu glamornya alunan nyanyian materi dunia, keinginan ini akan muncul setelah pembuktian kesucian kasih sayang telah terbukti, sehingga mencari jalan atau alasan agar penyatuan jiwa tidak terjadi kejenjang yang lebih sacral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelegar relung jiwa stj yang tidak mengenal kompromi, terkejut kah atas permintaan keinginan tersebut? Pasti terkejut, adanya refleksi diri terhadap kesia-siaan perjuangan bertahun-tahun dalam membuktikan kesucian kasih sayang terhadapnya kalau hanya dapat di runtuhkan dengan satu kalimat sakti yang hanya membutuhkan waktu lima detik “aku, membutuhkan glamornya alunan nyayian materi dunia dan seluruh perempuan dimuka bumi juga membutuhkannya agar dapat berdiri tegak pada kehidupan sosial di sekitarnya” dan dilanjutkan kalimat suci yang tidak dapat di bantah namun diterima secara paksa yaitu”stj! Tidak berjodoh dengan pemuja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini juga mencoba mengupas tentang fenomena yang memang terjadi di dalam pergaulan, membuka sebuah paradigma karakteristik seorang laki-laki, dimana saat ini begitu banyak argumentasi dan pandangan-pandangan miring bahwa laki-laki selalu menghindar dan lari dari masalah, setelah melakukan hal-hal yang bersinggungan dengan seksualitas. &lt;br /&gt;Baik berdalih atas saling membutuhkan, baik berdalih saling mencari pemuasan nafsu, baik berdalih saling mencintai, tidak ada argumentasi dan pandangan-pandangan yang membuka paradigma karakteristik laki-laki yang memang ingin mempertanggung jawabkan kelalaian dalam membina sebuah hubungan sampai hal tersebut diatas terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah realita yang seharusnya tidak mengkristal di dalam hubungan pergaulan. Sehingga argumentasi dan pandangan-pandangan menjadi titik keseimbangan untuk lebih memahami arti cinta di dalam sebuah pergaulan pada dimensi sosial yang berbeda. Dengan sendirinya terdapat pergeseran arti cinta yang di dukung oleh adanya kultur budaya kian memanas yang mengarah kepada sifat individual seseorang manusia, yaitu; rasa tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga semua tertuang kepada rasa terima kasih kepada Ibu dan adik-adik yang telah setia dan memahami kegoncangan jiwaku dengan memberikan dukungan moril, kalian adalah “anugerah yang pernah jiwaku miliki”. Ucapan yang hangat dan dalam juga aku berikan kepada Mrs. Linda Sari, SS yang begitu banyak memberikan panorama ragam dan corak kehidupan yang jiwaku telah menunjuknya adalah Ibu kedua yang dengan ikhlas memberikan damai naungan relung hatinya untuk menyandarkan jiwa cintaku dalam perjalanan derita panjangku. Terima kasih atas keluhuran jiwamu.&lt;br /&gt;Sujud hormat yang sedalam-dalamnya kepada Bapak Putu Wijaya yang telah membuka cakrawala dalam mewujudkan sebuah karya ke arah yang lebih bermakna, terima kasih Bapak.&lt;br /&gt;Begitu juga seluruh sahabat-sahabat yang telah mendukung jiwaku untuk menghimpun kembali semua kekuatan sinar mentari agar dapat menerangi jiwa-jiwa yang terbuang; mereka adalah eben giringnya kota medan, ewa, Agus, Jajak, Deni, Rina, Naya, yang keseluruhannya akedimisi semester akhir Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, begitu juga Edi Oloan HR akadimisi Semester Akhir Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Afwan Panjaitan Akademisi Semester 6 Universitas Al-Wasliyah, Pejel Sang Pejuang Agri NAD. Juli dan Ida Akademisi Tahap Akhir UMN yang telah banyak memberikan masukan terhadap kegonjangan jiwaku untuk tetap dalam garis perjuangan, terima kasih telah menjadi sahabatku pada saat jiwa ini sedang mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sohibku ippah akademisi Institute Pertanian Bogor yang dengan begitu ringannya, memberikan kalimat-kalimat keramat agar terus nyakin semua derita adalah sebuah rahmat. Terima kasih sohib.&lt;br /&gt;Tentunya tidak lupa kepada gadis yang terimut Icha akademisi Potensi Utama yang telah memeberikan saran bahwa kehidupan sudah memiliki garis-garis tertentu. Thank’s imut.  Yang jelas rasa terima kasih aku terdampar pada seorang gadis yang super coboi dia adalah Ririn yang juga seorang penulis dan Santy Dhea di Manado, yang dia mengatakan kepadaku bahwa aku adalah kekasih hanyalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Club Supporter SMeCK Mania yang telah mau membantu merayakan hari ulang tahun stj dengan begitu meriah untuk kalian memang benar sahabat yang satu darah, jaya terus!&lt;br /&gt;Sujud hormat kepada Mas Ir. Agung Pribadi, M.Sc yang selalu memberikan support agar tetap berjuang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan walau itu hanya melalui sms, Mas terima kasih.&lt;br /&gt;Tidak kalanya juga rasa hormat dan terima kasih saya kepada Bapak Ir. Hardi Prasytio yang saat itu masih menjabat SAM salah satu Kementrian RI yang selalu memberikan wejangan-wejangan terindah untuk selalu memiliki rasa tanggung jawab dalam semua hal”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan anak macho_Bhotel, Tondi Syaputra Lubis, Husni Muttakin, Nanda Ricky, Dodi, dan Ir. Siti Khadijah yang semuanya akademisi Institut Teknologi Medan Jurusan Teknik Pertambangan terima kasih telah dengan ikhlas menampung jiwa dan tubuhku saat tidak memiliki apa-apa dengan memberikan tumpangan tempat tidur, mandi dan makan secara bergantian di rumah. Tiada kata yang paling terindah yang dapat aku ucapkan selain doa semoga panjang umur dan sukses selalu.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kalian semua adalah Kesatria Sejati dalam Naungan Jiwa Persahabatan. Ucapan terima kasih ini sebagai suguhan nurani karena saya belum dapat membalas budi luhur kalian Semua.            I Miss U all Friend’s&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-5580164416308881186?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/5580164416308881186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/sepatah-kata-dari-penulis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5580164416308881186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5580164416308881186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/sepatah-kata-dari-penulis.html' title='Sepatah Kata Dari Penulis'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz7vetDsjI/AAAAAAAAAB4/Gupied8xDo4/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-434971350645775463</id><published>2009-03-27T22:54:00.004+07:00</published><updated>2009-03-27T23:03:30.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kata Pengantar - Pesonan Dua Warna Tahta Jiwa Cinta Kasih Sayang Dan Alunan Birahi Materi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pesona Dua Warna Tahta Jiwa Cinta&lt;br /&gt;Kasih Sayang &amp; Alunan Birahi Materi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Maharuddin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz3u2dfy3I/AAAAAAAAABw/8WQeEwW2kY4/s1600-h/Stj.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz3u2dfy3I/AAAAAAAAABw/8WQeEwW2kY4/s320/Stj.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317897644282989426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tirani yang ada pada sebuah hubungan cinta memiliki begitu banyak pesona warna jiwa yang ada dan berperan superactif dalam pencapaian kemuara kebahagian, keindahan dan keharmonisan kehidupan yang selalu luput dalam bayangan fatamorgana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosopi yang menggambarkan dan mengungkapkan dan mengembangkan kesucian kasih sayang dapat menghancur leburkan sebuah tirani dan melahirkan hubungan asmara cinta. Baik itu tirani yang sengaja di besar-besarkan ataupun tidak, seperti tirani dalam perbedaan sifat dan karekteristik, tirani perbedaan kepercayaan kenyakinan, tirani perbedaan setatus social artinya kesucian kasih sayang dapat menjembatani semua tirani yang ada hingga pada dua insan yang menginginkan penyatuan mahligai kehidupan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedahsyatan filosopi juga mampu mendamai kan dua Negara bertikai, dua alam yang berbeda, dua keyakinan yang berbeda tetapi mengapa kepada dua hati jiwa kekasih mahajiwa dan mahacinta, filosopi tersebut tidak dapat berbuat apa-apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh anak manusia di dunia mengakui bahwa begitu semakin terkikisnya pemuja-pemuja cinta jiwa, karena keyakinannya pada kesucian kasih sayang tidak akan dapat melunturkan, menghancur meleburkan, membumi hanguskan keperkasaan, keangkuhan tirani, blantara ke egoisan dari seorang kekasih yang tertuang pada kisah-kisah romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang anak manusia di zaman ini yang tidak akan mengenal kisah Romeo and Juliet, kisah jiwa Khalil Gibran, kisah Adam dan Hawa, kisah Titanig, kisah Samson dan Laila, kisah Rama dan Shinta seluruhnya mengungkapkan betapa kesucian kasih sayang berada pada level kasta yang paling agung dalam menembus dan menghancurkan sebuah perkasa tembok tirani yang akan di kenang sepanjang masa sampai zaman ini tinggal sebuah hayalan. Apa filosopi tersebut diatas merupakan sejarah yang eksis pada zaman batu? Maka tidak dapat bertengger dengan garang pada zaman burger saat ini?&lt;div class="fullpost"&gt;Dari berbagai filosopi seorang anak manusia mencoba mewujudkan kesucian kasih sayang, apa hal tersebut masih mampu bertengger dengan garang di zaman burger ini dengan mencintai seorang gadis nirwana yang anak manusia tersebut menunjuk dengan mata jiwanya sebagai Sekuntum Teratai Jingga, apakah terwujud? Ternyata tirani jiwa benar – benar tidak dapat ditembus dan dihancurkan hanya berlandaskan dengan kesucian kasih sayang, sebagai cerminan bahwa benar bahwa apa yang telah dikatakan kalimat di atas dalam mewujudkan keindahan hubungan asmara tidak pada zamannya lagi. Atau jiwa Sekuntum Teratai Jingga memiliki kadar keangkuhan yang lebih besar dari jiwa-jiwa kisah perempuan diatas? Mungkinkah novel ini mampu menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak terwujud untuk mendekap mesranya keindahan dan kesyahduan pada belahan jiwa sang pemuja cinta maka dapat dibenarkan bahwa kesucian kasih sayang telah usang dimakan rayap-rayap binal, dan tidak tepat berada pada posisi zaman ini karena tidak mampu menyediakan glamornya nafsu angkara murka juga dahsyatnya alunan nyanyian materi dunia. Sebuah fakta masyarakat mengatakan bahwa “mungkinkah kebahagiaan dan kesenangan hanya di dapat dari kesucian kasih sayang, apakah hal itu dapat mengeyangkan perut dan membiayai keperluan hidup bila terjadi muara cinta ke satu mahligai rumah tangga” tidak untuk saat ini boss..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi glamornya alunan materi berdasarkan fakta juga tidak mampu mempertahankan mahligai rumah tangga yang telah mengikrarkan sumpah sehidup semati, saling setia, saling tetek bengeknya, berjuta-juta kisah romantis dan dramatis seorang anak manusia terhadap sekuntum teratai jingga merasa teraniaya atas kesepian jiwa yang begitu kelat dan berada pada dalam dan curamnya jurang penyesalan dalam mengambil keputusan untuk membina asmara yang bermuara ke mahligai kebahagiaan abadi. Apa kah sebenarnya yang menjadi keinginan sekuntum teratai jingga terhadap belahan jiwanya? Begitu rumit kah belenggu tirani pribadi seorang stjku!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan landasan kesucian kasih sayang hidup akan lebih bermakna romantis dan menghadirkan selaksa keindahan dan kedamaian yang dapat menghancurkan segala apa yang menjadi penghalang untuk di ubah menjadi kemilaunya mutiara sehingga sempurnalah hubungan seorang stj_ begitu banyak pasangan kekasih yang dalam mencintai berlandaskan glamornya alunan nyanyian materi dunia merasa nyakin dapat menyuguhkan kesucian kasih sayang namun begitu banyak pula fakta yang terungkap bahwa akhirnya stj mengharapkan dan mendambakan kehadiran pemuja jiwa yang dapat memberikan kesucian kasih sayang untuk dapat mengangkat jiwanya dari kelamnya kebahagian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah zaman ini kembali kepada kesucian kasih sayang yang selalu di dewakan dari masa ke masa dalam membina hubungan asmara, yang selalu menghiasi seluruh stj dengan untaian sehelai sutra ungu bertahtakan kasih sayang bermahkotakan rembulan mutiara? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan novel ini mampu membuka sejenak dimensi alam pikiran kita akan fatamorgana sebuah tirani jiwa, kesetiap pasangan kekasih dalam mengarungi cakrawala bumi. &lt;br /&gt;Sebelum membaca satukan rasa dalam jiwa, Selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, 03 Oktober 2006&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-434971350645775463?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/434971350645775463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/kata-pengantar-pesonan-dua-warna-tahta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/434971350645775463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/434971350645775463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/kata-pengantar-pesonan-dua-warna-tahta.html' title='Kata Pengantar - Pesonan Dua Warna Tahta Jiwa Cinta Kasih Sayang Dan Alunan Birahi Materi'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scz3u2dfy3I/AAAAAAAAABw/8WQeEwW2kY4/s72-c/Stj.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-4894456543207427561</id><published>2009-03-26T04:34:00.002+07:00</published><updated>2009-03-26T04:36:24.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Revolusi Cinta - V</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scqjn0iUHxI/AAAAAAAAABo/NJW7O72Ymio/s1600-h/Revolusi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scqjn0iUHxI/AAAAAAAAABo/NJW7O72Ymio/s320/Revolusi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317242214577086226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan, 20.42, 6 agustus 2007_ Waktu demi waktu berjalan dan melawan kerinduan….Kapan kah kita dapat bersatu? Dimanakah tempat aku bermanja, dimanakah tempat aku mengadu….&lt;br /&gt;Ririn, 00.29, 24 Novermber 2007- Awan hitam di langit biru, aku lihat wajahmu tidak seindah seperti biasanya………Ingin aku hapus semua duka dan laramu namun sedetikpun kau izinkan aku mendekap padamu…….&lt;br /&gt;Sahabat – sahabat yang terlupakan&lt;br /&gt;Terbuai angin dunia, perlahan menjauhi garis takdirnya, garis akan mimpi ayah bundanya, dipuji dan dipuja, merasa hidup adalah amat indah. &lt;br /&gt;Sungguh, ia sadar akan lakunya, tapi itu terlalu nikmat untuk diacuhkan. Ia tahu nikmatnya sementara, tapi esok masih pun ada, biarlah esok saja.  Aku masih tersenyum untuknya. Biar saja ia nikmati hari - harinya, walau esok senja pasti kan menjelang. Aku tahu aku bisa sepertinya, dan kadang aku ingin layaknya dia, tapi jalan ini terlalu pendek, terlalu sedikit, sedang jalan di seberang sana terlalu lah abadi untuk kembali. &lt;br /&gt;Terima kasih Rahiim, terima kasih Karena aku masih berada di garis takdirku, terhenyak dalam dinginnya malam kota Darmstadt, Angin?&lt;br /&gt;Seperti mimpi, ia datang, menghampiri, dalam lelap panjang sebuah pagi, memohon untuk segenggam maaf atas luka yang dulu belum terobati. Namun memang hanya sebuah angin, yang selalu ada dengan langit biru, langit yang membentang indah. Pedih dan rindu mengalir bersama darah, dan hanya angin yang dapat mengerti. &lt;br /&gt;Hati….Hati lalu berpadu, dan membawa pergi mimpi bersama keyakinan akan satu selamanya. Untuk sebuah pertolongan yang didambakan. Langit tak lagi sanggup berdiri, namun angin tetap bertiup membawanya. Hingga dunia mencaci, menatap hina tanpa malu. Angin tetap diam, dan terus diam bersama langit. Tanpa satu kata, kami akan tetap bersama.&lt;br /&gt;Biarkan aku tetap menjadi angin. Dalam sapa seorang sahabat… Sepertiga revolusi keempat Kautsar membuka mata terlihat onggokan sampah-sampah topeng Kautsar hanya diam&lt;br /&gt;Jejak-jejak kemunafikan dan kesia-siaan dengan naif dan angkuhnya malah tertawa Kautsar masih diam, dan akan terus diam&lt;br /&gt;Kelebat meremehkan serta sok tahu melambai-lambai meminta perhatian Kautsar ingin kembali, kembali tanpa topeng, kembali tanpa jejak, kembali tanpa kelebat,&lt;br /&gt;tapi, jalan kembali itu telah pergi……Kautsar lupa janji-janjinya, Kautsar lupa kalau dia buta, karena Kautsar lah, Kautsar tetap menjadi Kautsar&lt;br /&gt;Kautsar melangkah, mencoba menjadi manfaat sambil tetap diam dan akan terus diam, tidak banyak omong lagi, Penuhi janji, Janji Kautsar…&lt;br /&gt;Dalam keheningan, berbisik kecil, sebuah obrolan malam bersama Kautsar…Perang belum usai Bung! Maju terus, Jangan pernah takut jatuh, Kalau kamu bisa bangun lagi. (Aya Ikeuchi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, engkau bilang, anak adalah karunia terbaik dari Tuhan. Tapi, kurasa tidaklah demikian, karena engkaulah karunia terbaik itu bagiku, sepanjang masa, dunia akhirat…Pembimbing dalam aku belajar menapaki dunia ini, penopang tuk menjadi manusia seutuhnya.&lt;br /&gt;Engkau ajari aku menjadi manusia jujur, engkau didik aku dengan tauladanm, Biar bumi ini kubeli, tak terbayar pun setetes keringatmu, biar segalanya kuraih, pun belum cukup tuk menganti pengorbananm untuk ayah tercinta.(Aya Ikeuchi)&lt;br /&gt;February 8, 2006 4:04 am “Biar tubuhku keras meronta, kesakitan yang tak tertahan, mengeluh kuat ingin berteriak, tuk sudahi semua ini. Tetap, terus tetap berusaha penuhi janji lama, sebuah janji, Tiga Revolusi&lt;div class="fullpost"&gt;January 12, 2006 10:32 pm “Ka.! mengapa engkau terdiam? menyembunyikan diri sendiri tanpa peduli arti yang hakiki. Ka.! mengapa engkau terdiam?  bukan kembali jelaskan apa yang terjadi malah pergi tiada kabar lagi.&lt;br /&gt;Ka.!mengapa engkau terdiam? jika semua itu salah hadapi dengan kejujuran. Ka.!mengapa engkau terdiam? menyelinap diam - diam hanya kepada beberapa orang saja&lt;br /&gt;Mengapa harus ada rahasia sehingga dunia seperti tak peduli dimanakah arti persahabatan itu jika ada rahasia diantara kita?&lt;br /&gt;ada kalanya rahasia itu baik, tapi bukanlah suatu kebaikan jika mereka tahu bahwa ada rahasia, bahwa mereka tersingkir oleh rahasia rahasia itu memang bukan manusia, tapi mereka juga manusia yang tidak mau ada rahasia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 21, 2005 4:43 pm “ Hidup bukanlah cinta yang tertulis indah dan mesra dalam sebuah novel..Hidup juga bukanlah derita yang menjadi episode – episode menyedihkan. Hidup pun bukanlah sebuah peperangan yang setiapnya berjuang dan bertahan kalau perlu merampas dan menginjak hak - hak kebebasan, meletakkan kepentingannya diatas segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah cinta, derita, sekaligus medan perjuangan yang setiap ruasnya dilalui dengan sebuah kebersihan hati, sebuah keikhlasan, dan sebuah hikmah.Hingga kita mengetahui, hakikat sebuah hidup.&lt;br /&gt;Sudahkan aku tahu mengapa aku diciptakan?Zely Ariane, Koordinator Solidaritas Rakyat Indonesia untuk Alternatif Amerika Latin (SERIAL)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-4894456543207427561?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/4894456543207427561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-v.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4894456543207427561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/4894456543207427561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-v.html' title='Revolusi Cinta - V'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scqjn0iUHxI/AAAAAAAAABo/NJW7O72Ymio/s72-c/Revolusi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-2706359415309650949</id><published>2009-03-26T04:20:00.003+07:00</published><updated>2009-03-26T04:33:07.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Revolusi Cinta - IV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scqh4u3PJMI/AAAAAAAAABg/ASLN8-jlK_A/s1600-h/Revolusi.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scqh4u3PJMI/AAAAAAAAABg/ASLN8-jlK_A/s320/Revolusi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317240306088748226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan kabut menutupi semua sisi-sisi gemerlapnya tatapan kerinduan  mahabirunya kelopak teratai jingga pesona semua jiwa….Serasa ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan kenyamanan dalam bernostalgia palung geli gelitiknya cahaya sangar kumis mentari…&lt;br /&gt;Angsa putih mencoba mengusik kebisuan hati nurani jiwa teratai….Perlahan penuh manja mengitari keelokan paras kelembutan kelopak birahinya…..Saling diam tiada terucap, saling tebar pesona, saling tanpa dinikmati, saling curiga tanpa dipungkiri menghiasi penebar maut rayuan menyentuh sepintas ujung lidah sang perih melontarkan jerih angsa putih di jantung jiwa…&lt;br /&gt;Lembayung sutra bergariskan kata acak…amukan rasa menekan liar roda luka nanah jiwa…… jau merona basah dan beku bisikan butiran embun pelangi….tersayat sentuhan lenyapkan cinta sejati, kelopak warna mata bersanding peri…kosongkan makna geliat bibir nan sexi, membelai penuh tikaman pasti ragu fatamorgana lara yang di benci….&lt;br /&gt;Dukungan dari para sahabat yang juga berberntuk kata-kata indah:&lt;br /&gt;Rina pukul 22:40 tertaggal 02 juli 2007 “tak seorang dimuka yang lebih sengsara daripada orang yang dilanda cinta, meski mendapati cinta itu manis resanya, bila kekasih jauh ia menangis karena rindu, bila dekat menangis karena takut berpisah.&lt;br /&gt;Afwan 22:44 tertanggal 02 juli 2007 “bila ketelusun hati tak lagi menjadi sebuah kepercayaan, bila kepercayaan tlah diabdikan, cinta sejati tidak lagi dihiraukan meski tanpa paksaan rasa cinta yang tak terbendung dapat menghancurkan rasa cinta itu sendiri, tetapi cinta yang tulus akan tetap abadi meski tak terbalas sekalipun, memang cinta tak harus memiliki, tetapi hati tidak dapat memungkiri betapa perih hati dan jiwa. Bila cintapun bertepuk sebelah tangan, tetapi aku nyakin hanya waktu yang dapat menjawab semua pertanyaan. Maaf aku bukan Khalil Gibran hanya kalimat yang tidak mempunyai makna di sugguhkan untuk revolusi cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rina 23:13 02 juli 2006 “Mentari cerah tamparin bumi, hati yang marah mengapa ingin bernyanyi...kalau kita saling menghargai kitapun saling menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati adalah istana maka cinta adalah singgasana, ketulusan adalah mahkota dan kebahagiaan adalah puncaknya…bila ada senoktah kejujuran dating dari lubuk hati paling dalam maka sejatilah sebuah cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C’ribo 09:11 03 juli 07 “Bro... tiada kehidupan yang indah bila tidak ada cinta! Tapi cinta yang mana? Cinta keluarga, cinta persahabatan atau cinta-cinta karet? Yang lebih paranya cinta kelapa awak cinta dia ga apa-apa.” Gue dukung revolusi cinta bro..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Icha 17: 08 03 juli 2007 “Malam tak akan berarti tanpa sinar bintang yang setiap malam menemaniku…kau begitu berarti buatku, langkahmu sejalan dengan detak jantungku…kau selalu ada dihatiku yang paling dalam kasihku…LOVE U!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mala 21: 23, 09 Agusutus 2207_Saat dirimu membuka mata….Sadarilah bahwa ada aku yang menantimu….Saat dirimu beranjak pergi ingatlah ada aku yang merindukanmu. Saat dirimu melangkahkan kaki ingatlah doa dariku…Saat terdengar kicauan burung itulah salam dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat bintang bersinar menerangi malam, tetapi mala mini ku melihat bintang tidak hanya menerangi malam…bahkan bulanpun redup karena bintang yang begitu perkasa akan terangnya, sinarnya menerangi bulan dan sepinya malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya sebatang lara kenari yang biasa menerima dan mendapatkan segala sesuatu walau sebutir sari madu kehidupan yang di suguhkan oleh akrabnya cinta, akan membias terpancarnya kecerahan, kemerahan raut lembutnya wajah. Dapat berdiri lantang, tegar begitu perkasa menjulang menembus tebal dan berbisiknya embun-embun malam, tiada meragu bernyanyi sepanjang waktu menghiasi kesempurnaan hadirnya roda perputaran cakrawala pada sisi-sisi genit dan ganasnya mentari lembutnya senyum rembulan menerobos langsung kelopak teratai jingga nirwana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alunan suara parau dan berat tertutup selimut tarian kanan kirinya pesona cemburu angin yang sekali-kali sengaja dating untuk menyapa dan merayu, goyangan erotis pucuk lara kenari mengisyaratkan betapa dahsyatnya gejolak darah yang ditimbulkan langsung oleh benturan-benturan riangnya nafas angin. Diterima dengan menyuguhkan keangkuhan kuatnya cekraman akar egois kehidupan lara kenari untuk dapat hanyut dan tenggelam dalam kotornya buaian asmara….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa saat lara kenari mampu menghilangkan segala problema glamornya dunia dan menyatu pada gulungan tarian bersama Ayunya usikan buluh-buluh kerinduan, tanpa berpikir bahwa suatu saat angina akan mempersembahkan kembali kedahsyatan aroma buluh-buluh kerinduannya selara rayuan mistik fatamorgana jiwa cinta!&lt;br /&gt;Bisikan ranting lara kenari menyeruak kesana kemari tanpa arah bagai jiwa kesurupan untuk tetap bertahan agar tidak jatuh lebih dulu kepelukan tarian maut penari latar, suara angin mulai tipis dan meredah berjalan sedikit menjauh untuk dapat memperhatikan apakah ada yang terkapar akibat mistik alunan rindu kemunafikan “ ternyata begitu banyak ranting dan daun yang terhempas dab hanyut dalam dekapan kelembutan buluh-buluh aromatic jiwa hingga lupa marwah diri lara kenari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setapak, setapak, setapak demi setapak harapan yang tiada terungkap, tiada terwujud tiada bermakna menggelanyut alam sadar serasa membimbing semangat untuk lari dari sebuah kenyakinan dan metamorfosanya kehidupan. Zaman ini, zaman lalu dan zaman yang datang telah menghadang seluruh barisan-barisan jiwa mati dalam meraih keinginan untuk bersamamu.  &lt;br /&gt;Seperkasanya mata elang memandang sepuh langit biru….seperkasa itu pula cakar dan kukuh mencengram lembut kerasnya nuansa kegetiran kehilangan….Mata memandang kaki mencengram tiada salin cemburu, tiada saling dengki, tiada saling meninggalkan tetapi saling berbagi keindahan.&lt;br /&gt;Bila mata tajam elang mulai berkedip, maka kaki segera membuka diri……Sebagai isyarat akan segera mengarungi rimbunnya awan-awan hitam, untuk mengumandangkan bahwa  jiwaku tertinggal di dalam darah dan jantungmu……&lt;br /&gt;Sesepuh nirwana biru memang tidak sebanding dengan luas dan angkuhnya aromatic farpum egomu…namun mampu ditembus oleh tajamnya mata jiwa elang dalam kesendirian, membuktikan bahwa tajam dan pastinya rindu membuat mata jiwa elang tidak pernah terpejam dan keliru dalam menatap dimana getar tubuh sexymu berpijak, sembari menari menanti kidung pemuja datang jauh dari alam jiwa kematian.&lt;br /&gt;Mala ; akademisi univa sumatera utara, karyawan _ Mengenalmu satu keinginan, mencintaimu satu kebahagian, hidup bersamamu satu impian, melupakanmu tidak mungkin aku lakukan…Dua insan satu persaan, dua kai satu tujuan, dua mata satu pandangan, dua tangan satu pelukan, dua jantung satu debaran, dua darah satu aliran, dua bibir satu ciuman, dua hati insan bersatu dalam jiwa cinta.&lt;br /&gt;Semua mata burung dapat melakukan hal yang sama dalam memandang tak jemu perih cintamu bumi, semua burung dapat bernyanyi dengan suara merdu untuk merayu jiwa cinta mu…. Namun mereka tidak akan mampu bertahan untuk terus memandangmu karena mata jiwa cintamu ada dalam bayangan mata jiwa cintaku yang tersembnyi pada ruang-ruang kamar kemilaunya rindu hujan nirwana.&lt;br /&gt;Cakrawala taman bunga begitu merintih mencari dalam jiwa diriku yang sepi….Melukis ke dahagaan seluruh ruas nafas dalam menanti berhentinya lamunan jiwaku dan jiwmu nan sejati….Walau mereka terkadang hilang hayal dan imajinsi akan kehadiran wajah jiwa yang di nanti…Hingga membuat semua harapan dan merelakan kuntum daun jatuh terkulai lemas atas sentuhan ujung bibirmu…sebagai protes  kehangatan yang telah terkelupas oleh sehelai kuntum menawan pujaan air mata…Hingga tidak akan pernah pergi dan kembali….&lt;br /&gt;Terkapar oleh genitnya jilatan api, memang akan perih dan geli….bernanah dan bau akibat goresan kibasan kepergian hatimu, luka goresan genitnya lidah api tidak akan membuat luka dan lara di sisi jantung cinta…Walau semua itu akan menjadi bekas tanda yang tidak bermakna. Semua itu tidak lebih berbahaya akibat terjangan api yang keluar dari seluruh pori-pori keelokan parasmu yang berhias pada satu cinta…. Begitu api yang sengaja menerpa jantungku sangat feminim tetapi menghanguskan akar-akar jiwa cinta kehidupanku dan melumatkan bangunan reotnya bangunan hatiku yang miskin papa…dan Mengeringkan butiran darah dalam urat-urat kecilku sehingga perlahan menjalar dan menenggelamkan bayanganmu dalam kotornya debu yang tidak berwarna dan bermakna.&lt;br /&gt;Aku mampu menghitung hari samapai zaman ini beganti, aku mampu menghitung butiran bintang di langit biru…Aku mampu menghitung tetesan air hujan,  aku mampu menghitung kemilaunya pasir di seluruh tepian pantai, aku mampu tidak bernafas dalam dinginnya air samudera…aku mampu menghadang jutaan banteng jantan di padang ilalang….aku mampu berjalan mengitari kerasnya bumi….”Namun aku tidak bertahan hidup bila jauh dari rindumu” &lt;br /&gt;Sehelai rambut hitamu kini tidak pernah lagi aku belai, tidak pernah lagi aku kecup, tidak pernah lagi aku dapat melindungi dari siriknya debu jalanan, tidak pernah lagi aku lihat dengan senyum indah, mungkin sehelai rambutmu tidak akan berarti di mata dan kehidupanmu…”namun bagiku sangat begitu berarti dalam menjawab dan mencium kerinduan akan hadirmu di sisi jiwaku. &lt;br /&gt;Sebutir tetes air keringatmu jatuh tanpa makna dalam nuansa romantik senja…bagimu setetes keringat tidak akan berarti dalam segala hal, namun nuansa sebutir tetesan keringatmu sangat berarti bagi gelora aromatik jiwa dan cintaku, karena tetesan sebutir keringat tubuhmu sangat berarti di relung penciumannku karena tetesan keringat indahnya tubuhmu dapat mendamaikan seluruh imajinasiku dalam pencarian hati dalam kerinduan terhadap cinta dan bayangangan naluri asmaramu.&lt;br /&gt;Terkadang penyuguhan kata-kata terindah menjadi benteng dunia hanyal yang sangat mampu meneberkan pesona akan tetapi terkdang tidak mampu membawa jiwa ke tepian.  Bila seorang insan telah menemukan sesuatu yang membuatnya lebih terasa hidup di dunia ini maka dengan tidak ragu-ragu akan menamparkan kata-kata yang begitu ngiris. Telah aku cari ribuan kuntum dari barat sampai timur tidak aku jumpai kelekokan paras secantik dirimu, aku telah mencari semua nafas sampai barat dan timur namun tidak aku temukan ruas nafas seindah milikmu, sudah aku cari waktu dari selatan dan tenggara untuk melupakanmu akan tetapi sedetikpun tidak aku temukan satu detik kesempatan yang dapat menghilangkan untuk terus mengingat suaramu.&lt;br /&gt;Aku telah mencari semua lembaran kalimat-kalimat cinta hitam dan putih di arah barat daya dan timur tenggara namun yang aku temukan catatan memory terindah terbias dari ranumnya kata-kata lembaran senyumu. Sehingga akupun mengakui bahwa dirimu adalah harga mati buat cinta dan kehidupanku. Sungguh berartikan segala sesuatu yang ada padamu terhadapa keberadaanku? Aku mengatakan dengan segenap kesadaran jiwa tanpa sebuah paksaan dari siapapun bahkan pembuat jiwa “sangat berarti tanpa noda”.&lt;br /&gt;Walaupun dalam memaknai semua lembaran-lembaran hitam dan putih syahdu kalimat-kalimat yang telah tersuguhkan telah mengalirkan ragu dari kedua lubang hidungku, mulut dan kedua telinga jasad ini, yang mana darah yang keluar telah bercampur nanah yang sangat busuk dan kental, inilah jasadku yang telah terdampar akibat hilangnya dirimu dari sisiku. Bila kamu meliahat dari mata sisian jiwa maka kamu akan melihat tubuhku akan berubah karena telah di ditumbuhi oleh kesedihan, kesusasahn, dan cobaan yang seluruh ruangnya telah di penuhi ulat-ulat dan belatung asmara yang sangat fatamorgana. Dan bila kamu menyentuh daging-dagingku dengan lentiknya jemari-jemari indahmu maka kamu akan menemukan daging-dagingku yang hancur termakan segala depresi jiwa tentangmu. Begitu juga seluruh ruas kulitku menjadi tersobek-sobek kasar lebih dari sobekan cakar-cakar malaikat maut namun tidak dirsakan oleh air mata sampai jasad dan sekarat nafas lapukku mengatakan “ wahai Jinggaku, tidakkah kau ingat masa-masa indah kala kita bersama? Dimana tubuhmu, dimana jari-jari lentikmu, dimana senyummu, dimana tanganmu, dimana wajahmu, dimana rambutmu, dimana bibirmu, dimana keningmu, dimana kaki eksotismu, dimana ragamu, dimana jiwamu, dimana cintamu yang telah sama-sama rela menangis dan tertawa dalam satu nuansa yang tidak dapat sirna sampai es kutup utara mencair, sampai mentari ingkar janji, sampai ribuan samudera kering kerontang, sampai jutaan gunung rata dengan rerumputan”.&lt;br /&gt;Tiupan suara yang keluar dari ruas tenggorakan yang begitu putih kedahsyatannya mampu sejajar dengan tiupan sangkakala yang datang dari empat sayap penjuru pintu langit. Maka suara yang keluar telah mampu menggoncang penghuni tabir tulang-tulang rangkaku sehingga bila aku berjalan maka akan bergetar dan bergerak perahu nakal kenangan yang telah membatu. Bukan saja bibirku yang pecah-pecah akan tetapi langit-langit mulutkupun ikut pecah berserakan tanpa memandang apa dan dimana aku berada. Beitu terasa gumanan hati dengan kata yang begitu ngiris “aku benar-benar menginginkan setengah tubuhku, setengah nafasku bersatu dengan setengah ragamu dan berbaur dengan setengah geliat nafasmu agar aku dapat menghentikan kiamat duka asmaraku”.&lt;br /&gt;Gunung cinta jiwa yang terbentuk dari kesederhanaan di dalam kegelisaan jantung duka semakin bermunajad izinkan aku untuk sesaat meratapi diriku atas kepergianmu dimana semua terpotret dalam satu bingkai manja kekuatan ragumu, begitu juga dengan lautan cinta jiwaku mengatakan munajad yang tidak mau mengerti akan semua ombak-obak kemunafikan, dimana kekauatan lautan kasih sayangku yang telah terbenam dan membanjiri seluruh ruang di hidupmu, mengapa dengan satu kibasan sayap burung gagak neraka mampu meleyapkan semuanya.&lt;br /&gt;Kerajaan cinta yang memang aku bangun dengan ketulusan, kedewasaan, dengan darah cinta kita terasa kosing dan kelam, gelap dan berduri tanpa hadirnya sorang purti malaikat yang bersembuyi dalam ragamu, semua dinding yang terbuat dari senyum nirwana menjadi keropos di telan perlahan oleh kesunyian, atap-atap dan pintu langit kerajaan cinta yang aku bangun berjatuhan, bergelimpangan, terlempar karena jeritan desah hela nafasmu yang berat dan parau karena termakan oleh bayangan desah nafasmu yang aduhai.&lt;br /&gt;Semua perabotan istana kerajaan cinta ini berubah menjadi usang dan berkarat yang tidak mampu lagi menopang seluruh arti dan kesetiaan yang tercipta hanya sebatas rambut yang di belah tujuh, sehingga piring makanan jiwa, gelas minuman kehangatan berubah menjadi piring dan gelas- gelas alam kubur. &lt;br /&gt;Keteguhan akan sebuah ikrar dan janji terhadap cinta dan asmarammu untuk selalu memberikan yang terbaik, memberikan segala pengorbanan raga dan perasaan membuat aku sangat takut untuk menghianati walaupun kini kamu telah pertgi dari sisiku, aku sangat memahami sebuah dosa akan sebuah penghinatan ikrar suci atas nama alam bila aku pungkiri, sesungguhnya aku sanggup menerima hukuman untuk di seret ke dalam api yang berkobar dan yang tidak pernah padam bila menghinati ikrar cinta ini akan tetapi aku tidak mampu menghapusir semua ikrar tersebut. Karena terlalu indah untuk di hianati.&lt;br /&gt;Perusakan janji sudah pasti akan membuat semua otot-otot dagingku, semua rambut-rambutku, semua urat-urat nadiku, semua kulit-kulitku, semua cahaya mataku akan lebih menjadi sebuah lubang sampah yang isinya lebih kotor dari kotoran manusia dan lebih busuk dari kotoran mansia tak berwujud. Yang lubang sampah tersebut terus meminta dari beberapa karakter dari semua pasangan kekasih “ke egoisan, keangkuhan, kemunafikan, dan semua yang bersifat perusak cinta kasih jiwa.&lt;br /&gt;Mungkin kata-kata ini terlalu tinggi bagi siapa saja yang mendengarnya, namun bagiku kata-kata ini pantas untuk kamu miliki, mungkin bagi orang lain kata-kata ini terlalu mengada-ada dan di besar-besarkan untuk dirimu, akan tetapi bagiku sekali lagi memang pantas kata-kata ini bersanding manis di sisimu. Bahwa keindahan dan kebaikan hatimu yang telah memberikan aku kesempatan untuk mencintamu adalah sebuah ruang yang begitu suci, perasaan kamu bersanding dengan keindahan mutiara putuh, ragamu bersanding dengan yaqut merah, nafasmu rindumu bersanding dengan Zambrut yang hijau, jemarimu untuk menarikku dari kehinaan mata orang lain bersanding dengan Marjan merah dan kuning, senyummu yang menenangkan keangkara murkaanku bersanding dengan perak putih, kesabaran dirimu menerima semua olok-olokan manusia binal untuk terus menerima aku di sisian cintamu bersanding dengan emas merah, ketabahan dirimu untuk membimbingku dan menrima saran-saranku sebanding dengan intan putih, ketulusan jiwamu untuk membuka mata atas ketidakberdayaan hidupku sebanding dengan zambrut katulistiwa yang semuanya memiliki pintu dan jendela yang terbuat dari helai-helai air-air surgawi.&lt;br /&gt;Namun semua itu kini membuatku mencari-cari dalam selaksa gelam rimba yang tiada ujung dan muara, akan tetapi semua itu tidak akan pernah membuatku menjadi lemah dan lunak, karena banyangan tubuhku telah berubah menjadi bayangan tubuhmu yang selalu ada walau tidak tertempa cahaya mentari. Sehingga semua bayangan itu tidak akan pernah pergi meninggalkanku sedetikpun. Walau aku tidak akan mampu menyentuh bayanganmu tetapi hati relung jiwaku sangat dapat memeluk lakak-lekuk bayangan tubuhmya yang berdiri tepat di belakangku yang semakin diam semakin seksi.&lt;br /&gt;Kekuatan keteguhan atas keleburan raga dan naluri darahku telah membentuk dimensi kematian yang begitu banyak menelan butiran tanah hitam dan pahit, tanpa bisa menghalau sedikitpun dari bibir dan mulutku yang tengadah ke atas untuk sekedar memastikan bahwa pintu-pintu langit terbuka dan memberikan ribuan rintik hujan sebagai alat untuk pelepas dahsyatnya dahaga cinta dalam menghempaskan seluruh selir egoisme pribadi dalam mengahapus nanah biru yang terus melubangi pori-pori cakrawala impain hidup renta abadi.&lt;br /&gt;Bangun dan berdiri untuk melakukan renovasi jiwa hati, memblokir semua dera keegoisan, meluruskan tulisan-tuliasan bermakan ganda, memutihkan suara dan deru nafas ketulusan terhadap semua mata cinta membuat tangan, jari-jari, kakai dan seluru anggota tubuh mengacungkan diri dengan gagah yang rapuh untuk terus merangkai satu ikatan makna kata, walaupun terhimpit oleh segulung awan mendung, terhela oleh getaran halilintar terus berusaha untuk dapat merekatkan sebuah kata yang suci, kata ini adalah “revolusi cinta” yang harus dapat merubah secara cepat akan perubahan cinta jiwa mata hati kearah yang putih dan jernih dalam nuanasa kepedulian akan runtuhan semua air mata sanga bidadari. Siapapun bidadari itu, bagaimanapun setatus bidadari itu, terbuat dari apapun tubuh bidadari itu, setinggi apapun perbedaan bidadari itu kata ini akan selalu ada buat penghapus derai air mata yang lahir dari kesenduhan, sehingga alis yang lentik tidak lagi akan pernah basah dan di aliri oleh jahanamnya kesediahan yang terbangun dari luka-luka kecil dan besar karena keangkuhan pongawa-ponggawa yang memiliki karakter senyum rahwana.  &lt;br /&gt;Sesaat senyum rahwana berganti dengan ketakutan menemukan bias cinta yang begitu halus dan lembut dari seoarang pengelana jiwa dengan menyuguhkan butiran hati yang telah menyatu pada kumpulan buih-buih embun yang di saring oleh ribuan kain putih sutra.&lt;br /&gt;Semua itu terjadi pada keadaan dimana mentari sedang mengeluarkan sinar keemasan di ufuk timur yang kita selalu menerima keadaan atas keberadaannya tanpa ingin merubah apa yang kita lihat dan pandang, walau suatu saat sinar mentari akan tertutup oleh awan, bila kita menerima keadaan mentari yang tertutup awan dengan segenap rasa maka sinar yang kita harapkan hadir akan terasa ada dan tidak akan pernah hilang. Hal inilah cerminan yang mana kita dalam menjalankan cinta tidak perlu merubah keadaan belahan jiwa hanya karena ingin melihat apa yang diinginka sebuah egoisme pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-2706359415309650949?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/2706359415309650949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-iv.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/2706359415309650949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/2706359415309650949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-iv.html' title='Revolusi Cinta - IV'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Scqh4u3PJMI/AAAAAAAAABg/ASLN8-jlK_A/s72-c/Revolusi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-2237292452982496162</id><published>2009-03-25T20:10:00.003+07:00</published><updated>2009-03-25T20:14:36.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Revolusi Cinta - III</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/ScotvJD1InI/AAAAAAAAABQ/AjyPVwS0xHY/s1600-h/Revolusi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/ScotvJD1InI/AAAAAAAAABQ/AjyPVwS0xHY/s320/Revolusi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317112597973377650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Karang melontar kharismatik bahtera tetap tegar terbisu prahara menanti sang belahan jiwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kelopak kuntum secara perlahan terbuka…Satu kelopak, satu kelopak, satu kelopak dan satu kelopak terbuka senyum…mincul kelopak ke dua, satu persatu kelopak kedua terbuka ceria..terlihat kembali kelopak ke tiga bahgia…Satu Persatu kelopak ketiga juga terbuka kembali tawa…di iringi senyum duka, lara, air mata, dan merahnya darah yang berasimilasi dengan waktu ternyata masih ada kelopak keempat yang lebih lembut, lebih sendu dan lebih syahdu…lebih indah secara perlahan dengan penuh makna dan charisma membelai putihnya nurani menyentuh kelopak ke lima….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Terpukau, terpanah jantung tergetar keras takjub akan kemilaunya duniamu..semaikin menyirap asrat jiwa..dengan segala pengorbanan, jatuh bangun berusaha membuka kelopak terakhir…kelopak terakhir terbuka begitu manja…Harum mewangi menyentuh bergelayut alam bawah sadar perasaanku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Begitu lamanya bersandar mesra pada putik sari..terasa baru saja bersandar nakal lupa akan kegelisahan an kehampaan terlena akan indahnya semerbak…namun kekhilafan, kealpaan sehingga tidak sadar bahwa satu persatu kelopak manis kuntum menutum merapan erat ke putik sari…dimana jiwa masih tersentum menikmati pesona indahnya warna cinta dalam anggunya putik sari…hingga tidak mengetahui ternyata semua kelopak telah tertutup kembali….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sedang seluruh urat nadi dan darah masih terjebak di dalamnya…hingga merasakan, menikmati aroma wangi yang tidak akan terlepas sampai ke kelopak terbuka kembali saat fajar terbenam pada timbunan tingginya kerinduan…Jiwa, hati…perasaan, kasih saying..darah dan air mata terperangkap di dalam “ Sekuntum Teratai Putih Nirwana”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;Jernih air tempat diri…tumbuh dan mekar…sekeliling belukar melirik dengan senyuman centil mendekati dan merangkul charisma yang terpancar…merayap perlahan bersama sepi membawa pesona diri…Mencoba menggoda dalam menggapai megahnya puncak warna hati….menanti sampai satu persatu kelopak cintamu terbuka, melontarkan senyum sejuta makna kalau dirimu ingin diraih dan di miliki…Gapai nurani menghibaskan harapan dalam sisi gelap…Meniti jenuh pribadi cerminan ketidakberdayaan untuk putik sari indahmu…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Arah angina menebarkan pesona dalam jalan dan tarian anggunmu…keseluruh nuansa hati yang penuh gelora merintih sebuah mimpi….Mimpi dalam angan menanti kelopak terindah walau sesaat akan segera menutup mata…Pasrah dalam belaian terjerumus pada kelamnya “ Sekuntum Teratai Putih”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sinar lamunan syahdu dan tajamnya cahaya matamu… Mengusir gelombang aliran sungai surgawi…mengitari kungang-kunang alam hayal…Tersimpuh rapuh penjaga risau kalbu…Melayang, bergoyang pelan menggapai rindu yang mulai meragu….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Angkara murka bukan emosional hati…Kebencian gumpalan kharismatik tangguhnya cinta…Ketegaran budaya asmara cerminan kusam derita…Kegigihan celah dari ketidakberdayaan menguasai ganasnya jiwa….Karena memandang hubungan mata hati cinta dalam ruang dan nuansa dusta…impian tiupan damainya angin surga melahirkan dan merelakan memandang sebelah mata akan ikrar bersama…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Sesaat mentari tersenyum penuh tanya…Serasa berkata penuh makna…Awan angkuh membayang penuh nafsu, memudarkan indahnya pesona cakrawala…Tersimpan kata tak bernyawa…menhadap lesu jiwa berharap datangnya belahan jiwa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Deru ombak menghampar syahdu lembutrnya Asmara…Melintas warna pelangi senyum seluruh alam….Membisu terpaku diri pada pinggiran pantai…Busuk bernanah hati tertikam luka bersama putihnya jutaan kemilau pasir…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kupu-kupu mungil terbang gemulai manja bernyanyi indah, memikul selaksa duka dan makna……Tanpa ingin di rayu dirimu terus berlalu… Mengepakkan perangai sayap warna pelangi jiwamu… menyapa lembut angkuh dunia pantasi kuntum pujangga rasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Setelah rembulan menghilang malu dari singgasana peraduan malam…Terasa aliran rasa tak terlukiskan bergerak tanpa irama……..Takut dan gagu menjawab pertanyaan sayatan sembilu hati akan keberadaan jantung ranjang sebuah kehidupan…..Ketiakberdayaan titipan pesona sinar rembulan bukan karena ketiadaan setia namun ketiadaan pandangan jiwa pada gelamornya pesta angkuh dan semunya dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Cinta, kasih sayang sesungguhya dua pilar utama paling sacral dalam menopang sebuah bangunan candi yang dialamnya terdapat mahliogai asmara…dera dan badai akan mengahantam dua pilar yang memiliki perbedaan bentuk, ukuran, komposisi, letak namun satu dalam fungsi dan Tujuan yaitu menyelamtkan kehidupan dan berkembangnya alunan nurani sebagai pengikat hati dan jiwa….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Di saat sebuah Revolusi Cinta berkumandang bersama gelegar halilintar, terlahir dalam tebal hitamnya kabut nurani…Kekasih hati belehan jiwa bumi….Kerinduan kekasih cerminan air mata gelisah bumi……Kecemburuan kekasih ratap tatapan nanar bumi…Kekasih pergi menusuk luka jantung bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Malam ini jiwa dan raga berjalan serasa melayang di tengah gelapnya hamparan kota…Ditengah sepinya kota mati begitu pedar…begitu teraniayanya perasaan, ingin bertegur sapa menghilangkan semua rasa sunyi, rasa pedih dan peraih, rasa ingin mengangis tetapi entah pada siapa….Aku lihat,aku pandang, aku mengerti berjuta butiran bintang nun jauh di singgah sana langit bitu mengawasi setiap alunan gontai langkahku….namun sepata katapun mereka tidak ingin menyapa, karena mereka juga tahu betapa pedihnya, dan mereka memahami begitulah hdup bila tidak memiliki tambatan hati pada seorang kekasih…Bumi juga hanya mampu memberikan keihklasan jiwanya untuk di pijak sebagai suguhan terbaik untuk seorang kekasih bahwa aku tidak sendirian dalam menggapai sepinya alam yang penuh sesak dengan kemunafikan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Seluruh butiran pasir bercampur binalnya kerikil-kerikil tajam jalanan ada padaku saat ini…..namun semua berada pada membisu dan kaku dalam saksi sakitnya penghianatan dan dusta manis sang kekasih…Namun mereka hanya mampu menggelitik telapak kaki yang mulai kejang dank ram…Karena teramat jauhnya kaki jiwa hanyalku melangkah…Cucuran sari patih madunya tubuhku terus mengalir tanpa rasa malu menghilangkan aroma daya pikat simpatik pada semua rerumputan pinggir jalan kota mati..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Kecemasan, kegelisahan, kegundaan hati, jiwa, perasaan, pikiran mebahana disetiap lekak likuk singgasana relung hati jiwa cinta bumi……Ketakutam, kekhawatiran dan seluruh pernak pernik gelamor dan redupnya keserakahan, ketamakan, ke egoisan, perkasanya keangkuhan sebuah tirani meleburkan segenap bahtera Jingga pengembara malam…Merayu bibir mungil tanpa noda penari latar melontarkan gumpalan-gumpalan hasrat birahi penabur sengsara….Pemikat tanpa kata menikmati geramnya lentur tubuh penari latar hingga terlupa amanah pengemban jiwa…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Air bening berjalan dan berlari, damai pada tepian sisi belain jiwa bumi, terus berjalan dan berlari mengelurkan lantunan-lantunan gemercik mendamaikan sepasang anak merpatih putih dalam meneguk nikmatnya kebersamaan…Tanpa harus ada salaing melukai namun saling memberi antara dua pasang merpati putih dengan gemulainya jalan dan gemercik air jernih surgawi yang diiringi oleh kebijaksanaan tepian bumi untuk melupakan sejenak ke egoisan, hanya karena mereka berada pada sisi-sisi kehidupan pahitnya derita sang bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Bila pada saat dua pasang merpati putih dan aliran gemercik jalan putihnya air nirwana sedang meneguk selaksa kenikmatan kearifan sang bumi hilang dan muncul ke egoisan maka apakah yang terjadi? &lt;i style=""&gt;“Keindahan, kedamaian hilang detelan dahaganya rahwana, pupus ditelan dahsyatnya keangkuhan mayapada hilang sirna tidak berbekas berganti dragtis dengan dentuman jeritan memilukan yang bermuara pada kotornya ke egoisan masing-masing.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Tamparan cahaya senja tepat di dadaku, tepat ditelingaku, tepat di bibirku, tepat di telinganku, tepat di kedua pelupuk mataku…Tersirap bagai terkena guna-guna pengasihan menjadi pemikat seluruh pasang mata di sisian cakrawala…Akankah esok, akankah lusa, akankah hari yang dating jiwaku masih mendapatkan jatah tanparan pesona cahanyamu? “mengapa seluruh tamparan yang mengenai sekujur tubuhku tidak membuat darah ini menjadi bergejolak, tidak membuat darah ini naik pitam, tetapi semakin meng Ayukan ragaku untuk selalu mengharapkan tamparan syahdumu kembali.”&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-2237292452982496162?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/2237292452982496162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-iii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/2237292452982496162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/2237292452982496162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-iii.html' title='Revolusi Cinta - III'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/ScotvJD1InI/AAAAAAAAABQ/AjyPVwS0xHY/s72-c/Revolusi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-5010551524118237863</id><published>2009-03-24T12:13:00.001+07:00</published><updated>2009-03-24T12:21:24.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Revolusi Cinta - II</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SchtVvHvHtI/AAAAAAAAABI/GcSp4bgcy4Y/s1600-h/Revolusi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SchtVvHvHtI/AAAAAAAAABI/GcSp4bgcy4Y/s320/Revolusi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316619580304465618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Seluruh manusia bersama pasangannya sangat memahami makna dan tujuan pertemuan yang di saksikan oleh mata hati bumi, hanya tidak menyadari betapa mata hati bumi memberikan restu dan senyum yang terindah kepada pertemuan tersebut sehingga seluruh pertemuan terpatri dan menjadi monument permanent yang tertancap kokoh di lubuk jantung sang bumi, yang di ikrarkan melalui berayun angin hangatnya belaian mentari sengaja hadir untuk menyaksikan kata yang lahir dari lubuk hati sang pertemuan “aku selalu ada di sisi dan melindungi hubugan kita dari sebuah kebohongan dan keangaraan kemunafikan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seiring dengan waktu keceriaan semua ikrar yang tertancap memekarkan kuntum-kuntum kebahagiaan, keceriaan yang telah di raih tidak pernah di terima olah hati sang bumi, apakah karena sudah sifat manusia lupa jika bahagia ingat kala derita, pernahkah kita bercerita pada hati cinta bumi bahwa pertemuan tersebut telah berkembang dan menumbuhkan segala keindahaan dan kemesraan? Serasa tidak pernah, hati sang bumi hanya mampu melihat namun tidak dapat berbicara. Adakah sebuah pertemuan hubungan dua hati yang mampu menyaingi hati cinta bumi? Dapat memberi namun tidak harus menerima? Tidak, itulah keegoisan manusia dalam sebuah pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pertemuan semakin kepuncak dan mengkrucut menimbulkan nytanya konfrontasi-konfrontasu konflik kejenuhan akan kebersamaan, timbul angkara murka bahwa diri tidak sejalan dengan karakter jiwa ini, mengapa harus di katakan setelah berkembangnya kuntum-kuntum liar cinta? Apa karena kuntum-kuntum tersebut telah memberikan aroma pesona jiwanya, maka timbul kalimat demikian atau hanya ingin menunjukkan kalau keegoisan manusia hanya sebatas akal dan nafsu, atau ingin menunjukkan kepada hati cinta bumi bahwa akulah sang penakluk gairah alam? Semua itu bisa saja terjadi, itulah arti dari sebuah kemundurun retorika publik .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apa yang terjadi pada pasangan hati yang telah dengan ihklas memberikan kuntum-kuntum terindah jiwanya? Beningnya butiran-butiran air kehidupan jatuh perlahan melintasi gurun berlapiskan tipis awan putih yang terus jatuh ke lubuk hati cinta bumi, setetes demi setetes terjalin menjadi satu kalimat yang memang kalimat tersebut telah terukir pada prasasti hati cinta bumi di saat pertemuan terjadi, pelampiasan pertama yang menghantam hati cinta bumi adalah dunia ini tidak fair buat asmaraku, buat asmaramu, buat asmara mereka, apa salah dengan pertemuan ini, semua hilang ikrar yang telah terucap dengan untaian tetesan penyesalan yang kian berakar pada relung jantung yang paling dalam, tubuh bergerak, darah dalam nadi memacu kencang, jantung bergetar deras syaraf memberikan komando“ dengan segera menghempaskan ke dua kaki ke hati cinta bumi, di injak, cacian, makian, upatan, hempasan kedongkolan, seluruhnya tertumpa ruah ke ruang hati cinta bumi, adakah ruang hati cinta bumi mengembalikan apa yang telah di lontarkan semua insan tersebut? Tidak semua di terima dan di tata dengan rapi, sebenarnya hati cinta bumi ingin sekali memeluk dan mendamaikan prahara hati kuntum yang telah terdampar pada dalamnya pertemuan, namun semua itu tidak dapat di lakukan hanya mampu berdiam dan menanti insan itu sendiri yang berdamai dengan menghabiskan labilnya perasaan dan emosionalnya yang tertuang dalam butiran halusnya embun air mata, ya memang demikian penawar kegoncangan hati adalah diam dan menerima semua keluh kesah kegundaan sang kuntum tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kata murni yang tidak bernodahkan kebohongan adalah terinspirasi seluruhnya dalam ruang hati cinta sang bumi, sambil berbisik kepada kuntum yang sedang mengatasi prahara pertemuannya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Alunan biola mengalun sendu……Menyelami jiwa dalam keraguan kasih hidup menikam laksana gemuruh……Menghampa rindu timbulkan malu dalam rintihan kalbu..!! Bisikan naluri tergantung hampa……Keheningan menekan duka lara……Menghias kalut cerminan nestapa……Bahtera alam menangis dalam pelukan asmara……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Samudera titik bernoda darah hitma……Mentari sinarkan segumpal amarah……Camar tersenyum indah berlari menghadang perasangka gelombang……Menuju peralahan persinggahan gulita malam, terhapus pada pelupuk mata penakluk jiwa……Cakrawala memutar derita senja……Pesona manja senja dinanti para nafas dahaga……Alunan pesona mati menelan asmara, asmara lari bersembunyi entah kemana……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Gerhana melintas awan meradang mendung…Burung malam menyanyikan sebuah kidung…tersayat hati tersandung jiwa….Cinta, rasa dan asmara membuat insane gila…Kerikil tajam bersandar lemah di pinggir samudera, samudera terisak karena lara…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-5010551524118237863?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/5010551524118237863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/seluruh-manusia-bersama-pasangannya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5010551524118237863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5010551524118237863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/seluruh-manusia-bersama-pasangannya.html' title='Revolusi Cinta - II'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SchtVvHvHtI/AAAAAAAAABI/GcSp4bgcy4Y/s72-c/Revolusi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6935075103633005489.post-5562092040738328562</id><published>2009-03-13T22:46:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T22:49:10.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='E-book'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Revolusi Cinta Part I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SbqAVkhbPGI/AAAAAAAAABA/1DhLe1vdlWM/s1600-h/Revolusi.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SbqAVkhbPGI/AAAAAAAAABA/1DhLe1vdlWM/s320/Revolusi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312699818506402914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;      &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dorongan yang menjadi lahirnya Gerakan Revolusi Cinta [GRC] pada tanggal 01 Juli 2007 _00.01 wib_Minggu dini hari, adanya sebuah niat putih sebening butiran embun puncak gunung Jaya Wijaya untuk meleburkan diri dalam Tangisan Bumi dan Air Mata Saudara-Saudara yang terlupakan. Yang mempunyai Misi dan Visi “Mengembalikan Senyum Bumi dan Menyeka Air Mata Saudara-Saudara kita melalui kata-kata indah”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tangisan sang bumi secara kasap mata dan kasap telinga tidak akan pernah terdengar, namun bila kita memberikan waktu dalam satu menit untuk meleburkan jiwa yang tulus untuk mendengarkan derita dan tangisan sang bumi maka kita tidak akan mampu menahan betapa pilunya suara isakan dan ratapan yang sedang terjadi pada mata hati sang bumi, yang terbias dari rongga nafas anak manusia yang tanpa tersengaja menjerit tanpa suara dan gaung. Begitu arif_begitu lembutnya_begitu dewasanya _begitu tabahnya _begitu sabarnya_begitu bijaksananya_ begitu kharismatiknya_begitu pandainya sang mata hati bumi menyembunyikan kesedihan dan ketidakberdayaannya terhadap kecongkatakan_kesombongan_keangkuhan insan manusia yang telah menrima sifat kelembutan mata hati bumi untuk bertengger manja dan tertawa sehingga lupa akan keindahan mata hati cinta sang bumi, yang juga memiliki kerapuan_memiliki rasa cemburu dalam sebuah jalinan asmara yang sengaja diperlihatkan oleh dua pasang kekasih di dalam merengkuh dan menggapai keindahan dalam satu ikatan buaian samudara biru dalam menggapai sebuah asa dan impian untuk saling menjaga_utuk saling memberi_untuk saling setia_untuk saling sehidup semati_untuk saling menyeka air mata_untuk saling memberikan kebahagian _untuk saling memberikan kesenangan baik lahir dan bathin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tertawa_tersenyum_menangis_berlari_berjalan_berbaring_duduk_berdiri_berbicara_makan_minum_kotoranmanusia_buangan_tingkah laku manusia yang norak _sampah _cacian _celaan _makian _sanjungan_udara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;_menghentikan amukan ganasnya ultraviolet _ganasnya sinar Inpra merah mentari_ semua iklas telah diberikan sang bumi melalui cinta mata hatinya, adakah kita terpikir semua yang telah di berikan oleh ketulusan cinta hati sang bumi kepada kita untuk dimintanya kembali? Mata hati bumi tidak akan pernah sanggup meminta apa yang telah diberikannya kepada kita dari sejak dulu kala karena mata hati bumi tercipta dari kelembutan butiran-butiran embun salju surgawi yang setiap butirannya mengandung beribu-ribu juta makna cinta dan kasih sayang antar sesam ciptaan dalam satu cakrawala jiwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6935075103633005489-5562092040738328562?l=stj-revolusi-cinta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/feeds/5562092040738328562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-part-i.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5562092040738328562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6935075103633005489/posts/default/5562092040738328562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://stj-revolusi-cinta.blogspot.com/2009/03/revolusi-cinta-part-i.html' title='Revolusi Cinta Part I'/><author><name>Revolusi Cinta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03758653191938657523</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/Sc0AxOJN3bI/AAAAAAAAACI/CjHNdPPmuGU/S220/Maharuddin-1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mTDF_P82zUg/SbqAVkhbPGI/AAAAAAAAABA/1DhLe1vdlWM/s72-c/Revolusi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
